TRIBUNHEALTH.COM - Mengelola diabetes memerlukan pendekatan yang komprehensif, dengan pola makan yang memegang peranan penting.
Pola makan yang sehat membantu mengatur kadar gula darah, menjaga berat badan yang sehat, dan mencegah komplikasi terkait dengan kadar gula darah yang tidak seimbang.
Jika Anda menderita diabetes, pola makan Anda harus tinggi serat, rendah lemak tidak sehat, dan kaya vitamin dan mineral penting.
Dengan berfokus pada pola makan atau pola diet Anda, ini dapat membantu mengelola kadar gula darah Anda.
Baca juga: 7 Buah yang Sebaiknya Tidak Dikupas, Kandungan Nutrisi Bisa Terbuang
Jenis Diet yang Cocok Diterapkan oleh Penderita Diabetes
Dilansir dari HealthShots, berikut ini rencana diet sehat yang bisa diterapkan oleh penderita diabetes untuk mengelola lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba.
1. Diet Mediterania

Diet Mediterania terkenal akan manfaatnya bagi kesehatan jantung, kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting.
Karena kaya akan serat dan antioksidan, diet ini membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan jantung, sehingga ideal untuk mengelola diabetes.
Diet ini berfokus pada makanan seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh seperti quinoa, barley, dan gandum utuh, lemak sehat seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta protein rendah lemak seperti ikan, unggas, dan polong-polongan.
Makanan ini dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan, sehingga menjadi pilihan yang sangat baik untuk mengelola diabetes.
2. Diet rendah karbohidrat

Dengan mengurangi asupan makanan berkabohidrat tinggi, seperti roti, pasta, dan camilan manis, Anda dapat mengatur kadar gula darah secara efektif pada penderita diabetes.
Sebuah studi yang diterbitkan oleh Frontiers In Nutrition, menemukan bahwa diet rendah karbohidrat dapat menstabilkan kadar glukosa, sehingga dapat mengendalikan diabetes.
Baca juga: 7 Cara Cepat Menurunkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes, Nomor 1 Paling Mudah
3. Pola makan DASH

Tidak seperti diet yang sulit dipertahankan, diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) mudah untuk dimulai dan diikuti.
Awalnya dirancang untuk melawan tekanan darah tinggi, diet ini juga bermanfaat bagi penderita diabetes.
Karena penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi daripada orang tanpa diabetes, diet ini bisa sangat bermanfaat, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh American Diabetes Association.
Fokusnya adalah pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak yang membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan jantung.
Pastikan Anda membatasi asupan garam (natrium) dan makanan olahan.
Sebagai gantinya, tambahkan makanan yang kaya kalium, kalsium, dan magnesium untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi gula dari makanan Anda.
4. Pola makan nabati

Pola makan nabati menekankan pada makanan yang berasal dari tumbuhan sambil meminimalkan atau menghilangkan produk hewani.
Pola makan ini mencakup buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh (beras merah, oat, dan produk gandum utuh), kacang-kacangan, dan polong-polongan (buncil, lentil, kacang-kacangan).
Makanan ini dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menyediakan nutrisi penting seperti protein dan lemak sehat.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Geriatric Cardiology menemukan bahwa pola makan nabati dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Pola makan ini juga dikenal dapat meningkatkan kesehatan jantung, membantu penurunan berat badan, dan meningkatkan kesehatan usus.
Baca juga: 6 Manfaat Makan Tomat Setiap Hari, Menurunkan Gula Darah hingga Meningkatkan Kesehatan Kulit
5. Pola makan paleo

Diet paleo yang juga dikenal sebagai diet paleotik, berfokus pada makanan yang diperkirakan telah tersedia bagi nenek moyang kita.
Meskipun tidak jelas apa yang dikonsumsi nenek moyang kita di seluruh dunia, diyakini bahwa makanan utuh merupakan bagian terbesar dari diet ini.
Diet ini meliputi:
- Daging tanpa lemak dan ikan, yang kaya akan protein dan asam lemak omega-3 yang bermanfaat.
- Buah-buahan seperti pisang, alpukat, dan beri.
- Sayuran seperti brokoli, wortel, kangkung, paprika, dan tomat kaya akan vitamin, mineral, dan serat.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian yang menyediakan lemak dan protein sehat.
Diet ini tidak mengandung makanan olahan, gula, dan biji-bijian, yang dapat menyulitkan pengaturan kadar gula darah.
Dibandingkan dengan diet lain, diet paleo terbukti menurunkan risiko tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, dan kadar gula darah tinggi secara tiba-tiba, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Diabetes Science and Technology.
Baca juga: 12 Manfaat Buah Sirsak bagi Kesehatan, Mengelola Gula Darah hingga Mendukung Kekebalan Tubuh
6. Diet indeks glikemik rendah

Makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah dapat memengaruhi kadar gula darah.
Diet indeks glikemik rendah melibatkan penggantian makanan dengan IG tinggi, untuk meminimalkan risiko lonjakan tiba-tiba kadar glukosa darah, sehingga bermanfaat untuk manajemen diabetes.
Secara keseluruhan, diet ini dapat membantu mengurangi kadar gula darah dan menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan penurunan berat badan.
Makanan IG rendah meliputi sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan, kacang merah, wortel mentah, lentil, dan biji-bijian utuh.
Untuk meminimalkan lonjakan kadar glukosa darah, diet ini bermanfaat untuk manajemen diabetes.
Baca juga: 5 Manfaat Baik Makan Labu Kuning Secara Rutin, Bagus untuk Pencernaan hingga Turunkan Tekanan Darah
Baca berita lain seputar kesehatan di sini
(Tribunhealth.com)