Breaking News:

Situasi Covid-19 di Indonesia Mengalami Kenaikan, Prof. Wiku Beberkan Beberapa Potensi Penyebabnya

Menurut Prof. Wiku Adisasmito kasus mingguan dan kasus aktif mengalami peningkatan sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

megapolitan.kompas.com
Ilustrasi peningkatan kasus Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito benarkan kasus Covid-19 mengalami peningkatan di bulan Juni 2022 

TRIBUNHEALTH.COM - Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 per tanggal 14 Juni 2022.

Seperti yang diketahui bahwa beberapa minggu terakhir terjadi kenaikan kasus mingguan dari sebelumnya sebanyak 1.800 kasus diakhir bulan Mei 2022 menjadi 3.600 kasus pada minggu lalu.

Selain itu, tidak hanya kasus mingguan. Kasus aktif juga mengalami peningkatan.

Di akhir bulan Mei 2022 menunjukkan jika kasus aktif berkisar di angka 2.900 sedangkan per tanggal 13 Juni 2022 berkisar di angka 4.900.

Baca juga: Ketahui Dampak atau Risiko Terburuk jika Gangguan Bipolar Tidak Bisa Dikendalikan

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 14 Juni 2022.

Ilustrasi kasus Covid-19 meningkat
Ilustrasi kasus Covid-19 meningkat, Prof. Wiku Adisasmito sebut kasus mingguan dan kasus aktif alami kenaikan (kompas.com)

Baca juga: Tips untuk Cegah dan Perlambat Keparahan Gagal Jantung, Olahraga hingga Kelola Faktor Risiko

Tentunya kenaikan kasus ini perlu menjadi perhatian kita bersama karena apabila tidak dimitigasi dengan baik maka kasus dapat terus mengalami kenaikan.

Kemudian jika dilihat dari beberapa negara tetangga, meskipun Indonesia menunjukkan kenaikan kasus namun jumlah kasusnya masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga lainnya.

Sebagai perbandingan per tanggal 11 Juni 2022 jumlah kasus harian di Indonesia sebesar 574 kasus, sedangkan di Malaysia sebesar 1.709 kasus, Thailand sebesar 2.474 kasus, Singapura 1.128 kasus, India 8.582 kasus, bahkan di Australia sebesar 16.393 kasus.

Tentunya dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar dibandingkan dengan negara lainnya, jumlah kasus harian saat ini masih dapat dikatakan rendah.

Kenaikan kasus yang saat ini terjadi perlu untuk kita upayakan bersama-sama untuk menekan semaksimal mungkin mengingat kita telah berhasil mempertahankan penurunan kasus.

Sehingga baik kasus harian dan mingguan tetap rendah selama 2 bulan berturut-turut.

Baca juga: Memasuki Masa Transisi Pandemi, Jubir Covid-19 Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada dan Siaga

Ilustrasi kenaikan kasus Covid-19
Ilustrasi kenaikan kasus Covid-19, menurut Prof. Wiku Adisasmito setelah melandai kini mengalami peningkatan (nasional.kompas.com)

Baca juga: Slimming Treatment Tidak Disarankan untuk Ibu Hamil & Ibu Menyusui, Begini Ulasan dr. Meity Bachtiar

Sampai dengan saat ini belum dapat disimpulkan penyebab pasti terjadinya kenaikan tren kasus positif dan kasus aktif.

Namun beberapa potensi penyebab dapat diidentifikasi seperti mobilitas penduduk yang terus mengalami kenaikan jika dibandingkan sepanjang tahun 2021 dan seiring dengan melandainya kasus Covid-19 dapat berpotensi meningkatkan interaksi antar masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya.

Aktivitas masyarakat yang sudah kembali normal di tempat publik dan juga kegiatan-kegiatan berskala besar yang dihadiri oleh banyak orang berpotensi meningkatkan interaksi antar masyarakat yang juga dapat meningkatkan potensi penularan.

Kedisiplinan protokol kesehatan yang mulai terlihat longgar di tengah masyarakat seiring dengan melandainya kasus Covid-19.

Dapat kita lihat di tempat umum dan juga di lingkungan pemukiman bahwa penggunaan masker sudah mulai longgar dan tidak sedisiplin saat kasus mengalami peningkatan yang lalu.

Baca juga: Berbagai Masalah yang Rentan Terjadi pada Email Gigi, Simak Ulasan drg. R. Ngt. Anastasia

Ilustrasi varian baru Covid-19 yang terus bermutasi
Ilustrasi varian baru Covid-19 yang terus bermutasi, Prof. Wiku Adisasmito imbau untuk waspada ancaman mutasi virus baru (kompas.com)

Baca juga: Tak Hanya Melindungi Diri Sendiri, Melakukan Vaksinasi Covid-19 Juga Melindungi Orang Lain

Selain itu, penting juga bagi kita untuk mewaspadai ancaman mutasi virus baru varian BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk ke Indonesia.

Varian ini pertama dilaporkan di Indonesia pada tanggal 06 Juni 2022 dan sampai saat ini sebanyak 8 kasus telah teridentifikasi.

Baca juga: Apa yang Menyebabkan Stroke Berulang Kembali? Begini Kata dr. Nilla Mayasari, M.Kes., Sp.KFR-K

Penjelasan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 14 Juni 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved