Breaking News:

Kasus Psikosis Meningkat Selama Pandemi, Orang Jadi Kesulitan Bedakan Kenyataan dan Imajinasi

Kasus ini menunjukkan pandemi telah berdampak besar terhadap kualitas kesehatan mental masyarakat

Freepik
Ilustrasi mengalami psikosis 

TRIBUNHEALTH.COM - Kasus psikosis telah meningkat di Inggris selama pandemi, berdasarkan data National Health Service (NHS) terbaru.

Orang yang dirujuk ke layanan kesehatan mental dengan dugaan psikosis meningkat hingga 75 persen antara April 2019 hingga April 2021, dilansir TribunHealth.com dari Independet Selasa (19/10/2021).

Data, yang telah dianalisis oleh badan amal Rethink Mental Illness, menunjukkan bahwa banyak peningkatan rujukan telah terjadi selama setahun terakhir, setelah penguncian nasional pertama.

Kenaikan juga berlanjut sepanjang musim panas, The Guardian melaporkan, dengan 12.655 rujukan pada Juli 2021. Ini naik 53 persen dari 8.252 rujukan pada Juli 2019.

Membandingkan bulan Mei pada tahun 2021 dan tahun 2020 menunjukkan peningkatan 70 persen yang signifikan dalam rujukan, dengan 13.000 rujukan tahun ini dibandingkan dengan 7.813 yang lalu.

Badan amal, Rethink Mental Illness, mengatakan bahwa data tersebut menawarkan beberapa bukti nyata pertama tentang dampak pandemi pada kesehatan mental penduduk.

Apakah yang disebut dengan psikosis?

ilustrasi seseorang yang psikosis
ilustrasi seseorang yang psikosis (lifestyle.kompas.com)

Baca juga: Perubahan Emosi dan Fisik Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental Remaja, Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Sering Rapat Virtual? Ini 6 Tips Bangun Kebiasaan Online yang Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

NHS mendefinisikan psikosis sebagai "ketika orang kehilangan kontak dengan kenyataan".

Dengan kata lain, mereka kesulitan membedakan mana yang nyata dan mana yang sebenarnya hanya imajinasi.

Orang dengan psikosis bisa melibatkan melihat atau mendengar hal-hal yang tak dapat dilihat orang lain atau mempercayai hal-hal yang sebenarnya tidak benar.

Orang yang mengalami gejala psikosis perlu mencari bantuan medis dengan sangat cepat dan badan amal Rethink Mental Illness berkampanye untuk membuat orang lebih cepat mengakses perawatan vital.

Brian Dow, wakil kepala eksekutif badan amal itu, mengatakan kepada The Guardian: “Psikosis dapat berdampak buruk pada kehidupan orang-orang."

Baca juga: Mengenal Zoom Fatigue, Kelelahan Fisik dan Mental Akibat Terlalu Lama Konferensi Video saat Pandemi

"Akses cepat ke pengobatan sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada kesehatan mental orang yang bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk pulih.”

Dia menambahkan: “Jumlah yang melonjak dari dugaan episode pertama psikosis ini menyebabkan kekhawatiran."

"Kami sekarang jauh melampaui guncangan mendalam pertama dari krisis ini, dan sangat memprihatinkan bahwa jumlah rujukan tetap begitu tinggi."

“Karena presentasi pertama psikosis biasanya terjadi pada orang dewasa muda, kenaikan tajam ini menimbulkan kekhawatiran tambahan tentang tekanan yang dihadapi generasi muda selama pandemi.”

Kesaksian penyintas

ilustrasi seseorang sedang mengalami psikosis
ilustrasi seseorang sedang mengalami psikosis (kompas.com)

Baca juga: Anoreksia Termasuk Gangguan Kesehatan Mental Serius, Berisiko Komplikasi Jantung dan Saraf

Baca juga: dr. Zulvia Oktanida Syarif Ungkap Dampak yang Terjadi Bila Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental

Tom Dunning, 30, menggambarkan pertama kali dia mulai mengalami gejala psikosis.

Dia berkata: “Itu hampir dalam semalam, setelah menyelesaikan gelar saya, kepala saya mengatakan kepada saya untuk berurusan dengan mendengar suara-suara.

“Mendengarnya adalah kejadian sehari-hari dan itu cukup membuatku merasa takut pada diriku sendiri karena aku tidak berpikir ada yang salah sehingga aku tidak bisa memberi tahu siapa pun tentang perasaanku.”

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved