Breaking News:

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) Bisa Dideteksi sejak Penderita Memasuki Usia 18 Tahun ke Atas

Menurut Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ ciri kepribadian adalah suatu bentuk interaksi, watak, pikiran, karakter intelektual dalam merespon stressor

pixabay.com
Ilustrasi seorang laki-laki alami OCD, begini pemaparan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ 

TRIBUNHEALTH.COM - Seorang penderita Obsessive compulsive disorder (OCD) bisa mengalami masalah dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan keluarga hingga lingkungan pekerjaan.

Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ menjelaskan jika Obsessive compulsive disorder (OCD) bisa dilihat atau dideteksi sejak penderita memasuki usia kepribadian yang sudah solid, yaitu di usia 18 tahun ke atas.

Apabila ciri kepribadiannya tidak mature (dewasa) dan penderita terbentuk menjadi seorang yang mungkin terlalu disiplin, hidup dalam otoritas yang berlebihan kemudian keintiman dengan orang-orang terdekatnya kurang maka ketika mendapatkan sebuah stressor kemungkinan akan mulai terlihat.

Perlu diingat jika stressor ini sangat dinamis sekali.

Dalam kehidupan sehari-hari, stressor sangat dinamis.

Baca juga: dr. Sandy Sofian Sapandi, Sp.BP-RE Ungkap Prosedur Tindakan Bedah Plastik untuk Atasi Bibir Sumbing

Ilustrasi salah satu tanda alami OCD, begini kata Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ
Ilustrasi salah satu tanda alami OCD, begini kata Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ (pixabay.com)

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 17 September 2022.

Baca juga: Tak Jarang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Mengalami Erosi Gigi, Begini Pemaparan drg. Mega

"Apabila kondisi yang saya sebutkan barusan tadi itu memang cukup signifikan dinamikanya, itu OCD di usia remaja atau dewasa muda sudah mulai tampak," kata Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ mengatakan jika sebenarnya kasus-kasus OCD banyak terjadi.

"Kemudian di kondisi-kondisi tertentu juga, pada usia-usia dewasa, itu (OCD) bisa lebih sering terjadi lagi, karena dinamika dalam kehidupan lingkungan sosialnya itu menjadi lebih fluktuatif, menjadi sangat gampang berubah-ubah karena dia memang sulit untuk menyesuaikan," terang Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

"Jadi kalau kita bicara masalah rentang umur sebenarnya dari dia mulai remaja atau dewasa muda itu sudah mulai terlihat," sambung Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

Baca juga: Psikolog Sebut Manusia adalah Makhluk yang Dinamis, Sehingga Suasana Hati atau Emosi Akan Naik Turun

Ilustrasi mengalami gangguan mental OCD, begini ulasan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ
Ilustrasi mengalami gangguan mental OCD, begini ulasan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ (pixabay.com)

Baca juga: dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS Jelaskan Alasan Periode Nyeri Haid Setiap Orang Tidak Sama

"Kalau kita bicara tentang sudah dalam keadaan disorder, disorder itu sebuah gangguan. Jadi tadi saya sempat sebutkan bahwa OCD itu ada yang namanya ciri kepribadian obsesif-kompulsif dan ada yang namanya ciri gangguan obsesif, kompulsif," tuturnya.

"Kalau kita bicara tentang disorder atau gangguan itu lebih dari 78 persen itu ada gejala-gejala ataupun tanda-tanda yang saya sebutkan tadi setelah cara kita mendeteksi atau mendiagnisis ciri dari OCD tadi," tegas Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

"Tapi apabila dia masih dalam ciri kepribadian, ini sebenarnya belum jatuh kepada bentuk gangguan," jelas Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

Berdasarkan penuturan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ ciri kepribadian adalah suatu bentuk interaksi, watak, pikiran, karakter intelektual kita dalam merespon sebuah stressor dalam lingkungan kehidupannya.

"Jadi disitu kita bisa melihat ada yang namanya emosional, intelektual, karakter, watak, itu berinteraksi membentuk sebuah ciri kepribadian," timpal Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

Ciri kepribadian ini adalah suatu bentukan pribadi seseorang dalam respon stressor dalam lingkungannya yang sudah terbentuk karena pola asuh dimana tergantung dari pola asuh.

Baca juga: Benarkah Anak Berkebutuhan Khusus Alami Pertumbuhan Gigi yang Terlambat? Begini Ulasan drg. Mega

Ilustrasi salah satu gangguan mental OCD, simak penuturan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ
Ilustrasi salah satu gangguan mental OCD, simak penuturan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ (pixabay.com)

Baca juga: Apabila Orangtua Mengalami Tremor, Mungkinkah Diturunkan Secara Genetik? Ini Kata dr. Ermawati Sp.N

"Apabila dia masih dalam bentuk ciri kepribadian, sebenarnya dia belum mengalami sebuah gangguan dan belum membutuhkan pertolongan," ungkap Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

"Tetapi jelas hal tersebut sangat riskan untuk menjadi terjadinya sebuah gangguan. Jadi seperti calon ataupun bakal menjadi sebuah gangguan," lanjut Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

Baca juga: Apa Penyebab Warna Gigi Berubah Seiring Berjalannya Waktu? Simak Penjelasan drg. Citra, MMRS

Penjelasan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 17 September 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved