Breaking News:

Adakah Cara Menambah Berat Badan dengan Cepat bagi Penderita GERD? Begini Jawaban Ahli Gizi

Penyakit asam lambung tidak boleh disepelekan. Asam lambung bisa terjadi kapan saja jika pola makan tidak benar dan tidak memperhatikan frekuensinya.

medan.tribunnews.com
ilustrasi menimbang berat badan 

TRIBUNHEALTH.COM - Naiknya asam lambung bisa dialami oleh remaja hingga orangtua.

Asam lambung adalah munculnya rasa terbakar pada dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Kadar asam lambung yang naik bisa menyebabkan kadar keasaman lambung menjadi tinggi.

Sehingga dapat mengakibatkan tubuh mengalami gangguan pada pencernaan, kerongkongan, dan mulut.

Naiknya asam lambung bisa ditandai dengan beberapa gejala.

Salah satu gejala khas dari asam lambung adalah munculnya rasa panas pada bagian dada.

ilustrasi menimbang berat badan
ilustrasi menimbang berat badan (medan.tribunnews.com)

Baca juga: Ketentuan Isolasi Mandiri pada Pasien yang Terkonfirmasi Positif Omicron

Produksi asam lambung yang berlebihan dapat merusak fungsi dan kondisi lambung.

Meskipun asam lambung tidak menyebabkan kematian, bukan berarti keadaan tersebut boleh disepelekan.

Apabila asam lambung tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka bisa menyebabkan berbagai komplikasi pada kesehatan penderitanya.

Pada dasarnya penderita asam lambung meskipun telah sembuh dari suatu gejala yang parah, dapat mengalami kekambuhan berulang.

2 dari 4 halaman

Sehingga ia tetap harus menjaga dietnya, karena kekambuhan asam lambung ini bisa terjadi kapan saja jika pola makan tidak benar.

Pada penderita asam lambung tidak hanya jenis maknanan saja yang diperhatikan, namun juga pada jumlah, dan frekuensinya.

Baca juga: Persiapan Sebelum Melakukan Tindakan Rekonstruksi Rahang dari drg. A. Tajrin, M.Kes., Sp.BM (K)

Makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita asam lambung adalah yang bertekstur lembut dan tidak terlalu keras.

Makanan pokok berupa nasi atau yang lain, masaklah dengan kandungan air yang lebih dari biasanya, sehingga tekstur lebih lembut.

Minuman yang harus dihindari adalah kafein, minuman bersoda dan beralkohol, coklat dan olahannya, beras ketan dan olahannya.

Beberapa makanan yang harus dihindari adalah makanan pedas, buah-buahan yang asam dan megandung gas (jeruk, tomat, strawberry, nangka, durian). sayuran mentah (masak dulu sayuran sebelum dimakan hingga lebih empuk dan mudah dicerna), asyuran mengandung gas (kol, brokoli, kobis), roti yang mengandung bahan pengembang jangan dikonsumsi saat perut kosong.

Aturan makan pada penderita asam lambung adalah makan porsi kecil tapi sering.

Baca juga: Ini yang Akan Terjadi pada Tubuh Jika Tidur Berkualitas Tak Tercukupi, Penyakit Alzheimer Mengintai

Meskipun penderita asam lambunh ingin segera menaikkan berat badan, tidak benar jika pasien yang sembuh dari asam lambung langsung makan dalam jumlah besar.

Penderita asam lambung jika makan dalam jumlah besar dapat menimbulkan tekanan dalam perut dan menyebabkan muntah (refluks).

Aturan makan pendrita asam lambung yakni makan yang biasanya 3 kali makan utama dan 2 kali snack dalam sehari, gantilah dengan misalnya 5 kali makan utama dan 2 kali snack.

3 dari 4 halaman

Makan cukup sekitar 4-5 sendok makan setiap kali makan, senyaman perut anda rasakan dan berhentilah sebelum kenyan dan bisa makan kembali setelah 2 atau 3 jam kemudian.

Penderita asam lambung perlu menghindari kebiasaan menahan lapar dan makan terlalu kenyang.

Baca juga: Berikut Ini 3 Penyebab Tukak Lambung, Termasuk Infeksi Bakteri

Seseorang dengan asam lambung tidak diperbolehkan menahan lapar dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan jumlah asam lambung di perut dan akhirnya akan melukai dinding asam lambung.

Penderita asam lambung yang ingin menambah berat badan harus mengonsumsi asupan gizi lengkap berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Asupan gizi lengkap ini bisa didapat dengan melengkapkan komposisi makanan setiap makan utama yaitu wajib adanya makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah.

Bagi penderita asam lambung yang ingin menambah berat badan disarankan untuk pilih camilan yang padat gizi, yang juga terkandung protein, vitamin dan mineral, jangan hanya karbohidrat (tepung-tepungan) dan gula saja.

Camilan yang mengandung padat gizi sebagai contoh, tahu goreng dengan telur puyuh, wortel dan buncis, pisang goreng bisa ditambahkan saus kacang, pastel isi ayam, roti isi daging, dan lain sebagainya.

Baca juga: Gusi Sehat Harusnya Tak Berdarah saat Disikat, Waspadai Gejala Penyakit Gingivitis

Hindari berbaring setelah makan.

Duduklah sekitar 1 jam setelah anda makan, baru bisa berbaring atau tidur.

Langsung berbaring setelah makan dapat menyebabkan refluks.

4 dari 4 halaman

Adakah cara menambah berat badan dengan cepat bagi penderita GERD?

Berikut adalah penjelasan Winda Irwanti, seorang Ahli Gizi Profesional.

Winda Irwanti merupakan lulusan sarjana dari Universitas Gadjah Mada, dengan jurusan S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran.

Setelah lulus dari pendidikan sarjana, ia melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, minat Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada.

Pada tahun 2011 sampai dengan sekarang ia adalah seorang dosen pada Program Studi Gizi di Universitas Alma Ata Yogyakarta.

Baca juga: Penderita Diabetes Lebih Mudah Mengalami Dehidrasi, Minimalkan Risiko dengan Cara Berikut

Kemudian pada tahun 2012 sampai tahun 2015 beliau menjadi Ketua Program Studi Gizi Universitas Alma Ata.

Selain itu, dari tahun 2019 sampai dengan sekarang ia juga berperan sebagai konsultan food product pada beberapa industri kuliner di Yogyakarta.

Profil lengkap Winda Irwanti bisa dilihat disini.

Pertanyaan:

Adakah cara menambah berat badan dengan cepat bagi penderita GERD?

Anggra, Solo

Winda Irwanti menjawab:

Peningkatan berat badan tidak perlu langsung naik dengan cepat, asal pola makan yang dilakukan sudah benar.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved