Breaking News:

Sekeluarga Kena Kolesterol Belum Tentu karena Genetik, Bisa Jadi Punya Lifestyle yang Sama Buruknya

dr Tan Shot Yen tegaskan soal kemungkinan penyebab kolesterol tinggi, soroti gaya hidup

pixabay.com
Ilustrasi penyakit jantung gara-gara kolesterol 

TRIBUNHEALTH.COM - dr Tan Shot Yen berbicara mengenai satu keluarga yang memiliki penyakit kolesterol.

Kendati demikian, dia menegaskan hal itu belum tentu karena faktor genetik alias keturunan.

dr Tan memulai pembicaraannya dengan menjelaskan pentingnya mencegah datangnya berbagai masalah kesehatan akibat kolesterol.

"Kita sekarang sudah masuk ke dalam era yang kita sebut sebagai preventif dan promotif."

"Kalau anda sudah sakit lalu baru ampun-ampun, kemudian dokternya digedor-gedor, itu sudah jalan agak sedikit kejauhan," papar dokter, filsuf dan ahli gizi komuntias tersebut dalam program Malam Minggu Sehat Tribunnews edisi 7 November 2020.

Salah satu langkah yang penting untuk dilakukan adalah dengan menyadari ada atau tidaknya riwayat penyakit keluarga yang mengarah ke kolesterol.

Baca juga: Apa Pengganti Ikan yang Bisa Dimanfaatkan untuk Menghindari Kolesterol Berlebih?

Baca juga: Sudah Rajin Berolahraga tapi Kadar Kolesterol Tetap Tinggi, Dokter Jelaskan Penyebabnya

Ilustrasi makanan tinggi kolesterol
Ilustrasi makanan tinggi kolesterol (Pixabay)

"Misalnya nih, dulu engkong, kakek saya meninggal karena serangan jantung."

"Ayah saya juga pernah dirawat karena kena stroke, lalu om saya diabetes."

Terkait hal ini, dr Tan memberi catatan.

Bisa saja yang diturunkan dalam keluarga tersebut bukan penyakitnya, melainkan lifestyle.

Apa bila pola hidup tidak sehat masih terpelihara dalam keluarga tersebut, maka penyakit yang diderita tidak akan jauh berbeda.

"Nah itu yang mesti anda beresin," tegas dr Tan.

Baca juga: Dianggap Bisa Turunkan Kolesterol, Bolehkan Oatmeal Dimakan dengan Gula dan Susu?

Baca juga: Apakah Jengkol Bermanfaat untuk Menurunkan Kolesterol?

Ilustrasi makanan junkfood
Ilustrasi makanan junkfood (Pixabay.com)

Apa lagi ketika benar-benar menyadari memiliki pola hidup yang kurang baik.

"Jam 11 bikin skripsi, lapar, lalu mulai geletakan di dalam dapur. Ya kan?" ilustrasi dr Tan.

"Jadi alangkah baiknya kalau anda harus sedikit introspeksi."

"Sebelum penyakitnya datang, yuk jangan ceraikan dokter anda," pungkas dr Tan.

Dalam forum yang sama, dr Tan Shot Yen juga sempat menyorot gejala orang yang kelebihan kolesterol.

"Biasanya kita akan sedikit suspect pada orang-orang yang punya kecenderungan akibat dari kolesterol ini," jawab dr Tan Shot Yen.

Apa saja itu?

Ilustrasi obesitas sebagai tanda kelebihan kolesterol
Ilustrasi obesitas sebagai tanda kelebihan kolesterol (Pixabay)

Baca juga: Pascapandemi Covid-19, Jumlah Anak Mengalami Risiko Obesitas Dapat Semakin Meningkat

Baca juga: Obesitas dan Diabetes Menanti Orang yang Terus-terusan Begadang, Bisa Sebabkan Bipolar?

Pertama dokter akan menyorot orang yang memiliki masalah berat badan atau obesitas.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved