Breaking News:

Bukan Anosmia, Penderita Covid-19 Varian Omicron Laporkan Gejala Tenggorokan Gatal

Penemu omicron, Dr. Angelique Coetzee menjelaskan gejala varian ini berbeda dengan jenis lain

Pixabay
Ilustrasi virus corona varian omicron 

TRIBUNHEALTH.COM - Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Angelique Coetzee, adalah orang yang menyumbang pemahaman terhadap Covid-19 varian omicron.

Dia adalah orang yang pertama mengidentifikasi keanehan pada pasien Covid-19, yang kemudian diidentifikasi sebagai omicron.

Dia menyebut gejala pasien omicron tidak biasa alias berbeda dengan kasus Covid-19 pada umumnya, dilansir TribunHealth.com dari Express, Jumat (3/12/2021).

Berbicara kepada wartawan BBC Andrew Marr, dia memberikan gambaran gejala yang dimunculkan.

Baca juga: Muncul Varian Covid-19 Omicron, Ini 6 Hal yang Perlu Diketahui

Baca juga: Bos Moderna Sebut Kemungkinan Vaksin Kurang Efektif Lawan Varian Omicron, Bakal Dimodifikasi?

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

Salah satu ciri khas terkait dengan tenggorokan.

Gejala tersebut dilaporkan seorang pasien laki-laki yang dirawatnya.

Pasien menyebut dia "tidak benar-benar sakit tenggorokan tapi (merasa) tenggorokan gatal", katanya.

Ciri lain yang dapat dibedakan adalah tidak adanya gejala "klasik" yang dikaitkan dengan galur sebelumnya.

Menurut Dokter Coetzee, pasien tidak mengalami kehilangan bau dan rasa.

NHS secara konsisten menyatakan bahwa hilangnya penciuman dan/atau perasa adalah ciri COVID-19, meskipun penelitian di tempat lain telah menentang pandangan ini.

Baca juga: Sebuah Laporan Ilmiah yang Bocor Sebut Varian Omicron Berpeluang Picu Gelombang Baru Covid-19

Baca juga: Bukan Omicron, Pihak WHO Tegaskan Varian yang Paling Mendominasi Adalah Delta, Capai 99 Persen

Ilustrasi penyebaran virus corona varian delta dan omicron -- FOTO: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan program vaksinasi bagi 1000 pekerja atau buruh di Kantor Kemnaker, Jalan Gatot Subroto,Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021). Pelaksanaan vaksinasi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day Tahun 2021.
Ilustrasi penyebaran virus corona varian delta dan omicron -- FOTO: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan program vaksinasi bagi 1000 pekerja atau buruh di Kantor Kemnaker, Jalan Gatot Subroto,Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021). Pelaksanaan vaksinasi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day Tahun 2021. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Penelitian yang dilakukan oleh ZOE COVID Study, yang telah melacak pergerakan virus selama pandemi, menyerukan agar daftar gejala diterbitkan berbasis data.

Penelitian menunjukkan ada lebih banyak gejala Covid daripada tiga gejala klasik, tetapi banyak orang tetap tidak menyadari semua gejala yang harus diwaspadai.

Seperti yang ditunjukkan oleh tim di belakang penelitian, perbedaan ini membuat orang berisiko salah percaya bahwa mereka menderita flu, padahal sebenarnya mereka bisa terkena Covid.

Baca juga: Pfizer dan Moderna Tengah Kembangkan Vaksin yang Targetkan Varian Covid-19, Termasuk Omicron

Baca juga: Fakta Virus Corona Varian Omicron: Pertama Ditemukan di Afrika Selatan dan Punya 32 Mutasi

ilustrasi seseorang bergejala covid
ilustrasi seseorang bergejala covid (freepik.com)

Selain kehilangan penciuman dan rasa, Studi ZOE COVID mengatakan untuk memperhatikan hal-hal berikut:

  • Pilek
  • Sakit kepala
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk terus menerus
  • Demam.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved