TRIBUNHEALTH.COM - Minuman bersoda merupakan salah satu jenis minuman yang digemari oleh banyak orang, khususnya saat udara terasa panas.
Cita rasanya yang menyegarkan dan sensasi menggelitik di lidah memang menjadi salah satu daya tarik utama dari soda.
Tak heran, jika banyak orang yang sulit menghindari minum soda meskipun sadar efek buruknya pada kesehatan.
Kebiasaan mengonsumsi minuman soda secara rutin akan berpengaruh pada tubuh, secara jangka pendek dan panjang.
Baca juga: 7 Tanda-tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula, Salah Satunya Kerap Merasa Lapar

Efek Minuman Soda pada Tubuh
Minuman bersoda dibuat dari air berkarbonasi, pemanis buatan yang umumnya merupakan sirup jagung fruktosa tinggi, asam fosfat, dan perasa alami.
Banyak produk minuman soda di pasaran juga mengandung kafein.
Rata-rata, satu kaleng minuman bersoda mengandung 155 kalori, 38 gram karbohidrat, 37 gram gula, dan 34 miligram kafein.
Melansir Huffpost, American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi konsumsi gula sebanyak 25 gram per hari untuk wanita dan 36 gram per hari untuk pria.
Jumlah tersebut jelas jauh lebih sedikit daripada yang terkandung dalam satu kaleng soda.
Ahli diet terdaftar, Sonya Angelone mengatakan asupan soda setiap hari bisa memengaruhi tubuh secara langsung.
Baca juga: Tak Hanya Lelah, Bekerja Terlalu Keras Dapat Berdampak Negatif untuk Kesehatan, Berikut Dampaknya
Pertama, Anda akan merasakan lonjakan energi dari kafein dan gula.
Hal ini terjadi karena kafien memblokir adenosin, yang merupakan neurotransmitter yang membuat Anda merasa lelah.
Pada saat yang sama, karbohidrat sederhana dalam soda yang berasal dari gula diserap dengan cepat dalam aliran darah, yang berkontribusi pada peningkatan energi.
Namun, energi dari soda hanya bertahan sebentar dan pada akhirnya akan menurun drastis.
Melansir Kompas.com, Supriya Rao, seorang dokter penyakit dalam, gastroenterologi, dan pengobatan obesitas, mengatakan soda juga berdampak pada usus secara langsung.
Hal ini dibuktikan adanya keluhan kembung dan perut berisi gas akibat karbonasi dan gula setelah minum soda, yang dialami oleh beberapa orang.
Ia menambahkan, minum soda setiap hari dapat mengganggu sistem pencernaan sehingga menyebabkan keluhan sakit perut, diare, atau sembelit yang cukup sering.
Baca juga: Inilah 6 Kondisi Tubuh yang Tak Dianjurkan Konsumsi Jahe, Berikut Dosis Aman Saat Mengonsumsinya

Baca juga: 7 Kebiasaan Malam Hari yang Bikin Gemuk, Termasuk Scrolling Media Sosial
Menurutnya, ini terjadi karena semua gula dalam soda memberi makan bakteri 'jahat' di usus dan merusak integritas lapisan usus.
Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi soda juga akan membuat berat badan bertambah, khususnya lemak perut.
"Lemak di perut bisa berbahaya, meningkatkan kemungkinan penyakit jantung, sindrom metabolik, diabetes tipe 2, dan kanker payudara," jelas spesialis pengobatan regeneratif Dr. Neil Paulvin.
"Dalam jangka panjang, kebiasaan minum soda tidak hanya meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi tersebut, tetapi juga dikaitkan dengan penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi," tambahnya.
Minum soda setiap hari juga buruk bagi jantung, yang bisa memicu risiko kematian.
Baca juga: 6 Buah Rendah Gula yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari, Bisa Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes
"Beberapa penelitian menemukan bahwa peminum soda, baik rutin atau sedang diet, memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke," ujarnya.
Dampak buruknya juga akan dialami otak karena kadar gula tinggi dalam sekaleng soda bisa menyebabkan peradangan.
Riset juga membuktikan minum soda secara teratur dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih tinggi dan kemungkinan lebih besar terkena demensia.
Berbagai dampak buruk tersebut juga akan dialami jika Anda mengonsumsi soda diet, yang sering dianggap lebih sehat.
Para pakar menyatakan, soda diet juga memicu masalah usus, jantung, dan otak.
Baca juga: 8 Cara Mengurangi Nafsu Makan Berlebih untuk Turunkan Berat Badan
Berikut ini terdapat produk yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, klik di sini untuk mendapatkannya.
Baca berita lain seputar kesehatan di sini
(Tribunhealth.com/IR)