Breaking News:

Kopi Merupakan Antioksidan yang Baik, Dokter: Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung Koroner

Dokter Mega Febrianora, Sp. Jp, FIHA, FAPS menyebutkan bahwa kopi merupakan antioksidan yang baik.

kompas.com
Ilustrasi minum kopi 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Mega Febrianora, Sp. Jp, FIHA, FAPS menyebutkan bahwa kopi merupakan antioksidan yang baik.

Karena hal ini bisa membuat kopi dapat menjaga jantung dengan cara antioksidan tersebut.

Sehingga mampu menurunkan risiko kematian dan terserang penyakit jantung koroner.

Baca juga: Meski Tak Ada Larangan Mutlak, dr. Evi Novitasari Imbau Konsumsi Vitamin C 2 Jam setelah Minum Kopi

Pasalnya penyakit jantung koroner disebabkan oleh lemak.

Adanya antioksidan mampu menurunkan pembentukan lemak tersebut.

"Cuma dalam proses pembentukan lemak ada proses oksidatif yang berperan, sehingga dengan antioksidan yang dikasih mampu menurunkan risiko pembentukan lemak tersebut," kata Mega dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Jabar Video.

Ilustrasi minum kopi
Ilustrasi minum kopi (Pixabay)

Baca juga: Kontrol Hipertensi dengan Tips Sederhana, Mulai Kurangi Asupan Kopi hingga Perbanyak Olahraga

Hal lainnya, jika mengalami serangan jantung akhirnya bisa berdampak pada gagal jantung dan gangguan irama jantung.

Maka adanya mekanisme antioksidan dari kopi ini dapat menjaga jantung.

Kopi Bisa Bikin Asam Lambung Naik

Meski kopi dapat bermanfaat sebagai antioksidan dan melindungi jantung, namun konsumsi kopi memang bisa membuat asam lambung naik.

Ilustrasi asam lambung kembali naik
Ilustrasi asam lambung naik (jogja.tribunnews.com)
2 dari 4 halaman

Lantaran pada kopi terkandung zat asam yang disinyalir dapat berbenturan dengan lambung.

Disebutkan Mega, lambung akan menjadi lebih sensitif jika bertemu dengan keadaan asam.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Lambung saat Seseorang Makan Pedas Berlebihan, Simak dr. Kaka Renaldi, Sp.PD

Bila sudah demikian akan menyebabkan lambung mengalami iritasi akhirnya terjadilah asam lambung naik.

Meski begitu tak semua orang akan merasakan asam lambung naik setelah konsumsi kopi.

Mengingat banyak orang juga yang tak merasakan efek samping apapun setelah konsumsi kopi.

Ilustrasi kopi untuk kesehatan
Ilustrasi kopi untuk kesehatan (Pixabay)

"Banyak juga kok yang minum kopi biasa saja," ucap Mega.

Tanda Tidak Cocok Minum Kopi

Bila setelah mengonsumsi kopi menimbulkan reaksi tidak nyaman, itu bisa menjadi pertanda bahwa orang tersebut tidak cocok mengonsumsi kopi.

Di antaranya insomnia mencapai 12 jam dan sering ke kamar mandi.

Baca juga: Insomnia hingga Depresi Dapat Sebabkan Pria Merasa Kurang Energi, Simak Penyebab Lainnya Berikut Ini

"Jadi kita harus melihat dahulu nih, respon tubuh kita cocok atau tidak sama kopi," ucap Mega.

3 dari 4 halaman

Selain hal di atas, setelah mengonsumsi kopi tak jarang membuat jantung serasa berdetak lebih cepat.

Ilustrasi jantung
Ilustrasi jantung berdetak (kompas.com)

Hal ini terkadang membuat seseorang merasa khawatir atas risiko pasca minum kopi.

Mega mengatakan bahwa jantung berdebar adalah efek samping minum kopi.

Dalam hitungan heart rate yang normal ialah 60 sampai 100 kali per menit (tanpa melakukan aktivitas padat atau berolahraga).

Baca juga: dr. Kaka Renaldi Imbau untuk Tidak Makan Cabai Sambil Minum Kopi atau Minum Soda, Begini Akibatnya

Seharusnya setelah mengonsumsi kopi heart rate tak boleh lebih dari angka di atas.

Namun bila ditemukan heart rate lebih dari 100 kali per menit maka bisa dilakukan evaluasi.

Bisa jadi jenis kopi yang diminum tidak cocok.

Takaran Mengonsumsi Kopi

Ilustrasi minum kopi
Ilustrasi minum kopi (kompas.com)

Kini minuman kopi banyak dikonsumsi bukan hanya oleh orang tua saja namun juga para usia muda.

Meski sudah menjadi tren, ada baiknya untuk membatasi jumlah kopi yang diminum setiap harinya.

4 dari 4 halaman

Berdasarkan penuturan Mega, dalam takaran mengonsumsi kopi perlu memperhatikan jumlah cup (cangkir kecil).

Baca juga: Kopi Punya Efek Paradoks, Justru Bikin Ngantuk dan Lelah saat Efek Kafein Telah Habis

Dalam takarannya 1 cangkir kecil teh berkisar 8 ons atau 235 ml.

Negara Amerika mengatakan mengonsumsi kopi sebanyak 3 hingga 5 cup saja sudah baik.

Ilustrasi minum kopi
Ilustrasi minum kopi (Pixabay)

Sementara Eropa lebih ringan setengah sampai 3 cup.

Dalam waktu mengonsumsi, tidak ada aturan baku yang perlu ditaati.

Baca juga: Minum Kopi di Pagi Hari Dapat Merusak Sistem Kekebalan Tubuh, Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

Maka dari aturan di atas, ditarik kesimpulan tidak dianjurkan mengonsumsi kopi lebih dari 5 cup per hari.

Hal ini berlaku bagi seluruh dunia, termasuk wilayah Indonesia.

"Pokonya disarankannya 5 cup saja, jangan lebih," papar Mega.

Baca juga: Gaya Hidup Ini Bisa Sebabkan Rasa Lelah Sepanjang Waktu, Termasuk Banyak Minum Kopi

Penjelasan dr. Mega Febrianora, Sp. Jp, FIHA, FAPS ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Jabar Video.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved