Breaking News:

dr. Andhika Raspati: Penderita COVID-19 yang Jarang Berolahraga Berisiko Terjadi Pembekuan Darah

dr. Andhika Raspati sebut seseorang yang terinfeksi COVID-19 harus lebih berhati-hati karena ada beberapa komplikasi yang dikhawatirkan terjadi.

Freepik.com
Ilustrasi melakukan olahraga bagi penyitas COVID-19, dr. Andhika Raspati sarankan lakukan olahraga ringan meski isolasi mandiri 

TRIBUNHEALTH.COM - Olahraga dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

WHO juga menyarankan agar setiap orang melakukan olahraga meski hanya di rumah saja.

Dokter menyebutkan jika seseorang yang terinfeksi COVID-19 harus lebih berhati-hati.

Karena ada beberapa komplikasi yang dikhawatirkan terjadi.

Baca juga: Turorial Lepas IUD Mandiri Viral di TikTok, Ahli Kesehatan Ingatkan Bahaya dan Risiko yang Mengintai

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 16 September 2021.

Paling ditakutkan saat terinfeksi COVID-19 adalah terjadinya peradangan dinding jantung.

Ilustrasi orang yang sedang berolahraga , dr. Andhika Raspati
Ilustrasi orang yang sedang berolahraga , dr. Andhika Raspati sarankan untuk jangan melakukan olahraga yang berat (kompas.com)

Beberapa literatur mengatakan untuk jangan melakukan olahraga yang berat terlebih dahulu.

Itulah mengapa orang-orang yang sedang isolasi mandiri dan sudah terkena COVID-19 disarankan untuk melakukan olahraga sebatas peregangan-peregangan, monilitas ringan, serta latihan berrnafas.

Apabila sudah tidak bergejala, ada yang menyatakan minimal 7 hari bebas gejala.

Kemudian bisa memulai kembali dengan sangat perlahan.

Dokter sarankan untuk tidak diam saja, karena mengakibatkan tubuh menjadi kaku.

Baca juga: Tak Perlu Terus-terusan Minum, Konsumsi Air Putih Bisa Disesuaikan Kebutuhan, Berikut Ini Acuannya

Secara penderita COVID-19 berisiko untuk terjadi pembekuan darah.

Seseorang yang jarang bergerak dapat memperbesar risiko tersebut.

Sehingga disarankan untuk tetap bergerak, namun sesuai dengan dosisnya.

Ilustrasi olahraga di dalam rumah, dr. Andhika Raspati
Ilustrasi olahraga di dalam rumah, dr. Andhika Raspati melarang berolahraga yang sifatnya cardio dan strengthening (Pixabay)

Dokter tidak melarang untuk pasien bergerak, namun melarang berolahraga yang sifatnya cardio dan strengthening.

Apabila dalam keseharian memungkinkan untuk berjalan kaki di rumah, hal ini juga bisa membantu untuk mengendalikan berat badan pasien yang takut bertambah selama isolasi mandiri.

Tentunya berat badan juga berpengaruh terhadap apa saja yang dikonsumsi.

Baca juga: Tubuh Bisa Dapat Elektrolit dari Makanan, Perlukah Konsumsi Minuman Berelektrolit Agar Tetap Sehat?

Penjelasan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 16 September 2021.

(Ttribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved