Breaking News:

Penyebab dan Cara Deteksi Mata Malas pada Anak, Bisa Disebabkan Penggunaan Gadget?

Mata malas merupakan kondisi yang banyak dialami anak, perlu diatasi agar tak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius

Pixabay
Ilustrasi - Anak main gadget 

TRIBUNHEALTH.COM -  Amblyopia merupakan kondisi mata yang banyak dijumpai pada anak.

Amblyopia lebih dikenal dengan mata malas di kalangan awam.

Secara umum, mata dan otak orang yang mengalami kondisi ini tak terhubung dengan baik.

Akibatnya, otak cenderung menggunakan salah satu mata saja, sebagiamana dibahas dalam program Ayo Sehat Kompas TV.

Akibatnya pengelihatan orang yang mengalaminya akan menurun.

Efeknya, otak hanya akan memroses mata yang baik.

Baca juga: Pengobatan Penyakit Mata dengan Teknologi Laser, Berikut Ulasan dr. Dyana Theresia Watania, Sp.M

Baca juga: Cahaya Ruangan dan Jarak Pandang Layar Komputer Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mata

ilustrasi mata anak
ilustrasi mata anak (freepik.com)

Sementara pengelihatan dari mata yang satunya akan lebih diabaikan.

Kendati demikian, pada kasus yang langka, mata malas bisa saja menyerang kedua mata.

Umumnya, gangguan seperti ini terjadi sejak lahir hingga usia 7 tahun.

Cara deteksi

2 dari 3 halaman

Dokter Spesialis Mata, Helda Puspitasari, menjelaskan cara mendeteksi dini mata malas pada anak.

Dokter Helda mengawali penjelasannya dengan pemaparan mengenai cara kerja mata.

"Mata kita dua nih. Kerja satu-satu, kemudian di otak digabungin gitu ya," paparnya, dikutip TribunHealth.com.

Baca juga: Terlalu Lama Tatap Layar Bisa Picu Blefaritis, Dapat Sebabkan Sindrom Mata Kering jika Tak Diobati

Baca juga: Waspada, Kerusakan Mata Akibat Paparan Sinar Biru dan Radiasi Gadget Terlalu Lama

ilustrasi pemeriksaan mata yang dilakukan dokter
ilustrasi pemeriksaan mata yang dilakukan dokter (tribunnews.com)

Ketika salah satunya mengalami mata malas, maka mata yang lain akan mengambil alih dan lebih dominan.

"Kalau kita ngga sengaja tutup satu mata gitu, ngga ketahuan," paparnya.

"Jadi sebenarnya memang bagusnya orangtua lebih dini untuk cek ke dokter anak atau dokter mata."

Kemudian, dr. Helda menyorot soal faktor keturunan.

Pasalnya kondisi mata minus dan plus yang tinggi bisa dipengaruhi faktor genetik.

Jika memang anak memiliki masalah tersebut, baiknya langsung dikoreksi dengan alat bantu melihat sedini mungkin.

Dengan demikian pengelihatan menjadi lebih maksimal dan terhindar dari mata malas.

3 dari 3 halaman

Apa bisa karena penggunaan gadget?

Ilustrasi - anak anak bermain gadget
Ilustrasi - anak anak bermain gadget (kompas.com)

Baca juga: Luka pada Selaput Bening Mata Dapat Disebabkan oleh Peradangan Kornea

Baca juga: dr. Vivi Indrayanti Sebut Kelopak Mata yang Kendur Bisa Diatasi dengan Lakukan Foxy Eyes Treatment

Lalu, apakah kebiasaan memandang layar gadget bisa menyebabkan masalah ini?

Terlebih lagi selama pandemi anak lebih banyak berinteraksi dengan gadget, mulai dari belajar hingga untuk kebutuhan hiburan.

Terkait hal ini, dr. Helda Puspitasari menyebut gawai tidak secara langsung menyebabkan mata malas.

"Kalau dibilang secara langsung bikin mata malas sih engga ya," katanya.

"Jadi memang sebenarnya mungkin dia mengalami kelainan refraksi, tidak dikoreksi dengan baik."

"Diperparah dengan banyak main gadget," jelasnya.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved