Breaking News:

Apakah Pemasangan Kawat Gigi Bisa Dilakukan pada Gigi Bungsu? Simak Penjelasan Dokter

Kawat gigi digunakan untuk memperbaiki tampilan gigi yang tidak rata dan posisi rahang tidak benar. Penggunaan kawat gigi sering digunkan usia remaja.

tribunnews.com
ilustrasi penggunaan behel atau kawat gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Tidak semua orang memiliki struktur atau susunan gigi yang rapi.

Dengan hal demikian, banyak yang mengupayakan perawatan gigi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Kawat gigi atau behel digunakan untuk memperbaiki tampilan gigi yang tidak rata dan posisi rahang tidak benar.

Penggunaan kawat gigi ini sering dikaitkan dengan perawatan gigi untuk usia anak dan remaja.

Karena pada usia anak dan remaja kerap terjadi susunan gigi yang tidak rapi.

Sebenarnya tidak ada batasan usia dalam penggunaan kawat gigi.

ilustrasi penggunaan behel atau kawat gigi
ilustrasi penggunaan behel atau kawat gigi (tribunnews.com)

Baca juga: Beberapa Penyebab Kemunculan Sariawan yang Diulas oleh drg. Sarah Mersil

Perlu diketahui bahwa kita tidak bisa asal saja untuk pemasangan kawat gigi.

Sebenarnya selain fungsi merapikan atau estetika, dengan kawat gigi juga dapat berfungsi untuk memperbaiki pengunyahan (mastikasi) dan memperbaiki fungsi bicara (fonasi).

Berdasarkan penggunaan ada 2 yaitu kawat gigi cekat (fix) dan kawat gigi lepasan (removable).

Tidak ada kondisi khusus yang menentukan pemakaian kawat gigi, kecuali pada kondisi-kondisi khusus seperti ada bad habit (kebiasaan2 buruk).

Kebiasaan buruk seperti seperti bruxisme dianjurkan untuk tidak menggunakan yg removable atau keadaan oral hygiene yang buruk tidak cocok yang fix.

Baca juga: Dr. drg. Munawir Mengatakan Bahwa Gigi Bungsu Rawan Mengalami Pengeroposan

Tidak ada resiko yang terjadi setelah pemasangan gigi, tapi kalau pemasangan yang tidak tepat atau dipasang yang bukan dokter gigi atau drg. orthodontik maka bisa beresiko dan berakibat fatal.

Resiko pemasangan kawat gigi yang tidak dipasang oleh drg. Ortodontik adalah dapat mengakibatkan pergerakan gigi yang tidak diinginkan atau memperparah maloklusi atau malposisi gigi geligi yang ada

Tidak ada yang khusus yang tidak boleh dilakukan setelah pemasangan kawat gigi, cukup menjaga kebersihan gigi dan mulut (OH) dengan baik dan teratur dan rutin kontrol 2 minggu sekali untuk melihat perkembangan peregrakan giginya.

Baca juga: Dokter Sebut Tujuan Rutin Memeriksakan Gigi, Salah Satunya untuk Mengetahui Tanda Pengeroposan Gigi

Apabila ingin menggunakan kawat gigi pada gigi berlubang, giginya harus dirawat terlebih dahulu dan ditambal.

Apakah kawat gigi bisa dilakukan pada gigi bungsu?

Berikut adalah penjelasan Dr. drg. Munawir H. Usman, SKG., MAP. seorang dokter gigi.

Dr. drg. Munawir H. Usman, SKG., MAP merupakan dokter gigi di Rumah Sakit Undata, Jl. RE. Martadinata Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran Gigi di UNHAS pada 2005.

Pada tahun 2007, Dr. drg. Munawir H. Usman, SKG., MAP menyelesaikan program profesi Kedokteran Gigi di UNHAS.

Baca juga: Benarkah Berbaring setelah Makan Memicu Naiknya Asam Lambung? Begini Ulasan dr. Mustopa, Sp.PD

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved