Breaking News:

Benarkah Penyakit Paru-paru Basah Menjadi Penyebab Kematian Tunggal Sebagian Besar Anak-anak?

Menurut Dokter Spesialis Konsultan Paru, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes terdapat beberapa populasi yang rentan mengalami pneumonia.

health.grid.id
ilustrasi anak yang mengalami pneumonia, begini pemaparan Dokter Spesialis Konsultan Paru, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes 

TRIBUNHEALTH.COM – Pneumonia atau paru-paru basah adalah penyebab kematian pertama pada bayi dan balita di Indonesia.

Penyakit paru-paru basah atau pneumonia merupakan radang paru yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus yang ada dimanapun sehingga menyebabkan demam, batuk pilek, dan sesak nafas.

Untuk membahas mengenai informasi kesehatan paru-paru, kita bisa bertanya langsung dengan Dokter Spesialis Konsultan Paru Kerja yang sudah berkompeten seperti dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes.

dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes merupakan Dokter Spesialis Konsultan Paru Kerja di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo.

dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes lahir Sragen, 19 April 1983.

Baca juga: Biasanya Keluhan yang Dialami Penderita Pneumonia adalah Batuk Berdahak atau Kering

ilustrasi penyakit pneumonia, begini ulasan Dokter Spesialis Konsultan Paru, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes
ilustrasi penyakit pneumonia, begini ulasan Dokter Spesialis Konsultan Paru, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes (health.grid.id)

Baca juga: Anomali pada Gusi Bisa Disebabkan oleh Virus HIV, Kenali Tandanya dari drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada tahun 2009.

Setelah itu dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes melanjutkan program Pasca Sarjana jurusan Biomedik-Megister Kedokteran Keluarga pada tahun 2012 hingga 2017 di Universitas yang sama ketika menempuh pendidikan S1.

Rupanya di tahun yang sama, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes juga mengambil program Pendidikan Dokter Spesialis-I Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (PPDS-1).

Sejak tahun 2020 hingga saat ini, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes mengambil program doctoral di program studi ilmu kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Sejak tahun 2015 hingga tahun 2018, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes kerap kali mengikuti berbagai pelatihan.

2 dari 4 halaman

Salah satu pelatihan yang ia ikuti pada tahun 2017 adalah Pelatihan Penaggulangan TB Nasional Kementerian Kesehatan RI Daerah Jawa Tengah.

Terakhir, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes mengikuti pelatihan TB DOTS Bagi Petugas Dokter dan Petugas Kesehatan, PDPI Cabang Surakarta yang diselenggarakan pada tanggal 03-07 September 2018.

Baca juga: Apakah Skin Tag Dapat Muncul Lagi Meskipun Sudah Diangkat? Simak Ulasan dr. Indra Teguh Wiryo, Sp.KK

Dokter Spesialis Konsultan Paru Kerja, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes
Dokter Spesialis Konsultan Paru Kerja, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes (Dok. Pribadi dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes)

Baca juga: Jangan Asal Pakai, Ini Cara yang Benar Pakai Sikat Gigi sebelum Digunakan untuk Membersihkan Gigi

Perlu diketahui jika sebelum bekerja di Rumah Sakit Nirmala Sukoharjo, rupanya dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes bekerja di Puskesmas Marowo, Kab. Tojo Una-una, Sulawesi Tengah pada tahun 2011 hingga 2012.

Selain itu, ia juga menjadi dosen tetap di Universitas Sebelas Maret sejak tahun 2017 hingga saat ini.

dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes akan menjawab seluruh pertanyaan Tribunners terkait kesehatan paru-paru sebagai berikut.

Pertanyaan:

Saya sempat membaca beberapa sumber ya dok apabila ternyata ternyata paru-paru basah ini menjadi penyebab kematian tunggal sebagian besar anak-anak di seluruh dunia.

Lantas apakah hal ini benar, dok?

Kenanga, Tinggal di Magelang.

Dokter Spesialis Konsultan Paru, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes menjawab:

3 dari 4 halaman

Mungkin bisa diklarifikasi dengan dokter spesialis anak memang untuk pneumonia salah satunya adalah infeksi atau peradangan saluran pernafasan bawah memang menyebabkan angka kematian yang cukup banyak.

Ada beberapa populasi yang rentan yang terkait dengan daya tahan tubuh.

1. Anak-anak

Salah satu populasi rentan adalah anak-anak terutama yang dibawah 5 tahun.

Dimana sistem imunitasnya baru terbentuk atau belum terbentuk sempurna.                         

2. Lansia diatas 60 tahun

Dimana secara teori daya tahan tubuhnya sudah turun.

Baca juga: Kebiasaan Merokok Bisa Sebabkan Anomali pada Gusi, Ini Penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

ilustrasi paru-paru penderita pneumonia, begini pemaparan Dokter Spesialis Konsultan Paru, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes
ilustrasi paru-paru penderita pneumonia, begini pemaparan Dokter Spesialis Konsultan Paru, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes (tribunnews.com)

Baca juga: Awas, Ini Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Keputihan Tidak Wajar Terjadi menurut dr. Adniana Nareswari

3. Pasien dengan komorbid

Komorbid adalah penyakit penyerta seperti diabetes melitus, gagal ginjal, autoimun tentunya akan memudahkan mengalami pneumonia derajat berat.

Maka dari itu, diperlukan deteksi dini dari orang tua terkait kapan harus segera memeriksakan ke dokter spesialis anak agar diagnosis pneumonia segera ditegakkan dan tata laksana yang tepat segera diberikan untuk  menurunkan risiko fatalitas.

Baca juga: Anomali pada Gusi Bisa Disebabkan oleh Virus HIV, Kenali Tandanya dari drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

4 dari 4 halaman

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved