Breaking News:

Ibu Hamil Diperbolehkan Vaksinasi Covid-19 dengan Syarat-syarat Berikut

Pemberian vaksin Covid-19 pada ibu hamil belum menjadi prioritas. Ibu hamil tetap harus vaksinasi Covid-19 untuk menghindari terjadinya hal yang buruk

kompas.com
ilustrasi vaksin Covid-19 pada ibu hamil 

TRIBUNHEALTH.COM - Mulai 2 Agustus 2021, ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 13 minggu sudah bisa divaksin Covid-19.

Tiga jenis vaksin yang diperbolehkan untuk ibu hamil adalah Sinovac, Moderna, dan Pfizer.

Syarat vaksin untuk ibu hamil adalah sehat dan tekanan darah tidak lebih dari 140/90 mmHg.

Selain itu, ibu hamil juga tidak mengalami sakit kepala hebat, nyeri ulu hati, kaki bengkak, dan pandangan kabur.

Sementara, ibu hamil dengan penyakit penyerta atau komorbid seperti jantung, hipertiroid dan asma selama terkendali bisa mendapat vaksin.

ilustrasi vaksin Covid-19 pada ibu hamil
ilustrasi vaksin Covid-19 pada ibu hamil (kompas.com)

Baca juga: Tak Perlu Susu Khusus, dr. Tan Shot Yen Sebut Probiotik dalam Usus Bisa Terjaga dengan Sayur & Buah

Seluruh persyaratan hingga pemantauan efek samping pasca vaksinasi, sama seperti masyarakat lain.

Untuk mendapat vaksin Covid-19, ibu hamil dapat mengunjungi puskesmas, pos vaksin, dan pondok bersalin desa atau polindes terdekat.

Terkait dengan syarat ibu hamil yang akan mendapat vaksinasi Covid-19, tentunya selain usia kehamilan diatas 13 minggu, seorang ibu hamil harus dalam kondisi sehat.

Selain itu ibu hamil tidak merasa sedang sakit, pada waktu datang pengukuran suhu tidak lebih dari 37.5 derajat celcius.

Dan tentunya ada beberapa tanda-tanda vaksin harus ditunda, seperti:

- Tekanan darah seorang ibu hamil lebih dari 140/90 mmHg, maka vaksinasi harus ditunda

Baca juga: Soal Anak yang Terlalu Banyak Minum Susu Probiotik, dr. Fransisca Handy Ingatkan Bahayanya

Untuk kemudian dikendalikan dulu tekanan darahnya.

- Ibu hamil yang memiliki tanda-tanda sakit kepala yang hebat, nyeri ulu hati, kaki bengkak, serta pandangan kabur.

Diketahui pada ibu hamil sering muncul yang disebut sebagai tekanan darah atau hipertensi dalam kehamilan.

Kondisi tersebut tentunya harus dikendalikan terlebih dulu, kemudian ibu hamil baru bisa mendapatkan vaksinasi.

- Ibu hamil yang memiliki penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, hipertiroid atau hipotiroid.

Selain itu seorang ibu dengan status HIV positif, penyakit asma, ataupun juga penyakit komorbid lainnya.

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Contohkan Jajanan Sehat untuk Anak dan Remaja, Salah Satunya Es Buah

Selama mendapat vaksinasi, ibu hamil tidak dalam kondisi serangan atau sudah terkendali, maka vaksinasi bisa dilakukan.

Untuk tahapan pelaksanaan vaksinasi tentunya sudah bisa dilakukan.

Para bidan sudah dilatih untuk memberikan vaksinasi Covid-19 kepada ibu hamil.

Persyaratan melakukan vaksinasi antara ibu hamil dengan masyarakat umum tentulah sama.

Tata cara pemantauan efek samping vaksinasi juga sama seperti masyarakat umum.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV, bersama dengan Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementrian Kesehatan. Jumat (6/8/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved