Breaking News:

Sebuah Laporan Ilmiah yang Bocor Sebut Varian Omicron Berpeluang Picu Gelombang Baru Covid-19

Para ilmuwan juga khwatir jika varian ini bisa menghindari kekebalan yang terbentuk dari vaksin

manado.tribunnews.com
Ilustrasi varian baru virus corona, yakni varian omicron 

TRIBUNHEALTH.COM - Sebuah laporan jurnal ilmiah Sage yang bocor ke publik mengungkapkan virus corona varian omicron berpeluang berkembang menjadi gelombang infeksi yang besar.

Laporan yang bocor itu dimuat oleh Independent, Rabu (1/12/2021).

Dalam laporan tersebut, Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (Sage) percaya bahwa vaian omicron sangat mungkin lolos dari kekebalan vaksin sampai batas tertentu.

Meskipun para ilmuwan Sage tetap tidak yakin seberapa besar gelombang infeksi omicron, mereka memperingatkan bahwa "tindakan respons yang sangat ketat" mungkin diperlukan oleh pemerintah.

Laporan tersebut menyoroti kasus omicron dalam konteks penyebarannya di Inggris.

Penasihat Sage juga mengatakan pengetatan aturan perjalanan yang ada sehingga pengujian pra-keberangkatan untuk pelancong yang kembali ke Inggris akan “berharga”, menurut BBC.

Fakta seputar omicron

ILUSTRASI New Normal - Pengunjung mengenakan face shield atau alat pelindung wajah saat berbelanja di Plaza Marina Surabaya, Rabu (3/6/2020). Plaza Marina Surabaya menerapkan protokol penerapan normal baru atau new normal secara ketat bagi setiap pengunjung seperti wajib memakai pelindung wajah, masker dan melalui pengecekan suhu tubuh saat masuk mal. Semua karyawan di salah satu pasar telekomunikasi ini juga diwajibkan menggunakan sarung tangan untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.
ILUSTRASI New Normal - Pengunjung mengenakan face shield atau alat pelindung wajah saat berbelanja di Plaza Marina Surabaya, Rabu (3/6/2020). Plaza Marina Surabaya menerapkan protokol penerapan normal baru atau new normal secara ketat bagi setiap pengunjung seperti wajib memakai pelindung wajah, masker dan melalui pengecekan suhu tubuh saat masuk mal. Semua karyawan di salah satu pasar telekomunikasi ini juga diwajibkan menggunakan sarung tangan untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menamai varian virus corona B.1.1529 sebagai "omicron".

Penamaan ini menunjukkan omicron sebagai varian yang mengkhawatirkan, yang ditetapkan hanya beberapa minggu setelah pertama kali terdeteksi.

Pengumuman itu datang pada hari Jumat (26/11/2021) di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa varian itu sangat menular dan dapat mengurangi kemanjuran vaksin.

Namun, mengingat omicron baru muncul baru-baru ini, para ilmuwan percaya bahwa perlu beberapa bulan sebelum bisa melihat lebih lengkap tentang skala ancaman yang ditimbulkan.

Yang pasti, varian yang diturunkan dari garis keturunan B.1.1 ini “belum pernah terjadi sebelumnya” dan “sangat tidak biasa” dalam jumlah mutasinya.

B.1.1529 memiliki 32 mutasi yang terletak di protein lonjakannya, dilansir TribunHealth.com dari Independent, Sabtu (27/11/2021).

Ini termasuk E484A, K417N dan N440K, yang terkait dengan fungsi untuk membantu virus lolos dari deteksi antibodi.

Mutasi lain, N501Y, tampaknya meningkatkan kemampuan virus untuk masuk ke sel, juga membuatnya lebih mudah menular.

Dari mana asalnya?

Ilustrasi mutasi virus corona
Ilustrasi mutasi virus corona (Pixabay)

Baca juga: Anak Corona Varian Delta Ini Bisa Hindari Kekebalan Tubuh, Bahaya jika Bersatu dengan Mutasi Lain

Baca juga: 5 Faktor Risiko Leukimia Mieloid Akut, Kelainan Sel Darah Putih Akibat Mutasi DNA

Virus ini pertama kali tercatat di Afrika Selatan pada 14 November.

Kini ada 22 kasus di negara itu, menurut Institut Nasional untuk Penyakit Menular.

Lebih banyak kasus diperkirakan akan dikonfirmasi di negara itu ketika hasil pengurutan keluar.

Pemerintah Afrika Selatan mengatakan pada hari Kamis bahwa banyak kasus omicron terletak di provinsi Gauteng.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved