Breaking News:

dr. Andhika Raspati Sebut Penyintas Covid Tak Boleh Langsung Olahraga Kardio, Apa yang Dianjurkan?

Dokter Spesialis Olahraga tersebut mengatakan strengthening juga tak boleh langsung dilakukan

Pixabay
Ilustrasi olahraga latihan pernapasan untuk penyintas Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, berbicara soal olahrga bagi penyintas Covid-19.

Hal itu dia sampaikan ketika menjadi narasumber dalam program Ayo Sehat Kompas TV, edisi Jumat (17/9/2021).

Dia menyebut, penyintas Covid-19 harus hati-hati jika ingin berolahraga.

Pasalnya ada beberapa komplikasi yang ditakutkan.

dr. Andhika Raspati memaparkan komplikasi yag paling ditakutkan adalah peradangan dinding jantung atau neokarditis.

Baca juga: dr. Ayuthia Sedyawan Jelaskan soal Minum Air Dingin saat Olahraga, Benarkah Bisa Rusak Jantung?

Baca juga: dr. Ayuthia Sedyawan Benarkan Tak Boleh Langsung Duduk setelah Olahraga, Berkaitan dengan Jantung

Ilustrasi berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh
Ilustrasi berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh (Pexels)

"Makanya kalau misalnya udah kena nih Covid-nya, beberapa literatur mengatakan jangan olahraga yang berat dulu," katanya, dikutip TribunHealth.com.

"Bahkan jangan kardio dulu. Jangan kardio dulu even (meski) yang low intensity."

"Ditambah jangan strengthening dulu even juga yang low intensity," lanjutnya.

Maka dari itulah, orang yang sedang isoman hanya dianjurkan untuk melakukan streching atau peregangan.

Beberapa aktifitas training ringan bisa dilakukan, sekadar agar badan tidak kaku.

Kemudian, yang bisa dilakukan adalah latihan pernapasan.

Baca juga: Tips NHS Cegah Terjadinya Kanker Paru-paru, Olahraga Rutin dan Segera Berhenti Merokok

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Sebut Gaya Hidup Tidak Hanya soal Makan dan Olahraga

Ilustrasi latihan pernapasan
Ilustrasi latihan pernapasan (Pixabay)

Namun dia menegaskan olahraga dan peregangan tetap dianjurkan untuk dilakukan.

Apa lagi Covid-19 juga memiliki risiko berupa pembekuan darah.

Risiko ini semakin besar jika penyintas lebih banyak diam dan kurang bergerak.

"Kalau misalnya dia udah ngga bergejala, ada yang mengatakan minimal 7 hari bebas gejala, itu dia bisa memulai kembali dengan sangat perlahan," paparnya.

"Jadi tetap bergerak, namun denga dosisnya, gitu," tandasnya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved