Breaking News:

Kenali Faktor Risiko dan Gejala Kanker Ovarium Lewat Kampanye 10 Jari, Apa Itu?

Kanker ovarium adalah jenis kanker ketiga yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan

kompas.com
ilustrasi kanker ovarium 

TRIBUNHEALTH.COM - Kanker ovarium merupakan penyakit yang bisa terjadi pada perempuan.

Penyakit ini disebut juga dengan silent lady killer.

Pasalnya kanker ovarium adalah jenis kanker ketiga yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan, sebagaimana dibahas dalam tayangan Ayo Sehat Kompas TV.

Kanker ovarium dimulai dari indung telut.

Dalam sistem reproduksi perempuan, indung telur berjumlah dua yang masing-masing terletak di sisi kiri dan kanan rahim.

Selain menghasilkan sel telur, bagian tersebut juga memproduksi hormon estrogen dan progresteron.

Terkait penyakit ini, ada yang disebut dengan kampanye 10 jari.

Baca juga: Peneliti Kembangkan Pengobatan Baru untuk Kanker Ovarium, Hasil Uji Coba Terbukti Sangat Efektif

Baca juga: dr. Hervi Wiranti, Sp.OG Paparkan Gejala Kista Ovarium, Salah Satunya Nyeri saat Berhubungan Seksual

iustrasi kanker ovarium
iustrasi kanker ovarium (kompas.com)

Angka 10 mewakili 6 faktor risiko dan 4 gejala awal kanker ovarium.

6 Faktor risiko kanker ovarium adalah sebagai berikut.

  1. Kista endometriosis
  2. Riwayat keluarga yang mengalami kanker ovarium dan kanker payudara
  3. Mutasi genetik
  4. Angka paritas rendah
  5. Gaya hidup buruk
  6. Pertambahan usia

Sementara 4 gejala awal yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut ini.

  1. Selalu merasakan perut kembung
  2. Nafsu makan berkurang
  3. Sering buang air kecil
  4. Nyeri pada panggul atau perut

Tahapan kanker ovarium

Ilustrasi pemeriksaan panggul untuk deteksi kista ovarium
Ilustrasi pemeriksaan panggul untuk deteksi kista ovarium (Pixabay)

Baca juga: Kanker Ovarium Sering Terjadi Pada Wanita Pasca Menopause, Begini Ulasan dr. Hervi Wiranti

Baca juga: Benarkah Perut Kembung Menjadi Salah Satu Gejala dari Kanker Ovarium?

Kanker ovarium memiliki 4 stadium atau tahap.

Semakin rendah tingkatnya, sel yang menyebar semakin sedikit.

Sebaliknya, tingkatan tinggi mewakili sel kanker yang sudah menyebar ke banyak tempat.

Seringkali penyakit ini tak terdeteksi di awal.

Akibatnya, kanker baru diketahui ketika sudah menyebar hingga ke panggul dan perut.

Padahal, potensi keberhasilan penanganan lebih besar di stadium awal.

Pada fase tersebut, kanker masih terjadi di indung telur.

Karenanya, penting untuk menyadari gejala dini kanker ovarium.

Dengan demikian diharapkan penangannya menjadi lebih mudah.

Baca artikel lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved