Breaking News:

Mengenal Zoom Fatigue, Kelelahan Fisik dan Mental Akibat Terlalu Lama Konferensi Video saat Pandemi

Meski menjadi solusi untuk berinteraksi, terhubung terlalu lama lewat Zoom punya dampak buruk untuk kesehatan

Pixabay
Terlalu banyak meeting online bisa picu Zoom Dysmorphia 

TRIBUNHEALTH.COM - Konferensi video telah menjadi solusi untuk tetap terhubung selama pandemi.

Namun, menatap layar yang penuh dengan kepala dan wajah selama beberapa jam sehari bisa merusak mental dan fisik, menurut para peneliti.

Salah satu yang mengalami hal ini adalah Stephanie Ko, Direktur LQ Pacific Partners, dilansir TribunHealth.com dari South China Morning Post, Minggu (17/10/2021).

Ada hari-hari ketika dia bangun jam 4 pagi untuk bersiap-siap untuk rapat jam 6 pagi, dan dia akan menerima telepon sampai setelah jam 7 malam.

Ini berdampak pada kesehatannya, memengaruhi tidurnya.

“Saya biasanya tertidur dalam beberapa menit, tetapi saya gelisah dan menderita insomnia, tetap terjaga selama berjam-jam,” katanya.

Ada nama untuk apa yang dialami Ko, yakni Zoom Fatigue (kelelahan Zoom).

Baca juga: Sering Meeting Online Bisa Picu Zoom Dysmorphia, Merasa Khawatir dengan Penampilan di Depan Kamera

Baca juga: Terlalu Banyak Menggunakan Media Sosial Bisa Turunkan Self Esteem, Cemburu pada Postingan Orang Lain

Terlalu banyak meeting online bisa picu Zoom Dysmorphia
Terlalu banyak meeting online bisa picu Zoom Dysmorphia (Pixabay)

Profesor Jeremy Bailenson, direktur pendiri Virtual Human Interaction Lab di Stanford University di California, telah mengamati efek teknologi pada perilaku manusia selama lebih dari satu dekade.

Dia dan peneliti lain telah menganalisis kelelahan Zoom (disebabkan oleh segala jenis konferensi video) dan dampaknya pada kesehatan mental dan fisik.

Studi mereka, yang diterbitkan pada bulan September di jurnal Computers in Human Behavior Reports, menggambarkan kondisi tersebut sebagai "keadaan perasaan kewalahan, terkuras, dan habis".

"Salah satu keluhan paling umum di antara klien saya adalah tidak ada lagi batasan yang jelas antara kehidupan kerja dan kehidupan rumah," kata Dr Michael Eason, salah satu pendiri Lifespan Counseling di Hong Kong.

Para peneliti menemukan bahwa ada faktor-faktor yang berkaitan dengan konferensi video yang menyebabkan kelelahan ini.

Baca juga: Terlalu Lama WFH, Pekerja Wajar Alami Kecemasan Jelang Bekerja di Kantor, Apa yang Bisa Dilakukan?

Baca juga: Studi Terbaru Ungkap Stres Kerja Berpotensi Picu Masalah Jantung, Lebih Berisiko pada Wanita

Terlalu banyak meeting online bisa picu Zoom Dysmorphia
Terlalu banyak meeting online bisa picu Zoom Dysmorphia (Pixabay)

“Dalam interaksi tatap muka, komunikasi non-verbal mengalir secara alami dan kita jarang menyadarinya,” kata Bailenson.

Tetapi tidak demikian halnya ketika kita online untuk panggilan video.

“Pengguna terus-menerus menerima isyarat non-verbal yang akan memiliki arti khusus dalam konteks tatap muka tetapi memiliki arti yang berbeda di Zoom.”

Misalnya, pada panggilan Zoom, orang cenderung melakukan kontak mata untuk waktu yang lebih lama daripada dalam situasi kehidupan nyata.
Panggilan konferensi video sering kali dapat membuat peserta merasa seolah-olah mereka didorong ke dalam lingkungan yang penuh sesak, bahkan terjebak secara fisik.

Peserta tampak langsung menatap Anda, baik Anda sedang berbicara atau tidak.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved