Breaking News:

Dokter Sebut Tujuan Rutin Memeriksakan Gigi, Salah Satunya untuk Mengetahui Tanda Pengeroposan Gigi

Terjadinya pengeroposan gigi tidak boleh dianggap remeh dan harus segera mendapatkan perawatan. Pengeroposan gigi dianggap mirip dengan gigi berlubang

tribunnews.com
ilustrasi terjadinya pengeroposan gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Sering mengalami keluhan seperti sakit gigi, gigi sensitif, dan gigi yang mudah patah bisa jadi hal ini adalah tanda gigi mulai keropos.

Terjadinya pengeroposan gigi tidak boleh dianggap remeh dan harus segera mendapatkan perawatan.

Kondisi dari pengeroposan gigi dikatakan mirip dengan kondisi gigi berlubang.

Kerusakan dan lubang pada gigi akibat karies bisa terlihat jelas dari luar dengan mata telanjang.

Tetapi gigi yang mengalami keropos kemungkinan tampak baik-baik saja.

ilustrasi terjadinya pengeroposan gigi
ilustrasi terjadinya pengeroposan gigi (tribunnews.com)

Baca juga: Benarkah Berbaring setelah Makan Memicu Naiknya Asam Lambung? Begini Ulasan dr. Mustopa, Sp.PD

Pada umumnya pengeroposan gigi tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, sehingga diperlukan pemeriksaan oleh dokter gigi.

Sebenarnya dengan penggunaan pasta gigi mungkin lebih banyak membantu untuk menyeimbangkan kandungan-kandungan mineral yang dibutuhkan gigi dan diperoleh dari pasta gigi.

Dilihat dari komposisi atau kandungan yang dimiliki oleh pasta gigi adalah kandungan-kandungan mineral seperti kalsium, zinc fosfat, dan flour.

Apabila pengeroposan gigi diakibatkan oleh kandungan mineral pada gigi tersebut seperti kasus fluorosis, biasanya sudah nampak sejak dini pada anak setelah lahir ataupun balita.

Baca juga: Apakah Dental Floss Efektif Membersihkan Karang Gigi? Begini Tanggapan Dr. drg. Munawir H. Usman

Tanda-tanda sudah nampak apabila anak sudah mengalami kondisi fluorosis.

Karena intake atau mineral-mineral yang dibutuhkan oleh gigi atau tubuh pada umumnya asupan tersebut sudah ada sejak pertumbuhan dijanin.

Pada ibu hamil yang kurang intake mineral-mineral yang dibutuhkan oleh tubuh bisa mempengaruhi janin, termasuk tumbuh kembang pada gigi.

Sangat penting untuk diketahui bahwa tumbuh kembang gigi tidak dimulai sejak lahir, tetapi diawali dari masa pertumbuhan janin.

Sedangkan pengeroposan gigi yang disebabkan oleh aktivitas bakteri yang merusak gigi biasanya seiring dengan waktu.

Dalam artian bahwa kondisi-kondisi tertentu bila mana oral hygiene atau kondisi kebersihan mulut tidak terjaga, tentu dapat mempercepat proses kerusakan gigi tersebut.

Baca juga: Mitos atau Fakta Konsumsi Buah Bersifat Asam Memicu Asam Lambung Naik? Simak Ulasan dr. Mustopa

Tetapi jika oral hygiene dijaga, rutin kontrol kesehatan gigi, maka kesehatan gigi seseorang bisa bertahan lama.

Sebenarnya faktor pengerusakan gigi faktor aktivitas bakteri lebih kepada individu masing-masing.

Selama tetap rutin menjaga oral hygiene tidak menjadi masalah.

drg. Munawir mengatakan bahwa terdapat beberapa hal yang ditemukan pada pasien yang sudah lanjut usia, giginya masih dalam kondisi baik karena perawatannya sangat baiik.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews.com bersama dengan Dr. drg. Munawir. Usman. Seorang dokter gigi. Sabtu (4/9/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved