Breaking News:

Sudah Rajin Berolahraga tapi Kadar Kolesterol Tetap Tinggi, Dokter Jelaskan Penyebabnya

dr Tan Shot Yen menegaskan kesehatan tak bisa dibangun hanya dengan memperhatikan satu faktor saja

Pixabay
Ilustrasi olahraga untuk menjaga kesehatan 

TRIBUNHEALTH.COM - dr Tan Shot Yen berbicara mengenai orang yang sudah rajin berolahraga tetapi kadar kolesterolnya tetap tinggi.

Terkait hal ini, dokter filsuf ahli gizi komunitas itu menegaskan pentingnya semua aspek yang ada.

"Tidak ada satu kontributor ajaib yang membuat anda jadi sehat."

"Kolesterol anda terjaga dengan baik itu pertama tentu saja karena faktor gaya hidup," ungkapnya.

Akan tetapi, yang dimaksud gaya hidup tak terbatas pada pola makan dan olahraga saja.

"Gaya hidup termasuk juga pengelolaan stress anda."

Baca juga: Dianggap Bisa Turunkan Kolesterol, Bolehkan Oatmeal Dimakan dengan Gula dan Susu?

Baca juga: Apakah Jengkol Bermanfaat untuk Menurunkan Kolesterol?

Ilustrasi meditasi untuk mengatasi stress
Ilustrasi meditasi untuk mengatasi stress (Pixabay)

"Dan sekali lagi yang kedua, faktor keturunan tentunya."

Terlebih lagi ketika terjadi pada wanita.

Menurut dr Tan, hormon-hormon pada wanita bisa menghindari serangan jantung dan berbagai penyakit lain.

"Tuhan itu Maha Baik banget, Tak boleh seorang anak kehilangan ibunya."

"Tetapi ketika anda memasuki masa menopause, anda mulai berhenti, jadi semua akumulasi yang anda lakukan di masa muda ada yang harus kita bayar di usia pertengahan," tegasnya.

Oleh karena itu, dr Tan mengatakan untuk tetap menjaga kesehatan.

Baca juga: Dokter Benarkah Memiliki Riwayat Kebiasaan Makan Tidak Sehat Membuat Gizi Sulit Terserap?

Baca juga: Dok, Terlalu Banyak Makan Sayur dan Buah Apakah Bisa Mengganggu Penyerapan Gizi yang Lain?

Ilustrasi makanan bergizi
Ilustrasi makanan bergizi (Pixabay.com)

"Mumpung masih muda saya bisa makan apa aja dong. Saya bisa ngapain aja dong. Oh ntar dulu."

"Bagaimana hari anda tua, itu tergantung bagaimana kelakuan anda di hari muda," pungkasnya.

Soal makanan, dr Tan mengatakan untuk mengkonsumsi apa yang tubuh butuhkan.

Dia tidak menganjurkan untuk mengkonsumsi lemak jenuh yang berasal dari hewan.

"Jadi kita akan membuat kolesterol ini menjadi stabil dan bahkan turun, itu dengan mengkonsumsi asam lemak esensial tidak jenuh berantai panjang," katanya.

Zat tersebut biasa ditemui sebagai omega 3 yang ada pada ikan.

Itu sebabnya, kata dr Tan, orang yang mengkonsumsi ikan tiga kali dalam seminggu risiko terkena kolesterolnya akan turun.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: anrosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved