Breaking News:

dr. Ni Made Hustrini Paparkan 4 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Mengontrol Tekanan Darah Tinggi

Untuk menjaga tekanan darah agar stabil dapat dilakukan dengan cara memperbaiki gaya hidup hingga rutin berolahraga.

kompas.com
ilustrasi pemeriksaan tekanan darah pada penderita hipertensi, berikut ulasan dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH 

TRIBUNHEALTH.COM - dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH menuturkan, hipertensi dapat diketahui dengan cara melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin.

Ia melanjutkan, ketika seseorang tidak memiliki faktor risiko dan tidak memiliki riwayat keluarga yang mengalami hipertensi, serta memiliki gaya hidup yang baik, pengukuran darah dapat dilakukan 1 tahun sekali.

Untuk orang yang memasuki usia 45 tahun ke atas, dapat melakukan pengukuran darah setiap 6 bulan sekali.

Untuk orang yang relatif hipertensi, kemudian sudah mulai obesitas atau overweight harus lebih sering melakukan pengukuran darah yaitu 1 bulan sekali atau 3 bulan sekali.

Baca juga: Diabetes dan Hipertensi Dapat Sebabkan Penyakit Ginjal Kronis, Gejalanya Termasuk Urine Berdarah

ilustrasi pemeriksaan tekanan darah pada penderita hipertensi, berikut ulasan dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH
ilustrasi pemeriksaan tekanan darah pada penderita hipertensi, berikut ulasan dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH (Freepik)

Baca juga: Orang dengan Hipertensi Perlu Batasi Konsumsi Garam hingga Kafein

Sedangkan untuk yang sudah terdiagnosis hipertensi, menurut dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH harus lebih sering melakukan pengukuran darah.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH yang dilansir TribunHealth.com dalam tayangan YouTube Kompas Tv program Ayo Sehat.

dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH menjelaskan, hipertensi terjadi akibat adanya kekakuan pada pembuluh darah.

Semakin tua usia seseorang, pembuluh darah akan semakin kaku, sehingga kondisi inilah yang menyebabkan tekanan darah akan semakin tinggi.

dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH memaparkan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah.

Baca juga: dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH Paparkan 4 Kelompok Rentan terhadap Hipertensi, Berikut Ulasannya

Ilustrasi makanan yang baik untuk hipertensi, berikut ulasan dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH
Ilustrasi makanan yang baik untuk hipertensi, berikut ulasan dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH (Freepik)

Baca juga: Penderita Hipertensi Terus Meningkat, Benarkah Marah-marah Menjadi Pemicu Terjadinya Hipertensi?

1. Memperbaiki gaya hidup

2 dari 4 halaman

Ketika mendapati pasien yang memiliki keluhan hipertensi, maka dokter akan menyarankan untuk memperbaiki gaya hidupnya.

Ketahui lebih dahulu bagaimana gaya hidup pasien tersebut, apakah suka makan junkfood ataukah kurang olahraga.

Hal-hal tersebut perlu diketahui, baru setelahnya gaya hidup tersebut dapat dilakukan perbaikan.

2. Kurangi asupan garam

dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH himbau untuk mengurangi konsumsi garam karena konsumsi makanan yang tinggi garam dapat memicu terjadinya kenaikan pada tekanan darah.

"Jadi tinggi garam itu tidak hanya garam dapur saja, tapi makanan asin seperti kerupuk ataupun keripik."

"Hindari makanan berpengawet karena makanan tersebut pengawetnya adalah garam."

Baca juga: Dikenal Baik untuk Usus, Konsumsi Tempe Ternyata Juga Punya Efek Positif pada Penderita Hipertensi

ilustrasi olahraga di rumah untuk mengontrol tekanan darah, berikut ulasan dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH
ilustrasi olahraga di rumah untuk mengontrol tekanan darah, berikut ulasan dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH (lifestyle.kompas.com)

Baca juga: Gaya Hidup Buruk Dapat Sebabkan Hipertensi, Konsumsi Tomat hingga Brokoli Bisa Bermanfaat

3. Berolahraga

Olahraga adalah salah satu hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Olahraga yang dapat dilakukan di rumah seperti aerobik, jogging, treadmill, sepeda stasis, ataupun olahraga lainnya.

3 dari 4 halaman

Menurut dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH, olahraga tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Durasi olahraga sebaiknya sekitar 20 hingga 30 menit setiap harinya dan minimal 5 kali dalam satu minggu.

Tentunya olahraga ini harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat.

Baca juga: Bukan Hanya Orang Tua Saja, Nyatanya Usia Muda Beresiko Mengalami Hipertensi

4. Konsumsi obat

dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH mengungkapkan, ketika langkah pertama yaitu memperbaiki gaya hidup tidak berhasil dilakukan dan tekanan darah tetap tinggi, maka harus diberikan obat.

Obat-obatan tersebut harus dikonsumsi rutin setiap hari dan sampai seterusnya.

Kecuali ada instruksi dari dokter yang bersangkutan untuk menghentikan obat atau mengurangi dosis obat tersebut.

Namun kalau dari dokter tidak pernah bilang obatnya harus dihentikan atau dikurangi, maka konsumsi obat harus tetap dilanjutkan.

Baca juga: Kontrol Hipertensi dengan Tips Sederhana, Mulai Kurangi Asupan Kopi hingga Perbanyak Olahraga

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH dalam tayangan YouTube Kompas Tv program Ayo Sehat pada 8 April 2021.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

4 dari 4 halaman

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved