Breaking News:

Tak Perlu Terus-terusan Minum, Konsumsi Air Putih Bisa Disesuaikan Kebutuhan, Berikut Ini Acuannya

Bahkan, pada orang tertentu panduan minum air putih tak harus 8 gelas per hari

Freepik
Ilustrasi minum minuman elektrolit 

TRIBUNHEALTH.COM - Air merupakan aspek penting dalam kesehatan manusia.

Bahkan, akhir-akhir ini ada seruan untuk minum air sebanyak mungkin.

Pasalnya, terus terhidrasi diyakini membuat kesehatan terus meningkat.

Namun sebenarnya apa yang dimaksud dengan tetap terhidrasi?

Ketika orang awam mendiskusikan dehidrasi, itu berarti kehilangan cairan apapun,” kata Dr Joel Topf, dilansir TribunHealth.com dari laman CNA, Sabtu (25/9/2021).

Dia adalah seorang nephrologist dan asisten profesor klinis kedokteran di Oakland University di Michigan.

Baca juga: dr. Ayuthia Sedyawan Jelaskan soal Minum Air Dingin saat Olahraga, Benarkah Bisa Rusak Jantung?

Baca juga: Soal Anak yang Terlalu Banyak Minum Susu Probiotik, dr. Fransisca Handy Ingatkan Bahayanya

Ilustrasi minum mineral water
Ilustrasi minum mineral water (jatim.tribunnews.com)

Tapi interpretasi itu "telah benar-benar meledak di luar proporsi," kata Kelly Anne Hyndman, seorang peneliti fungsi ginjal di University of Alabama di Birmingham.

Tetap terhidrasi jelas penting, katanya, tetapi gagasan bahwa minum lebih banyak air akan membuat orang lebih sehat tidak benar.

Juga tidak benar bahwa kebanyakan orang mengalami dehidrasi kronis atau bahwa kita harus minum air sepanjang hari.

Dari sudut pandang medis, Dr. Topf menambahkan, ukuran hidrasi yang paling penting adalah keseimbangan antara elektrolit seperti natrium dan air dalam tubuh.

Karenanya, seseorang tidak perlu menenggak gelas demi gelas air sepanjang hari untuk mempertahankannya.

Kebutuhan air tiap orang berbeda, apa acuannya?

Minum air putih saat puasa
Minum air putih saat puasa (kupang.tribunnews.com)

Kita semua telah diajari bahwa delapan gelas air per hari adalah angka ajaib untuk semua orang.

Tetapi anggapan itu hanyalah mitos, kata Tamara Hew-Butler, seorang ilmuwan olahraga dan olahraga di Wayne State University.

Faktor unik seperti ukuran tubuh, suhu di luar ruangan, dan seberapa keras seseorang bernapas dan berkeringat akan menentukan seberapa banyak air yang dibutuhkan, katanya.

Orang seberat 200 pon yang baru saja mendaki 10 mil dalam cuaca panas jelas perlu minum lebih banyak air daripada manajer kantor seberat 120 pon yang menghabiskan hari di gedung yang dikontrol suhunya.

Jumlah air yang dibutuhkan dalam sehari juga akan tergantung pada kesehatan.

Ilustrasi minum minuman elektrolit
Ilustrasi minum minuman elektrolit (Freepik)

Baca juga: Penelitian Tunjukkan Konsumsi Terlalu Banyak Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kanker Usus

Baca juga: drg. Ngt. R. Anastasia: Setelah Makan dan Minum Diharuskan Berkumur untuk Membersihkan Rongga Mulut

Seseorang dengan kondisi medis seperti gagal jantung atau batu ginjal mungkin memerlukan jumlah yang berbeda dari seseorang yang menggunakan obat diuretik, misalnya.

Bagi kebanyakan orang muda dan sehat, cara terbaik untuk tetap terhidrasi adalah dengan minum saat haus, kata Dr Topf.

Mereka yang lebih tua, di usia 70-an dan 80-an, mungkin perlu lebih memperhatikan untuk mendapatkan cairan yang cukup karena sensasi haus dapat berkurang seiring bertambahnya usia.

Dan terlepas dari kepercayaan populer, jangan mengandalkan warna urin untuk secara akurat menunjukkan status hidrasi, kata Dr Hew-Butler.

Ya, mungkin saja urin berwarna kuning tua atau kuning kecokelatan bisa berarti tengah mengalami dehidrasi, tetapi tidak ada ilmu pengetahuan yang kuat yang menunjukkan hubungan keduanya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved