Breaking News:

drg. Lina Nurdianty Beberkan Beberapa Manfaat yang Didapat Jika Mengunjungi Dokter Gigi Secara Rutin

Menurut drg. Lina Nurdianty manfaat yang didapatkan ketika mengunjungi dokter gigi di antaranya adalah pasien bisa mengetahui keadaan gigi geligi.

Pixabay.com
Ilustrasi mengunjungi dokter gigi secara rutin, begini pemaparan drg. Lina Nurdianty 

TRIBUNHEALTH.COM - Umumnya masyarakat mengunjungi dokter gigi jika sudah dalam keadaan sakit.

"Apalagi sudah sakit berdenyut, tidak bisa tidur, giginya bengkak baru datang ke dokter gigi," tutur Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty.

"Padahal sebaiknya kita rutin periksa ke dokter gigi itu minimal 6 bulan sekali untuk memeriksakan," sambung Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty.

Manfaat mengunjungi dokter gigi secara rutin

Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty menegaskan jika banyak sekali manfaat yang didapat apabila mengunjungi dokter gigi secara rutin.

Manfaat yang didapatkan diantaranya adalah pasien bisa mengetahui keadaan gigi geligi.

Baca juga: Memahami Penyebab Jerawat, dr. Veronica: Rupanya Penggunaan Minyak Rambut Bisa Memicu Jerawat

Ilustrasi dokter gigi sedang melakukan pemeriksaan, simak ulasan drg. Lina Nurdianty
Ilustrasi dokter gigi sedang melakukan pemeriksaan, simak ulasan drg. Lina Nurdianty (Pixabay)

Baca juga: Mengenal Sleep Walking, Fenomena Tidur Berjalan yang Sering Terjadi pada Anak-anak

"Jadi apakah ada lubang gigi diseluruh permukaan gigi kita, kita bisa tahu," ungkapnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Cirebon program Tribun Health edisi 24 Agustus 2022.

"Kemudian kita juga bisa mengetahui apakah gusi kita ada radang gusi atau misalnya ada kalkulus atau karang gigi atau mungkin ada sisa akar," ucap Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty.

Menurut Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty sisa akar adalah gigi yang sudah rusak dan tinggal akarnya saja.

"Itu bisa menjadi fokus infeksi, membuat gusi bengkak. Itu pasien terkadang tidak menyadari," ulas drg. Lina.

Padahal perlu dipahami jika kondisi ini menjadi fokus infeksi.

drg. Lina Nurdianty memaparkan jika sisa akar tersebut harus dicabut.

"Apalagi untuk gigi anak-anak itu ada masa gigi campuran dari usia 6-12 tahun itu harus rutin orang tuanya mengajak putra putrinya ke dokter gigi untuk periksa giginya," tambahnya.

Masa gigi campuran adalah masa dimana gigi susu sudah harus tanggal dan gigi dewasa mulai tumbuh.

Baca juga: Cenderung Mengantuk di Siang Hari? Lakukan Power Nap untuk Tingkatkan Kinerja Tubuh

ilustrasi pemeriksaan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi, begini keterangan drg. Lina Nurdianty
ilustrasi pemeriksaan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi, begini keterangan drg. Lina Nurdianty (kompas.com)

Baca juga: Memahami Penyebab Terjadinya Radang Usus Buntu Berdasarkan Pemaparan dr. Andreas

"Kadang-kadang ada yang double tuh. Gigi susunya belum lepas tapi gigi dewasanya sudah tumbuh. Jadi double," pungkasnya.

Perawatan kesehatan gigi tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, namun sedari dini sudah harus memerhatikan kesehatan gigi dan mulut.

Pasalnya setiap orang diimbau untuk mengunjungi dokter gigi secara berkala, setidaknya setiap 6 bulan sekali atau seperti yang disarankan oleh dokter gigi.

Secara umum ada dua hal yang dilakukan ketika mengunjungi dokter gigi secara rutin.

Pertama adalah konsultasi dan pemeriksaan.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved