TRIBUNHEALTH.COM - Teether bayi adalah mainan yang dapat digunakan selama masa pertumbuhan gigi bayi.
Gigi bayi yang sedang mengalami pertumbuhan biasanya akan memberikan tekanan pada gusi, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan gatal di sekitar gusi tersebut.
Kondisi ini tentunya membuat bayi terganggu dan merasa tidak nyaman.
Saat mengalami pertumbuhan gigi, mereka kerap kali menggigit barang-barang yang ada di sekitarnya sebagai upaya untuk meredakan rasa nyeri dan gatal pada gusi.
Baca juga: 5 Alasan Ibu Menyusui Tidak Boleh Skip Sarapan, Salah Satunya Mencegah Kekurangan Nutrisi pada Bayi
Alih-alih menggigit barang sembarangan, orang tua bisa memberikan teether kepada bayi saat mereka mengalami pertumbuhan gigi.
Teether adalah mainan yang aman untuk digigit oleh bayi.
Meski begitu, pastikan untuk memberikan teether yang aman dan bersih pada bayi agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Teether untuk Bayi
Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua saat memilih teether untuk bayi.
1. Ukuran teether harus pas
Teether yang memiliki ukuran terlalu kecil atau terlalu besar, bisa berbahaya untuk si kecil karena dapat membuatnya tersedak.
Untuk mencegah hal ini terjadi, pastikan untuk memilih teether yang ukurannya pas saat digenggam atau dimasukkan ke dalam mulut bayi.
Baca juga: 6 Manfaat Paparan Sinar Matahari untuk Tumbuh Kembang Anak, Berikut Waktu Terbaik untuk Berjemur
2. Pilih teether dengan bahan silikon dan aman untuk bayi
Teether adalah mainan gigitan bayi yang kerap digunakan saat bayi mengalami pertumbuhan gigi.
Agar mainan tersebut tidak melukai gusi bayi, pastikan orang tua memilihkan teether dengan bahan karet atau silikon.
Pilihlah teether yang bisa didinginkan agar dapat membantu meredakan rasa nyeri dan meredakan gusi bengkak pada si kecil.
Selain itu, penting juga untuk memastikan terdapat label aman pada produk kemasan teether.
Pilihlah teether dengan label BPA free, bebas dari pewarna buatan, dan phthalate atau zat kimia yang dapat menyerap ke dalam tubuh.
Vitamin untuk mendukung tumbuh kembang anak agar lebih optimal, klik di sini untuk mendapatkannya.
Baca juga: Waktu Terbaik Minum Susu untuk Anak, Bantu Menunjang Tumbuh Kembang dan Imunitasnya
3. Hindari memilih teether yang mengandung cairan atau gel
Hindari memilih teether yang mengandung cairan atau gel pada bagian dalamnya.
Teether adalah mainan gigitan untuk bayi, jika teether tersebut mengandung cairan atau gel, saat digigit bayi bisa melubangi teether tersebut dan cairan atau gel bisa masuk ke dalam mulut bayi dengan mudah.

4. Hindari teether bentuk kalung dengan manik-manik
Teether memiliki beragam bentuk, mulai dari bentuk krim, donat, kalung, hingga gelang.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serat (FDA) tidak merekomendasikan teether dalam bentuk perhiasan dengan bahan amber atau silikon.
Penggunaan teether bentuk ini bisa menimbulkan risiko bayi tercekik, tersedak, cedera pada mulut, hingga mengalami infeksi.
Selain itu, teether berbentuk kalung dikhawatirkan bisa menembus gusi, lepas, dan tercecer saat masuk ke mulut karena bentuknya kecil.
Baca juga: 7 Nutrisi yang Meningkatkan Kekebalan Tubuh Anak, Bagus untuk Dukung Tumbuh Kembang
5. Jangan berikan teether bekas
Pastikan untuk memberi teether yang baru dan kondisinya bagus untuk si kecil.
Memakai teether bekas dapat berisiko terpapar banyak bakteri atau bahan berbahaya.
Pastikan juga untuk memberikan teether yang bersih, cuci terlebih dahulu sebelum digunakan bayi dan cuci kembali setelah digunakan bermain.
Membersihkan teether secara rutin bertujuan untuk mengurangi penyebaran kuman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(Tribunhealth.com)
Baca juga: 6 Makanan Terbaik yang Mendukung Perkembangan Otak Anak, Bagus untuk Tumbuh Kembangnya
Vitamin untuk mendukung tumbuh kembang anak agar lebih optimal, klik di sini untuk mendapatkannya.
Blackmores Koala Kids Multi Chewable adalah Multivitamin anak yang mengandung 12 vitamin & 6 mineral seperti Vitamin A, B Kompleks, C, D3, E, Zinc, Zat Besi serta vitamin & mineral lainnya untuk dukung eksplorasi belajar si Kecil dengan kebaikan dari alami.
Keunggulan :
- Membantu memelihara kesehatan anak
- Membantu pertumbuhan & perkembangan anak
- 100 persen Bebas Gula
- Rasa vanilla dan stroberi yang disukai si Kecil
Dosis :
Anak usia 2 – 6 tahun : Kunyah 1 tablet setiap hari setelah makan atau sesuai petunjuk dokter
Anak usia 7 – 12 tahun : Kunyah 2tablet setiap hari setelah makan atau sesuai petunjuk dokter
Vitamin untuk mendukung tumbuh kembang anak agar lebih optimal, klik di sini untuk mendapatkannya.