Breaking News:

Sering Olahraga tapi Malah Tambah Gemuk? Simak Penjelasan Ahli Gizi Berikut Ini

dr. Tan Shot Yen berbicara mengenai tubuh yang makin gemuk meski sudah rajin olahraga

Pexels
Ilustrasi berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh 

TRIBUNHEALTH.COM - Olahraga merupakan aktivitas yang baik untuk menunjang kesehatan.

Olahraga juga kerap digunakan untuk mengontrol berat badan.

Akan tetapi, terkadang berat badan justru bertambah ketika sering berolahraga.

Terkait hal ini, dr. Tan Shot Yen memberikan penjelasan.

Dokter, filsuf, dan ahli gizi komunitas itu menyebut hal ini terjadi karena kesalahan urutan.

Menurutnya, seharusnya makan dulu baru kemudian berolahraga.

"Nah itu. Prinsipnya satu, makan dulu," katanya, dikutip TribunHealth.com dari program Malam Minggu Sehat Tribunnews.

Baca juga: Dokter Sebut Olahraga sebelum Tidur Bisa Picu Insomnia, Beri Jeda Agar Tetap Bisa Tidur Nyenyak

ilustrasi makan
ilustrasi makan (kompas.com)

Dia mencontohkan kebiasaan ngabuburit sambil berolahraga ketika bulan puasa.

Menurutnya cara ini kurang tepat.

"Itu salah. Salah banget."

"Karena apa? Kalau mau bicara tentang penurunan berat badan."

"Sebelum makan olahraga dulu kan? Keluarin 200 kkal."

"Abis olahraga makannya 500 kkal. Saldonya hitung deh," jelasnya.

Menurutnya, hal seperti inilah yang menyebabkan tubuh bertambah gemuk meski sudah rajin berolahraga.

Baca juga: Saat Kita Kelelahan Apakah Boleh Berolahraga Dok? Apakah Harus Istirahat Dulu?

Dalam sesi Malam Minggu Sehat yang lain, dr. Tan juga pernah memberi penjelasan yang sama.

"Bagaimana caranya anda mau masak kalau anda tidak punya gas?"

"Bagaimana mobil anda dipaksa bergerak kalau belum isi bensin," kata dr. Tan.

Kamudian dr. Tan mulai membahas lipolisis, yang merupakan proses penguraian lemak.

Ilustrasi - seorang perempuan sedang melakukan olahraga
Ilustrasi - seorang perempuan sedang melakukan olahraga (Pixabay)

"Bagaimana lemak bisa terbakar, termetabolisme, kalau tidak ada bahan bakunya yang membuat anda melakukan metabolisme itu?" tandas dr. Tan.

Menurut dr. Tan, hal itu hanya bisa terjadi ketika sudah ada asupan dari makanan.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved