Breaking News:

7 Kebiasaan Sepele yang Buruk untuk Kesehatan, Termasuk Membunyikan Jari dan Gigit Kuku

Kebiasaan menggertakkan jari hingga berbunyi tidak hanya mengganggu orang lain, mungkin juga tidak terlalu baik untuk kesehatan

Freepik
ILUSTRASI - Kebiasaan gigit kuku termasuk kebiasaan buruk 

TRIBUNHEALTH.COM - Beberapa kebiasaan sepele mungkin bisa buruk untuk kesehatan.

Misalnya saja kebiasaan membunyikan jari, menggigit kuku, hingga begadang.

Meski tampak sepele, kebiasaan ini memiliki dampak buruk untuk kesehatan.

Dilansir TribunHealth.com dari situs medis WebMD, berikut ini kebiasaan sepele yang bisa berdampak buruk untuk kesehatan.

Membunyikan jari

Kebiasaan menggertakkan jari hingga berbunyi tidak hanya mengganggu orang lain, mungkin juga tidak terlalu baik untuk kesehatan.

Zat yang disebut cairan sinovial membuat sendi bergerak dengan mudah.

Suara buku-buku jari saat digertakkan muncul ketika cairan itu mengeluarkan gelembung-gelembung kecil.

Jika dilakukan sepanjang waktu, seseorang cenderung memiliki tangan yang bengkak dan cengkeraman yang lebih lemah dari waktu ke waktu.

Namun, tampaknya hal ini tidak meningkatkan peluang seseorang terkena radang sendi.

Baca juga: Apa Saja Pantangan Makanan Seseorang yang Mengalami Abses Hepar? Ini Kata dr. M. Singgih Nugraha

Ilustrasi menggertakkan tangan
Ilustrasi menggertakkan tangan (banyumas.tribunnews.com)
2 dari 4 halaman

Menggigit kuku

Kebiasaan ini dapat merusak gigi serta kulit di sekitar dasar kuku, yang dapat menyebabkan infeksi.

Seseorang mungkin juga terkena lebih banyak pilek dan penyakit lain ketika memasukkan jari-jari ke mulut.

Pasalnya jari sering membawa kuman.

Jika stres bisa menjadi alasan kebiasaan Anda melakukan kebiasaan ini, cobalah melakukan hal-hal seperti olahraga untuk mengelolanya.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Onikofagia, Kebiasaan Gigit Kuku yang Dikaitkan dengan Gangguan Jiwa

Tak cukup tidur

Tak cukup tidur
Tak cukup tidur (Pexels)

Orang yang kurang tidur lebih mungkin mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan depresi.

Dan mungkin lebih sulit bagi mereka untuk belajar dan mengingat sesuatu.

Tetapkan rutinitas tidur yang teratur dan patuhi itu.

Dan lakukan yang terbaik untuk mendapatkan 7-8 jam tidur dalam semalam.

Baca juga: Siklus Tidur Tak Teratur Sebabkan Insomnia, Lebih Mungkin Dialami Pekerja Shift Malam

3 dari 4 halaman

Menggunakan headphone dengan suara keras

Ilustrasi pemakaian headphone.
Ilustrasi pemakaian headphone. (Kompas.com)

Suara diukur dalam desibel.

Sebagai gambaran, percakapan normal berada di sekitar angka 60 desibel.

Yang terbaik adalah menjaga volume headphone di bawah 75 (kira-kira sekeras penyedot debu) agar aman.

Dan jangan mendengarkan lebih dari beberapa jam pada suatu waktu.

Seseorang cenderung kehilangan pendengaran seiring bertambahnya usia jika sering berada di sekitar kebisingan.

Itu terjadi pada lebih dari separuh orang pada usia 75 tahun.

Gangguan pendengaran pada orang lansia terkait dengan masalah berpikir dan bahkan kehilangan jaringan otak.

Baca juga: Efek Samping Penggunaan Headset dan Headphone yang Diungkap dr. Arne Laksmiasanti Sp.THT-KL

Bermain gadget sebelum tidur

Ilustrasi penggunaan gadget saat akan tidur
Ilustrasi penggunaan gadget saat akan tidur (Freepik.com)

“Cahaya biru” yang dipancarkan oleh gadget elektronik seperti ponsel, komputer, dan TV dapat mengacaukan tidur.

4 dari 4 halaman

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak jenis cahaya malam dapat dikaitkan dengan kanker (terutama payudara dan prostat), diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

Tenangkan diri Anda sebelum tidur.

Jika ingin membaca sesuatu, bukalah buku.

Jaga kamar tidur tetap gelap dan tenang untuk tidur yang lebih baik.

Baca juga: Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Kematian, Mitos ata Fakta?

Duduk dalam Waktu Lama

Ilustrasi kerja banyak duduk
Ilustrasi kerja banyak duduk (Pixabay)

Kebanyakan orang menghabiskan terlalu banyak waktu di kursi.

Bagian dari masalahnya adalah tempat kerja modern, di mana orang mungkin duduk di depan komputer selama berjam-jam.

Ini memperlambat metabolisme, yang berarti Anda bisa menambah berat badan.

Kebiasaan tak banyak bergerak juga terkait dengan masalah kesehatan lainnya, termasuk penyakit jantung.

Namun, ada tips yang mudah: bangunlah sesekali dan bergerak.

Bahkan berjalan kaki 10 menit setiap hari dapat membantu.

Baca juga: Terlalu Banyak Duduk Bisa Picu Kenaikan Berat Badan dan Obesitas

Minum Alkohol Terlalu Banyak

Pria yang memiliki lebih dari 14 minuman beralkohol seminggu - dan wanita yang memiliki lebih dari tujuh - lebih mungkin untuk memiliki penyakit ginjal, penyakit hati, masalah pencernaan, masalah jantung, kerusakan tulang, dan bahkan beberapa jenis kanker.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved