Breaking News:

Semprotan Hidung 'Anti Covid-19' Diklaim Bisa Lawan Semua Varian, Termasuk Omicron

University of Helsinki kembangkan perawatan Covid-19 berupa semprotan untuk hidung

tribunnews.com
Ilustrasi seseorang terpapar virus corona 

TRIBUNHEALTH.COM - Perawatan semprotan hidung diklaim dapat memberi perlindungan dari Covid-19 untuk waktu yang singkat.

Perawatan tersebut sedang dikembangkan oleh para ilmuwan di University of Helsinki, di Finlandia.

Metode ini telah menunjukkan kemampuan untuk memblokir infeksi virus corona hingga delapan jam dalam studi laboratorium, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Daily Mail, Selasa (11/1/2022).

Semprotan hidung ini belum diuji pada manusia dan studi laboratorium juga belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Semprotan hidung ini dimaksudkan untuk digunakan oleh pasien dengan gangguan kekebalan dan orang lain dengan kerentanan parah terhadap Covid.

Semprotan tersebut bekerja dengan menghalangi virus untuk bereplikasi di hidung.

Baca juga: Sebuah Penelitian Sebut Pilek Biasa Dapat Memberikan Perlindungan Terhadap Covid-19

Baca juga: Para Ahli Menilai Deltacron Hanya Kesalahan Laboratorium, Bukan Varian Baru Covid-19

ilustrasi mengalami pilek akibat covid
ilustrasi mengalami pilek akibat covid (kompas.com)

Dalam studi laboratorium, alat ini telah bekerja dengan baik terhadap semua varian, tidak seperti perawatan antibodi monoklonal populer yang kurang efektif terhadap omicron.

Meskipun tidak dapat menggantikan vaksin, pengobatan ini dapat memberikan perlindungan tambahan bagi mereka yang membutuhkan peningkatan sistem kekebalan ekstra dan mungkin menjadi dasar untuk pengobatan lain di masa depan.

Orang dengan gangguan kekebalan telah melemahkan sistem kekebalan karena pengobatan kanker, transplantasi organ, infeksi HIV, dan kondisi lainnya.

Orang-orang ini sangat rentan terhadap gejala Covid yang parah.

Rangkaian vaksin tipikal mungkin tidak memberikan dorongan yang cukup bagi sistem kekebalan mereka untuk secara efektif melindungi dari virus.

Akibatnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merekomendasikan bahwa semua orang Amerika yang memiliki sistem kekebalan di atas usia lima tahun, perlu menerima dosis vaksin tambahan.

Baca juga: dr. Linda Lukitari Waseso : Sebelum Vaksin Covid-19 sebaiknya Donor Darah

Baca juga: Bos Merck Yakin Pil Molnupiravir Dapat Lawan Omicron dan Varian Lain Virus Corona

Warga menjalani vaksinasi Covid-19 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bunga Rampai 3, Jakarta Timur, Jumat (9/7/2021). Vaksinasi Covid-19 itu menggunakan mobil vaksin keliling yang belum lama diluncurkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Terdapat 16 mobil vaksin keliling yang beroperasi di Jakarta. Dengan mobil vaksin keliling, dapat mempercepat vaksinasi Covid-19 sehingga cepat mencapai herd immunity alias kekebalan komunitas.
Warga menjalani vaksinasi Covid-19 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bunga Rampai 3, Jakarta Timur, Jumat (9/7/2021). Vaksinasi Covid-19 itu menggunakan mobil vaksin keliling yang belum lama diluncurkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Terdapat 16 mobil vaksin keliling yang beroperasi di Jakarta. Dengan mobil vaksin keliling, dapat mempercepat vaksinasi Covid-19 sehingga cepat mencapai herd immunity alias kekebalan komunitas. (Tribunnews/Herudin)

Dalam beberapa bulan mendatang, badan tersebut juga dapat merekomendasikan agar orang yang mengalami gangguan kekebalan mendapatkan suntikan keempat.

Israel telah merekomendasikan dosis keempat untuk penduduk dengan gangguan kekebalan, serta petugas kesehatan dan orang dewasa di atas usia 60 tahun.

Selain vaksinasi lanjutan, banyak peneliti sekarang mengejar perawatan khusus untuk orang dengan gangguan kekebalan dan orang berisiko tinggi lainnya yang dapat melengkapi vaksinasi.

Misalnya, pada bulan Desember, Food and Drug Administration (FDA) mengizinkan pengobatan antibodi monoklonal yang dibuat oleh AstraZeneca yang dirancang untuk mencegah infeksi Covid pada pasien berisiko tinggi.

Perawatan semprot hidung baru, yang sedang dikembangkan oleh para ilmuwan di Universitas Helsinki, juga dapat menjadi pilihan yang berguna bagi pasien ini.

ilustrasi virus corona
ilustrasi virus corona (tribunnewswiki.com)

Baca juga: dr. Reisa Broto Asmoro Ingatkan Disiplin Prokes,Virus Corona Bermutasi Hingga Ada Varian Baru

Baca juga: Virus Corona Varian AY.4.2 Lebih Sulut Disadari, Kebanyakan Kasus Tanpa Gejala

Perawatan tersebut dijelaskan dalam pracetak yang diposting pada akhir Desember, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.

“Penggunaan profilaksisnya dimaksudkan untuk melindungi dari infeksi SARS-CoV-2,” Kalle Saksela, ahli virus di Universitas Helsinki dan penulis utama penelitian tersebut, mengatakan kepada Gizmodo melalui email.

"Namun, ini bukan vaksin, atau dimaksudkan untuk menjadi alternatif vaksin," kata Saksela.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved