Breaking News:

dr. Robert Paparkan Mengenai Boleh Tidaknya Copy Resep hingga Cara Penyimpanan Obat dengan Benar

Begini penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD mengenai boleh atau tidaknya mengcopy resep dari diagnosa sebelumnya hingga cara penyimpanan obat.

Pixabay
Ilustrasi resep dokter yang tidak boleh diulang, simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD 

TRIBUNHEALTH.COM - Obat sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang karena obat ialah zat yang dapat menyembuhkan suatu penyakit.

Obat sendiri dibagi menjadi beberapa golongan yang dibedakan dengan logo yang tercantum pada kemasan obat.

Dua diantaranya ialah obat dengan logo berwarna hijau yang artinya obat tersebut tidak tergolong obat keras dan dapat dibeli dengan bebas.

Kedua adalah obat dengan logo berwarna merah yang artinya obat tersebut tergolong dalam kategori obat keras dan harus dengan resep dokter.

Baca juga: Tak Boleh Sembarangan Beli Obat, Berikut Kenali Golongan Obat yang Dapat Dibeli Bebas dan Tidak

Ilustrasi logo golongan obat yang terdapat pada kemasan obat, simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD
Ilustrasi logo golongan obat yang terdapat pada kemasan obat, simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD (Kompas TV)

Baca juga: Kesalahan yang Sering Ditemui Saat Minum Obat, Salah Satunya Tidak Paham Dosis yang Tepat

Saat seseorang memiliki keluhan tidak enak badan atau sakit dan berkonsultasi ke dokter biasanya akan diberikan obat untuk menyembuhkan gejala penyakit tersebut.

Ketika sudah sembuh, dokter menghimbau pasien untuk menghentikan konsumsi obat tersebut.

Lantas jika pasien mengalami gejala yang sama seperti sebelumnya, bolehkan mengkonsumsi obat yang telah diresepkan dokter sebelumnya?

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik & Infeksi, dr. Robert Sinto, Sp.PD memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Ayo Sehat Kompas Tv.

dr. Robert Sinto menjelaskan, obat yang masuk ke dalam golongan warna hijau dan kebutulan diresepkan dokter, kalau memang ada keluhan yang dialami mau diulangi kembali konsumsinya, sebetulnya masih wajar untuk diberikan.

Namun sebaiknya berhati-hati karena tidak semua penyakit dengan gejala yang sama disebabkan oleh penyebab yang sama.

Baca juga: Amankah Minum Obat yang Dijual Bebas di Warung untuk Menurunkan Kolesterol?

Ilustrasi konsumsi obat, simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD
Ilustrasi konsumsi obat, simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD (Pixabay.com)

Baca juga: Ahli Gizi Beri Solusi agar Nafsu Makan Lansia Meningkat meski Minum Obat

2 dari 4 halaman

"Misalnya hari ini pasien datang berobat karena mengalami demam tifoid dengan gejala demam kemudian diberikan antibiotik A oleh dokter."

"Kemudian satu bulan kemudian pasien tersebut mengalami gejala yang sama yaitu demam, namun gejala demam tersebut bukan berarti adalah gejala dari demam tifoid seperti sebelumnya."

"Jika pasien mengulang resep yang diberikan oleh dokter sebelumnya untuk demam tifoid, maka dapat menyebabkan over use terhadap obat yang diberikan oleh dokter sebelumnya."

"Jadi penggunaan obat harus dipilah terlebih dahulu, untuk obat yang sifatnya umum atau sifatnya bebas mau diulang masih memungkinkan."

"Namun untuk obat yang sifatnya obat keras yang diberikan oleh dokter sebelumnya, maka harus berhati-hati untuk mengulang tanpa anjuran dari dokter," jelas dr. Robert Sinto.

Baca juga: Tak Sarankan Copy Resep untuk Kolesterol Tinggi, dr. Indra Sarankan Konsultasi Lagi saat Obat Habis

Ilustrasi resep dokter, simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD
Ilustrasi resep dokter, simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD (Pixabay)

Baca juga: Apakah Obat Diare (Antibiotik) Bisa Beli Tanpa Resep Dokter? Ini Kata dr. Aritantri Darmayani Sp.PD

Cara menyimpan obat yang benar

Selain menjelasan mengenai copy resep, dr. Robert Sinto juga menjelaskan cara menyimpan obat dengan benar.

Sebelum menyimpan obat dengan benar, hal pertama yang harus diperhatikan adalah durasi kedaluwarsa dari obat tersebut.

Jangan sampai Anda menyimpan obat kemudian obat tersebut menjadi kedaluwarsa.

dr. Robert Sinto mencontohkan, misalnya yang paling umum adalah obat antibiotik.

3 dari 4 halaman

Menurut dr. Robert, antibiotik tidak untuk disimpan karena kalau antibiotik biasanya diresepkan oleh dokter harus diminum sesuai dengan anjuran atau sampai habis dan tidak ada sisa yang harus disimpan.

Kalaupun nantinya membutuhkan antibiotik tersebut, dr. Robert anjurkan untuk berkonsultasi kembali dengan dokter untuk mendapatkan resep antibiotik dan minum antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.

Selain antibiotik, untuk menyimpan obat perhatikan kemasan dari obat tersebut.

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Ingatkan Tak Semua Resep Dokter Bisa Dipakai Ulang, Tekankan Pentingnya Konsultasi

Ilustrasi penyimpanan obat yang baik dan benar, simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD
Ilustrasi penyimpanan obat yang baik dan benar, simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD (Freepik.com)

Baca juga: Dermatitis Atopik Dapat Diobati dengan Kortikosteroid Topikal, Perlu Konsultasi dan Resep Dokter

Biasanya pada kemasan masing-masing obat memiliki petunjuk cara untuk menyimpan obat dengan baik dan benar.

dr. Robert menuturkan, terdapat beberapa obat yang diharuskan untuk disimpan dikulkas, salah satunya obat yang bersifat Suppositoria.

Obat yang bersifat suppositoria biasanya berbentuk peluru dan obat tersebut dirancang untuk dimasukkan ke dubur.

Obat tersebut haruslah disimpan di dalam suhu pendingin, karena kalau tidak disimpan di suhu pendingan akan larut sehingga tidak dapat berbentuk suppositoria atau dimasukkan ke dubur.

"Jadi perhatikan kemasan dari masing-masing obat, dalam suhu berapa obat baiknya disimpan dan apakah boleh terkena sinar matahari atau tidak," tutur dr. Robert.

Baca juga: 7 Penyebab Seseorang Gagal Turunkan Berat Badan: Tak Cukup Minum hingga Kurang Tidur

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik & Infeksi, dr. Robert Sinto, Sp.PD dalam tayangan YouTube Ayo Sehat Kompas Tv pada 13 April 2021.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

4 dari 4 halaman

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved