Breaking News:

Prof. Wiku Adisasmito: Waspadai Ancaman Mutasi Varian BA.4 dan BA.5, Begini Karakteristiknya

Menurut Prof. Wiku Adisasmito varian BA.4 sudah diidentifikasi di 61 negara, sementara vvarian BA.5 sudah diidentifikasi di 65 negara.

kompas.com
Ilustrasi varian baru Covid-19 yang terus bermutasi, Prof. Wiku Adisasmito imbau untuk waspadai mutasi virus baru varian BA.4 dan BA.5 

TRIBUNHEALTH.COM - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito imbau untuk mewaspadai ancaman mutasi virus baru varian BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk ke Indonesia.

Varian ini pertama dilaporkan di Indonesia pada tanggal 06 Juni 2022 dan sampai saat ini sebanyak 8 kasus telah teridentifikasi.

Prof. Wiku Adisasmito terangkan karakteristik dari varian ini.

Secara epidemiologi, varian BA.4 sudah diidentifikasi di 61 negara melalui 7.524 sequence yang telah dilaporkan melalui GISAID.

Sequence paling banyak teridentifikasi di Afrika Selatan, kemudian di Amerika Serikat, Inggris, Denmark dan Israel.

Baca juga: dr. Marhaen Sebut Jumlah Sel Punca dalam Mengatasi Suatu Penyakit Tergantung Personalize Medicine

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 14 Juni 2022.

Ilustrasi varian BA.4 dan BA.5, Prof. Wiku Adisasmito ungkap karakteristik varian BA.4 dan BA.5
Ilustrasi varian BA.4 dan BA.5, Prof. Wiku Adisasmito ungkap karakteristik varian BA.4 dan BA.5 (nasional.kompas.com)

Baca juga: Mungkinkah Stretch Mark Akan Hilang dengan Sendirinya? Begini Keterangan dr. Irmadani Intan Pratiwi

Sedangkan untuk varian BA.5 sudah diidentifikasi di 65 negara melalui 10.442 sequence yang telah dilaporkan melalui GISAID.

Sequence paling banyak teridentifikasi di Amerika Serikat, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.

Transmisibilitas atau kemampuan transmisi dari varian ini memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dengan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibanding varian Omicron lainnya.

Penyebab kenaikan kasus penting untuk diperhatikan selama setidaknya 2 sampai 4 minggu kedepan mengingat perlu waktu untuk melihat dampak dari suatu kejadian atau faktor penyebab terhadap kenaikan kasus.

Selain itu, secara bersamaan penting juga untuk mulai dilakukan surveillance molekuler epidemiologi dengan metode yang benar dan sistematis.

Agar penyebab dari kenaikan kasus dan asal kasus yang beredar di masyarakat dapat terdeteksi dengan baik.

Terlepas dari apapun penyebab kenaikan kasus saat ini, yang penting untuk kita lakukan adalah gotong royong untuk kembali menekan kasus positif oleh seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah dari mulai tingkat nasional hingga daerah.

Dan cara termurah dan termudah adalah dengan kembali menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Baca juga: Mungkinkah Pengidap Bipolar Memiliki Niat untuk Mencelakai Diri Sendiri? Begini Kata Adib Setiawan

Ilustrasi peningkatan kasus Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito ingatkan disiplin protokol kesehatan
Ilustrasi peningkatan kasus Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito ingatkan disiplin protokol kesehatan (megapolitan.kompas.com)

Baca juga: Ketahui Dampak atau Risiko Terburuk jika Gangguan Bipolar Tidak Bisa Dikendalikan

Karena pada dasarnya mobilitas yang tinggi dan kembali normalnya aktivitas masyarakat tidak akan menyebabkan kenaikan kasus apabila setiap orang yang terlibat bertanggung jawab untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Termasuk penggunaan masker wajib bagi semua orang dan rajin mencuci tangan.

Prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian harus tetap diterapkan dalam kegiatan sehari-hari karena pandemi ini belum selesai.

Sewaktu-waktu kita tetap dapat mengalami kenaikan kasus kembali apabila tidak disiplin protokol kesehatan.

"Pada kesempatan ini saya kembali mengulang himbauan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Prof. Wiku Adisasmito.

Diharapkan, himbauan ini dapat menguatkan upaya mobilisasi masyarakat yang lebih sehat walau nanti pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir.

Baca juga: Slimming Treatment Tidak Disarankan untuk Ibu Hamil & Ibu Menyusui, Begini Ulasan dr. Meity Bachtiar

Ilustrasi kasus Covid-19 meningkat, menurut Prof. Wiku Adisasmito
Ilustrasi kasus Covid-19 meningkat, menurut Prof. Wiku Adisasmito penerapan protokol kesehatan yang disempurnakan secara efektif dapat melandaikan kasus Covid-19 di Indonesia (kompas.com)

Baca juga: Tak Hanya Melindungi Diri Sendiri, Melakukan Vaksinasi Covid-19 Juga Melindungi Orang Lain

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved