Breaking News:

Duduk Terlalu Lama Tak Baik untuk Kesehatan Jantung

Untuk kesehatan jantung, duduk terlalu lama tak kalah buruknya dengan tak olahraga

Pixabay
Ilustrasi duduk terlalu lama karena pekerjaan 

TRIBUNHEALTH.COM - Duduk menetap terlalu lama ternyata dapat memengaruhi kesehatan jantung.

Hal itu disampaikan ahli gizi Daisy Whitbread, dari pycnogenol.com, saat berbagi mengenai cara terbaik untuk menjaga jantung.

Dia menjelaskan, olahraga rutin adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan jantung.

Tetapi satu hal yang tak kalah penting adalah menghindari duduk terlalu lama.

“Melakukan latihan kardiovaskular selama 30 menit empat atau lima kali seminggu dianjurkan untuk menjaga sistem kardiovaskular tetap sehat,” kata Whitbread, dilansir Tribunhealth.com dari Express.co.uk, pada Senin (3/10/2022).

Namun olahraga bisa percuma jika pola hidup lainnya tidak diperhatikan.

Misalnya ketika seseorang harus duduk terlalu lama karena bekerja atau alasan lainnya.

ilustrasi duduk terlalu lama
ilustrasi duduk terlalu lama (nova.grid.id)

“Dan selain melakukan latihan terstruktur dan terorganisir, apakah itu jalan kaki, gym, atau olahraga, kita juga harus memikirkan apa yang akan kita lakukan selama 23 jam lainnya dalam sehari," pesannya.

"Tidak ada gunanya pergi ke gym selama satu jam jika Anda akan duduk selama 23 jam dalam sehari."

“Menghindari gaya hidup yang tidak banyak bergerak, di mana Anda terlalu banyak duduk, sama pentingnya dengan melakukan jam terorganisir Anda, atau setengah jam olahraga."

2 dari 3 halaman

“Jadi, jika Anda adalah seseorang yang memiliki pekerjaan tetap, memikirkan cara untuk mengelolanya, dan menghindari duduk dalam waktu lama adalah bermanfaat."

"Beristirahat di mana Anda bangun dan berjalan-jalan dan mengatur pengingat di ponsel Anda dapat membantu untuk membiasakan melakukan ini."

Baca juga: Hindari Kebiasaan Duduk Sedikit Membungkuk Agar Terhindar dari Saraf Kejepit

Diet juga penting

ilustrasi kesehatan jantung
ilustrasi kesehatan jantung (kompas.com)

Whitbread juga menekankan pentingnya diet.

“Jenis lemak yang kita makan juga sangat penting untuk kesehatan jantung,” ujarnya.

“Kita harus membatasi lemak jenuh, yang ditemukan dalam produk hewani; jadi, daging berlemak, dan produk susu tinggi lemak, seperti keju penuh lemak, mentega, dan krim.

“Sebaliknya, fokuslah pada lemak tak jenuh yang sehat seperti ikan berminyak, alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

"Kelompok ketiga lemak, yang paling merusak dan idealnya harus kita hindari sepenuhnya, adalah lemak trans yang ditemukan dalam makanan olahan dan gorengan."

Baca juga: Wanita Lebih Kebal Serangan Jantung Dibanding Pria, Mitos atau Fakta?

Gejala penyakit jantung

ilustrasi seseorang yang mengalami nyeri dada
ilustrasi seseorang yang mengalami nyeri dada (kompas.com)

Gejala utama penyakit jantung koroner adalah:

  • Nyeri dada (angina)
  • Sesak napas
  • Sakit seluruh tubuh
  • Merasa lemah
  • Merasa sakit (mual).

Baca juga: 5 Fakta Menarik Mengenai Lemak: Tak Selalu Buruk, Ada yang Terbukti Bermanfaat untuk Jantung

3 dari 3 halaman

Faktor lain yang tingkatkan risiko terkena penyakit jantung

Ilustrasi depresi dan stres akibat pekerjaan
Ilustrasi depresi dan stres akibat pekerjaan (Pixabay)

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung termasuk kadar kolesterol tinggi (terkait dengan diet), tekanan darah tinggi, stres, alkohol dan merokok.

“Menghindari hal-hal seperti merokok dan mengelola tingkat stres kita juga penting," kata Whitbread.

“Stres sangat terkait dengan serangan jantung dan tekanan darah tinggi."

"Pria memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung, mungkin sebagian karena cara mereka memproses stres," tandasnya.

(Tribunhealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved