Breaking News:

Pencipta Vaksin AstraZeneca Ingatkan Pandemi Berikutnya Lebih Menular dan Mematikan dari Covid-19

Pencipta vaksin tersebut juga menyoroti kemungkinan vaksin yang tidak bisa bekerja melawan omicron

Pixabay
Seorang pekerja medis menunjukkan botol vaksin AstraZeneca melawan virus corona Covid-19 di sebuah rumah sakit di Phnom Penh pada 22 Maret 2021. 

TRIBUNHEALTH.COM - Kemungkinan pandemi di masa depan bakal lebih mematikan dibanding pandemi Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia.

Hal itu disampaikan oleh salah satu pencipta vaksin Oxford-AstraZeneca, Profesor Dame Sarah Gilbert, dalam Kuliah Richard Dimbleby ke-44.

Dia mengingatkan rangkaian vaksin saat ini bisa jadi kurang efektif terhadap varian omicron yang baru ditemukan dari virus corona.

"Ini bukan yang terakhir kalinya sebuah virus mengancam hidup dan mata pencaharian kita," kata Profesor Gilbert dilansir TribunHealth.com dari Independent, Senin (6/12/2021).

"Sebenarnya, yang berikutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular, atau lebih mematikan, atau keduanya."

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Punya Efek Samping Pembekuan Darah, Ilmuwan Telah Temukan Penyebabnya

Baca juga: AstraZeneca Kembangkan Injeksi Antibodi Virus Corona, Terbukti Bisa Cegah dan Obati Covid-19

Ilustrasi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547
Ilustrasi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 (Tribunnews.com)

Dr Gilbert menambahkan bahwa kemajuan ilmiah yang dibuat dalam penelitian melawan virus mematikan "tidak boleh hilang".

“Kemajuan yang telah kita buat, dan pengetahuan yang telah kita peroleh, tidak boleh hilang,” katanya.

Dr Gilbert, seorang profesor vaksinologi di Universitas Oxford, dipuji karena telah menyelamatkan jutaan nyawa melalui perannya dalam merancang vaksin anti-Covid dalam waktu singkat.

Dengan pengalaman satu dekade di bidang pembuatan vaksin, ia memprakarsai proyek vaksin SARS-CoV-2 pada awal 2020 ketika Covid pertama kali muncul di China.

Vaksin AstraZeneca yang dikembangkan oleh timnya digunakan di lebih dari 170 negara.

Baca juga: Ilmuwan Oxford Gunakan Teknologi Vaksin AstraZeneca untuk Lawan Sel Kanker

Baca juga: Peneliti Ungkap AstraZeneca dan Pfizer Efektif Lawan Varian Delta, Jeda Vaksinasi Tak Berpengaruh

Ilustrasi penyebaran virus corona varian delta dan omicron -- FOTO: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan program vaksinasi bagi 1000 pekerja atau buruh di Kantor Kemnaker, Jalan Gatot Subroto,Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021). Pelaksanaan vaksinasi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day Tahun 2021.
Ilustrasi penyebaran virus corona varian delta dan omicron -- FOTO: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan program vaksinasi bagi 1000 pekerja atau buruh di Kantor Kemnaker, Jalan Gatot Subroto,Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021). Pelaksanaan vaksinasi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day Tahun 2021. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
2 dari 2 halaman

Dia menerima penghargaan awal tahun ini untuk layanan sains dan kesehatan masyarakat.

Di tengah kekhawatiran tentang varian omicron, yang sekarang ditemukan di 30 negara, dia mengatakan protein lonjakan varian ini "mengandung mutasi yang sudah diketahui meningkatkan penularan".

Setelah munculnya varian baru, beberapa negara termasuk Inggris dan AS telah memperketat pembatasan perbatasan mereka dan menghentikan perjalanan dari negara-negara Afrika Selatan, di mana omicron pertama kali terdeteksi.

Mulai Selasa (7/12/2021), semua penumpang yang tiba di Inggris akan diminta untuk menunjukkan bukti RT-PCR negatif atau tes aliran lateral yang diambil tidak lebih awal dari 48 jam sebelum keberangkatan.

Baca juga: Bos Moderna Sebut Kemungkinan Vaksin Kurang Efektif Lawan Varian Omicron, Bakal Dimodifikasi?

Baca juga: Virus Corona Varian Omricon Masuk Inggris, Ahli Percaya Vaksinasi Tetap Bisa Melindungi dari Infeksi

Ilustrasi vaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (Pexels.com)

Pemerintah Inggris juga mendorong orang-orang untuk segera disuntik booster Covid-19 untuk meningkatkan tingkat perlindungan saat negara itu memasuki musim dingin.

Demikian pula, sebuah laporan menyatakan bahwa hampir dua dari tiga orang yang tinggal di rumah belum menerima suntikan booster mereka.

The Daily Telegraph melaporkan bahwa analisis Whitehall yang tidak dipublikasikan menemukan bahwa hanya 170.000 orang yang tinggal di rumah telah menerima dosis vaksin mereka pada akhir minggu lalu.

Baca berita lain tentang berita kesehatan lain di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved