Breaking News:

Ketahui Beberapa Faktor yang Menyebabkan Warna Gusi Menjadi Gelap Menurut drg. R. Ngt. Anastasia

Menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati tampilan gusi yang cenderung gelap bisa diatasi dengan tindakan depigmentasi.

Pixabay.com
Ilustrasi warna gusi, begini penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati 

TRIBUNHEALTH.COM - Perubahan gusi menjadi gelap memang kerap membuat rasa percaya diri seseorang menurun.

Gusi yang berubah menjadi gelap bisa disebabkan oleh berbagai faktor, umumnya kondisi ini mengganggu estetika ketika seseorang tersenyum.

Gusi yang berubah menjadi warna gelap bisa disebabkan beberapa faktor, diantaranya yaitu:

  1. Mengkonsumsi obat tertentu
  2. Terkena bahan tertentu
  3. Plak gigi dan terjadinya radang gusi
  4. Kurangnya kebersihan gigi
  5. Paparan asap rokok

Baca juga: Syarat Gigi Berjejal Bisa Diatasi dengan Veneer, Simak drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

ilustrasi warna gusi yang gelap, begini pemaparan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
ilustrasi warna gusi yang gelap, begini pemaparan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (freepik.com)

Baca juga: 4 Makanan dan Minuman yang Baik untuk Ibu Hamil, Termasuk Pisang dan Susu Rendah Lemak

Menurut Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati, tampilan gusi yang cenderung gelap bisa diatasi dengan tindakan depigmentasi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews Bogor program Sapa Dokter.

Depigmentasi tidak selamanya bertahan

Akan tetapi perlu diketahui jika depigmentasi tidak bertahan selamanya.

Secara umum hasil dari tindakan depigmentasi bisa bertahan selama 3 bulan hingga 3 tahun.

Adapun sebagian pasien yang beranggapan jika warna gusi menjadi lebih gelap disebabkan oleh penggunaan pasta gigi.

Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati menjelaskan jika hal ini kemungkinan bisa terjadi akibat material-material yang bersifat mengiritasi bisa memicu peradangan gusi.

Apabila tubuh bertemu dengan material yang tidak ideal, maka tubuh akan mengalami proses untuk mempertahankan diri.

Salah satu sistem alami dari dalam tubuh adalah dengan jalan munculnya peradangan.

Jika peradangan terjadi pada gusi maka bisa memunculkan kondisi gusi yang lebih gelap.

Baca juga: Sejumlah Kondisi yang Dianjurkan Menjalani Veneer, Simak drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

ilustrasi warna gusi sehat dan normal, simak penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
ilustrasi warna gusi sehat dan normal, simak penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (freepik.com)

Baca juga: Asupan Protein Berikan Energi untuk Tubuh dan Atasi Kelelahan, Bisa dari Sumber Hewani dan Nabati

Berdasarkan keterangan Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati, yang sering dialami secara umum pada seseorang yang tidak memiliki penyakit apapun dan tidak adanya faktor eksogen, yang paling sering dialami pasien adalah kondisi peradangan.

Umumnya terjadinya peradangan bisa dipicu oleh keberadaan karang gigi atau makanan yang menyelip, sehingga menyebabkan perubahan warna karena radang akibat gangguan anomali pada gigi dan jaringan pendukung gigi.

Satu-satunya jalan untuk bisa mereduksinya adalah dengan cara menyembuhkan kondisi anomali.

Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati juga mengingatkan untuk menjaga kebersihan dan agar tidak terjadi radang pada area tersebut.

Hal ini lantaran kondisi radang bisa memicu kondisi perubahan warna.

Perubahan warna pada gusi bisa membuat seseorang untuk enggan berbicara karena merasa kurang percaya diri.

Baca juga: Efek Samping Suntik Putih pada Kulit yang Harus Diwaspadai menurut dr. Azizah Amalia Bastian, Sp.KK

Ilustrasi memahami perubahan warna gusi, begini penuturan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
Ilustrasi memahami perubahan warna gusi, begini penuturan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (Pixabay.com)

Baca juga: Fakta-fakta Seputar Kanker Prostat, Waspadai Gejala Pembengkakan pada Area Selangkangan dan Kaki

Apabila berlangsung lama tentu akan menurunkan kualitas hidup seseorang.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved