Breaking News:

Penelitian Ungkap Long Covid Pengaruhi Kehidupan Seksual, Sebabkan Pria Kesulitan Ejakulasi

Baru-baru ini para peneliti telah menunjukkan bahwa long covid bahkan dapat mempengaruhi kehidupan seks

Kompas.com
ilustrasi terjadinya kesulitan ejakulasi akibat Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Cara termudah untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak, adalah dengan tes.

Namun, hasil tes negatif tidak selalu berarti dampak Covid-19 telah berakhir dan tubuh benar-benar pulih.

India Times menyebut hasil negatif hanya menunjukkan bahwa seseorang tidak mampu menginfeksi orang lain, diberitakan pada Selasa (23/8/2022).

Orang masih bisa mengalami gejala yang bertahan selama berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan.

Inilah kondisi yang selama ini dikenal sebagai long covid.

Sebelumnya telah diperbincangkan bahwa kondisi ini mempengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk jantung dan otak.

Namun baru-baru ini para peneliti telah menunjukkan bahwa long covid bahkan dapat mempengaruhi kehidupan seks.

Baca juga: Guru Besar FKG Unhas Adakan Penyuluhan kesehatan Gigi Mulut pada Penyintas Covid-19 di Luwu Timur

Ilustrasi orang terinfeksi Covid-19
Ilustrasi orang terinfeksi Covid-19 (kompas.com)

Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, para ahli menemukan tiga gejala yang dapat dikaitkan dengan penurunan kinerja seksual. 

Studi baru yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ), mengamati dan mengevaluasi lebih dari 500.000 orang yang telah terinfeksi virus corona.

Ditemukan bahwa partisipan mengeluh mengalami penurunan libido dan kesulitan ejakulasi.

Selanjutnya para peneliti juga menemukan bahwa rambut rontok adalah masalah jangka panjang yang umum terkait dengan penurunan kesehatan seksual.

Baca juga: 4 Gejala Kanker Ovarium yang Terlihat Sepele, Kembung hingga Nyeri saat Berhubungan Seksual

Dokter Sanghvi, pemimpin teknologi klinis di Dokter Online LloydsPharmacy, memberi penjelasan terkait hal ini

"Dalam pengalaman saya sebagai dokter, gejala-gejala ini dapat memengaruhi kepercayaan diri pria dan, dengan demikian, kehidupan seks mereka," paparnya.

“Sejak penelitian ini keluar, minat pada hubungan antara long covid dan gejala-gejala ini telah meroket,” tambahnya.

"Volume pencarian Google menunjukkan pertanyaan yang menanyakan 'Apakah Covid menyebabkan disfungsi ereksi' naik 650 persen dari minggu ke minggu, sementara pencarian untuk 'Rambut rontok akibat Covid panjang' meningkat 130 persen," tambahnya.

Baca juga: Berikut Dua Fungsi Hubungan Seksual yang Disampaikan Dokter Spesialis Andrologi

"Dalam pandangan saya, ini adalah bukti bahwa ini adalah sesuatu yang benar-benar diperhatikan pria."

Tidak hanya penting untuk memahami gejala-gejala ini secara rinci tetapi kita juga harus tahu bagaimana mengatasi masalah ini.

Dokter Sanghvi menyarankan hal yang sama.

Rambut rontok

Ilustrasi laki-laki yang mengalami rambut rontok
Ilustrasi laki-laki yang mengalami rambut rontok (lifestyle.kompas.com)

Menurut Dr. Sanghvi, pria harus membuat janji temu jika mereka mengalami gejala yang berhubungan dengan kehidupan seks yang negatif.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved