Breaking News:

Wanita Lebih 'Kebal' Serangan Jantung Dibanding Pria, Mitos atau Fakta?

Tiga ahli kesehatan memberi penjelasan mengapa wanita dianggap kurang rentan terhadap serangan jantung jika dibanding pria

freepik.com
ilustrasi seseorang wanita yang mengalami serangan jantung 

TRIBUNHEALTH.COM - Ada anggapan bahwa wanita lebih 'kebal' dan kurang rentan terkena serangan jantung, jika dibandingkan pria.

Beberapa penelitian telah mengklaimnya dan bahkan dokter mendukung klaim ini sampai batas tertentu.

India Times menyebut rahasia kurang rentannya wanita terletak pada hormon seks 'estrogen', yang konon berfungsi sebagai lapisan pelindung bagi wanita.

Tapi bisakah kita mempercayai pernyataan ini secara keseluruhan?

Dilansir TribunHealth.com dari IndiaTimes, berikut ini fakta-faktanya.

Bisa 'Ya' dan 'Tidak'

Ilustrasi serangan jantung pada wanita dan pria, berbeda?
Ilustrasi serangan jantung pada wanita dan pria, berbeda? (Freepik)

Ketika ditanya apakah wanita benar-benar kurang rentan terhadap serangan jantung daripada pria, Dr. Vivek Chaturvedi, Profesor & HOD, Kardiologi, Rumah Sakit Amrita, Faridabad memberi jawaban.

“Jawabannya adalah Ya dan Tidak," katanya.

"Wanita cenderung memiliki kekebalan relatif terhadap serangan jantung sebelum menopause."

"Tetapi dengan adanya diabetes dan tekanan darah tinggi yang sangat umum di India, perlindungan terhadap penyakit jantung ini menjadi tumpul."

2 dari 4 halaman

"Juga, setelah menopause, perlindungan ini hilang dan mereka rentan terhadap serangan jantung seperti halnya pria.”

Dia juga mengatakan obesitas merupakan faktor risiko tinggi lainnya pada wanita.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Mengenai Lemak: Tak Selalu Buruk, Ada yang Terbukti Bermanfaat untuk Jantung

Wanita memiliki anatomi berbeda

ilustrasi anatomi jantung
ilustrasi anatomi jantung (kompas.com)

Dr Arindam Pande, Konsultan Layanan Kardiologi, Medica Superspeciality Hospital, Kolkata berbagi pandangan.

“Dari paru-paru dan otak hingga otot dan persendian, pria dan wanita berbeda dalam anatomi dan fisiologi mereka."

"Sistem kardiovaskular pria dan wanita juga berbeda."

"Jantung dan pembuluh darah wanita lebih kecil daripada pria. Variasi ini dapat menyebabkan penyakit jantung pada wanita berkembang secara berbeda dari pada pria," tandasnya.

Penyakit kardiovaskular (CVD) sering terjadi pada pria pada usia yang lebih muda daripada wanita.

Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang diproduksi ketika seorang wanita dalam usia menstruasi, yang melindungi mereka dari serangan jantung.

Baca juga: Konsumsi Coklat Hitam dan Kopi Dalam Jumlah Tepat Ternyata Bagus untuk Kesehatan Jantung

Setelah menopause, risiko wanita sama seperti pria

ilustrasi wanita pasca menopause
ilustrasi wanita pasca menopause (health.grid.id)
3 dari 4 halaman

Menurut Dr OP Yadava, CEO National Heart Institute, “Perkiraan rasio serangan jantung pada wanita dan pria di bawah 40 tahun adalah 1:10."

"Namun, risiko pada wanita mulai meningkat setelah 45. Pada saat mereka mencapai 60 tahun, risikonya sama dengan pria, mungkin sedikit lebih tinggi.”

Diabetes dan kolesterol tinggi adalah dua gangguan komorbiditas yang disebabkan oleh menopause dan pada akhirnya memainkan peran penting dalam serangan jantung.

Karena faktor keturunan, terkadang wanita berada pada peningkatan risiko serangan jantung atau penyakit jantung bahkan pada kelompok usia yang lebih muda.

Baca juga: 6 Mitos dan Disinformasi tentang Penyakit Jantung: Tak Boleh Olahraga setelah Kena Serangan Jantung?

Tanda-tanda serangan jantung

ilustrasi tanda serangan jantung pada wanita
ilustrasi tanda serangan jantung pada wanita (kompas.com)

Dr Arindam Pande berbagi bahwa pada gagal jantung, mual adalah gejala khas serangan jantung, terutama pada wanita.

Gejala lainnya adalah sesak napas, batuk terus menerus atau mengi dengan lendir putih atau merah muda dengan darah di dalamnya, kelebihan cairan dalam jaringan tubuh seperti pembengkakan perut, kaki, pergelangan kaki, atau kaki bengkak, serta penambahan berat badan.

Tanda-tanda lainnya adalah gangguan berpikir dan detak jantung yang cepat seperti jantung berdebar, berdebar-debar, melompat-lompat, atau berpacu.

Baca juga: Daftar Gejala Serangan Jantung, Wanita Lebih Mungkin Mengalami Mual dan Jantung Berdebar

Jangan dianggap remeh

Terlepas dari perlindungan yang ditawarkan estrogen kepada seorang wanita terhadap serangan jantung, seorang wanita tidak boleh berpikir bahwa dia kebal terhadapnya.

4 dari 4 halaman

Jika dia tidak berolahraga secara teratur, makan makanan di luar, tidak menjaga berat badan ideal, maka itu juga bermasalah bagi mereka.

Dokter merasa wanita harus menjaga diri mereka sendiri lebih baik daripada pria.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved