Breaking News:

Pasien Covid-19 Parah Kembangkan Diabetes saat Jalani Perawatan, Hanya Sementara?

Para peneliti mencoba mengungkap teka-teki di balik diagnosis diabetes pada pasien Covid-19 parah

pixabay.com
Ilustrasi gula darah tinggi saat alami Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Beberapa pasien Covid-19 parah yang dirawat di rumah sakit dilaporkan mengembangkan diabetes.

Fakta ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Journal of Diabetes and Its Complications.

Para peneliti mempelajari 594 pasien yang menunjukkan tanda-tanda diabetes saat dirawat di rumah sakit.

Di antara mereka termasuk 78 pasien tanpa diagnosis diabetes sebelumnya, dilansir TribunHealth.com dari Express.co.uk, Senin (28/2/2022).

Dibandingkan dengan pasien dengan diabetes yang sudah ada sebelumnya, banyak dari pasien yang baru didiagnosis memiliki masalah gula darah yang tidak terlalu parah tetapi Covid-19 yang lebih serius.

Studi ini menemukan bahwa 40 persen dari pasien yang baru didiagnosis telah kembali ke kadar gula darah normal.

Baca juga: Perusahaan Inggris dan Prancis Kembangkan Vaksin Baru, Diklaim Manjur Cegah Rawat Inap Akibat Covid

Baca juga: Mengenal Asal-usul Covid-19 Varian Siluman Omicron, Benarkah Lebih Menular?

ilustrasi diabetes
ilustrasi diabetes setelah terkena Covid (batam.tribunnews.com)

Para peneliti berhipotesis bahwa pasien dengan Covid-19 parah yang mengembangkan diabetes saat dirawat di rumah sakit mungkin hanya memiliki bentuk penyakit sementara dan kadar gula darah mereka dapat kembali normal sesudahnya.

"Ini menunjukkan kepada kita bahwa diabetes yang baru didiagnosis mungkin merupakan kondisi sementara yang terkait dengan stres akut infeksi Covid-19," kata rekan penulis studi, Dokter Sara Cromer dari Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston dalam sebuah pernyataan.

"Hasil kami menunjukkan bahwa kekurangan insulin, jika terjadi sama sekali, umumnya tidak permanen."

"Pasien ini mungkin hanya membutuhkan insulin atau obat lain untuk waktu yang singkat, dan oleh karena itu penting bagi dokter untuk mengikuti mereka dengan cermat untuk melihat apakah dan kapan kondisi mereka membaik."

Apa kaitannya dengan Covid-19?

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

Baca juga: Hanya Tutupi Hidung, Apakah Masker Kosk Bisa Tangkal Virus Corona? Simak Penjelasan Ahli Berikut

Baca juga: Omicron Bukan Varian Terakhir Covid-19 , Pakar Ingatkan Virus Corona Bakal Terus Bermutasi

Peradangan di dalam tubuh yang disebabkan oleh Covid diketahui menyebabkan resistensi insulin, ciri diabetes tipe 2.

Hal ini berarti tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya dengan tepat.

Infeksi Covid juga menggunakan protein yang ditemukan di permukaan beberapa sel, yang disebut ACE-2, untuk masuk dan menginfeksi mereka.

ACE-2 ditemukan di pankreas dan ada beberapa bukti menunjukkan ini membuatnya rentan terhadap infeksi virus corona.

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

Baca juga: Pemakaian Mouthwash Selama 30 Detik dapat Mematikan Virus Corona? Begini Ulasan drg. Anastasia

Baca juga: Studi Terbaru Sebut Vaksin Pfizer 41 Kali Kurang Efektif Lawan Virus Corona Varian Omicron

Kadar gula darah pada beberapa orang dengan Covid naik karena stres yang dialami tubuh saat mencoba melawan infeksi, atau karena beberapa obat yang digunakan untuk mengobatinya, kata Diabetes UK.

Situs kesehatan itu tidak yakin apakah kadar gula darah tinggi pada orang dengan Covid kembali normal setelah mereka pulih sepenuhnya.

"Ini bisa terkait dengan efek virus corona pada tubuh, atau efek perubahan gaya hidup akibat pandemi, mempercepat diagnosis diabetes tipe 2 atau mengungkap tipe 2 yang ada," kata situs tersebut.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved