Breaking News:

Ilmuwan Sorot Penggunaan Paracetamol pada Ibu Hamil, Sebut Berpeluang Picu Gangguan Pada Janin

Menurut ilmuwan, penggunaan paracetamol selama kehamilan harus sesuai dengan petunjuk dokter

m.tribunnews.com
Ilustrasi penggunaan paracetamol pada ibu hamil 

TRIBUNHEALTH.COM - Para ilmuwan telah membuat pernyataan untuk mempertimbangkan penggunaan paracetamol bagi ibu hamil.

Sebanyak 91 ilmuwan menyerukan agar wanita hamil diperingatkan untuk "tidak menggunakan" asetaminofen selama kehamilan "kecuali penggunaannya diindikasikan secara medis."

Dilansir TribunHealth.com dari CNN, setaminofen (APAP) adalah nama familiar untuk paracetamol di Amerika Serikat (AS).

Bahkan, meski telah mendapat persetujuan dokter, mereka mengatakan, wanita harus "meminimalkan paparan dengan menggunakan dosis efektif terendah untuk waktu sesingkat mungkin."

Menurut mereka, risiko paling kecil jika paracetamol digunakan dalam jangka pendek, yakni dua minggu atau kurang.

Baca juga: Ibu Hamil Diperbolehkan Vaksinasi Covid-19 dengan Syarat-syarat Berikut

Baca juga: Apakah Wanita yang Mengalami PCOS Bisa Hamil? Begini Tanggapan dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And

ilustrasi ibu hamil
ilustrasi ibu hamil (freepik.com)

"Ada alasan medis yang baik bagi wanita hamil untuk menggunakan APAP, setelah berkonsultasi dengan dokter atau apoteker, dan itu adalah untuk demam dan sakit parah," kata David Kristensen, peneliti dan seorang profesor biologi sel dan fisiologi di Universitas Kopenhagen.

Namun, dalam pernyataan mereka, ilmuwan menyebut hanya sepertiga wanita hamil yang menggunakan untuk masalah demam.

Selebihnya, mereka lebih umum menggunakan ini untuk sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, dan infeksi.

"Data menunjukkan lebih dari 50% wanita di seluruh dunia menggunakan APAP selama kehamilan mereka," kata Kristensen.

"Banyak dari wanita ini tidak menganggap APAP sebagai obat sejati yang dapat memiliki potensi efek samping.

2 dari 2 halaman

"Para wanita yang tidak menganggapnya sebagai obat sejati yang kami coba jangkau dan ingin mereka merenungkan sejenak tentang penggunaannya," tambahnya.

Dampak terhadap janin

ilustrasi ibu hamil
ilustrasi ibu hamil (kompas.com)

Baca juga: Kehamilan Usia 35 Tahun ke Atas Menjadi Faktor Terbesar Melahirkan Anak Down Syndrome

Baca juga: dr. Sigit Setiaji Sp.OG. Jelaskan Posisi Yoga Ibu Hamil yang Aman dan Bisa Dilakukan di Rumah

“Sekarang ada bukti signifikan yang menunjukkan bahwa APAP mengganggu perkembangan reproduksi hewan dan manusia,” kata rekan penulis Shanna Swan, seorang profesor kedokteran lingkungan dan kesehatan masyarakat di Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York.

"Ada cukup bukti untuk menemukan peningkatan risiko testis yang tidak turun dan pemendekan jarak ano-genital, yang merupakan prediksi penurunan jumlah sperma di kemudian hari dan penurunan kesuburan," kata Swan.

"Kami juga melihat gangguan fungsi ovarium yang memiliki konsekuensi untuk kesuburan di kemudian hari, meskipun perempuan kurang dipelajari."

Dua puluh enam studi ibu dan anak menemukan hubungan antara paparan asetaminofen selama kehamilan dan hasil perkembangan saraf, kata pernyataan itu.

"Gangguan yang diidentifikasi terutama adalah gangguan hiperaktif defisit perhatian atau ADHD, dan kelainan perilaku ADHD terkait yang juga mencakup gangguan spektrum autisme, keterlambatan bahasa, penurunan IQ, dan gangguan perilaku," kata rekan penulis Ann Bauer, rekan postdoctoral dan peneliti di Pusat Penelitian & Pendidikan Autisme di UMass Lowell.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved