Breaking News:

AstraZeneca Kembangkan Injeksi Antibodi Virus Corona, Terbukti Bisa Cegah dan Obati Covid-19

Injeksi antibodi bisa menjadi solusi bagi mereka yang tak bisa mendapatkan vaksin karena alasan tertentu

Pexels.com
Ilustrasi injeksi antibodi Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - AstraZeneca telah mengembangkan injeksi antibodi Covid-19, yang terbukti mampu mencegah dan mengobati infeksi akibat virus tersebut.

Baru-baru ini, perusahaan telah mengajukan permohonan ke FDA alias Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS untuk otorisasi penggunaan darurat untuk AZD7442.

Injeksi AZD7442 terdiri atas dua antibodi, yang diberikan sebagai pencegahan dini, dilansir TribunHealth.com dari Independent, Selasa (12/10/2021).

Dikatakan, data uji coba menunjukkan pengobatan secara efektif mencegah perkembangan gejala parah pada pasien virus corona dengan gejala ringan atau sedang, jika dibandingkan dengan plasebo.

Sebagian besar dari 903 pasien non-rumah sakit dalam uji coba berisiko tinggi berkembang menjadi Covid-19 yang parah, termasuk mereka yang memiliki berbagai kondisi kesehatan.

Baca juga: Dampak Ibu Hamil yang Terpapar Covid-19 Varian Delta, Simak Penjelasan dr. Bayu Winarno, Sp. OG

Baca juga: Apakah Ibu Hamil yang Terpapar Covid-19 Harus Operasi Caesar? Ini Kata dr. Bayu Winarno, Sp. OG

Ilustrasi test Covid-19.
Ilustrasi test Covid-19. (Freepik.com)

Studi ini menemukan dosis tunggal 600mg AZD7442 yang disuntikkan ke otot mengurangi risiko kematian atau penyakit parah hingga 50 persen, jika dibandingkan dengan plasebo, pada orang yang telah menunjukkan gejala selama tujuh hari atau kurang.

Untuk orang yang dirawat dalam waktu lima hari sejak gejala pertama muncul, angka itu mencapai 67 persen.

Hasilnya belum dipublikasikan dalam jurnal medis peer-review.

Hugh Montgomery, seorang profesor kedokteran perawatan intensif di University College London dan peneliti utama dalam uji coba tersebut memberikan keteragan.

“Dengan berlanjutnya kasus infeksi Covid-19 yang serius di seluruh dunia, ada kebutuhan signifikan untuk terapi baru seperti AZD7442 yang dapat digunakan untuk melindungi populasi yang rentan tertular Covid-19 dan juga dapat membantu mencegah perkembangan penyakit parah,” katanya.

Baca juga: Dr. Mursyid Bustami,Sp.S, KIC Tegaskan Jika Vaksin COVID-19 Tidak Meningkatkan Kekentalan Darah

Baca juga: Ibu Hamil Lebih Berisiko Alami Pendarahan Berat jika Terpapar Covid, Vaksinasi Jadi Kunci Pencegahan

Ilustrasi vaksinasi. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 pada warga.
Ilustrasi vaksinasi. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 pada warga. (TRIBUNNEWS/Jeprima)

Suntikan antibodi ini telah disebut-sebut sebagai alternatif bagi orang yang tidak dapat melakukan vaksinasi normal atau merespons vaksin Covid-19 dengan buruk.

Mereka dengan kondisi kesehatan tertentu juga bisa memanfaatkan vaksin ini.

Sebuah studi terpisah dari AZD7442 yang diterbitkan pada bulan Agustus menunjukkan tidak ada kasus Covid-19 yang parah atau kematian terkait virus corona pada mereka yang dirawat.

Studi terhadap lebih dari 5.000 orang dewasa menemukan AZD7442 mengurangi risiko pengembangan gejala Covid-19 sebesar 77 persen dibandingkan dengan plasebo.

Lebih dari 75 persen orang dalam uji coba itu memiliki masalah kesehatan yang menempatkan mereka pada peningkatan risiko penyakit parah, atau memiliki respons kekebalan yang berkurang terhadap vaksinasi.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved