Breaking News:

Kehamilan Usia 35 Tahun ke Atas Menjadi Faktor Terbesar Melahirkan Anak Down Syndrome

Kehamilan adalah momen yang dinantikan oleh pasangan suami istri. Namun, usia seseorang saat mengalami kehamilan dapat mempengaruhi pertumbuhan janin.

freepik.com
ilustrasi ibu hamil 

TRIBUNHEALTH.COM - Down syndrome adalah suatu kumpulan gejala yang menyebabkan keterbelakangan mental dan psikis yang diakibatkan oleh kelainan kromosom yang terjadi saat masih janin didalam kandungan.

Kelainan genetik atau kelainan kromosom saat didalam kandungan disebut dengan trisomi 21.

Normalnya tubuh manusia memiliki 46 kromosom.

Tetapi pada anak-anak yang menderita down syndrome, mereka memiliki 47 kromosom.

Dimana pada kromosom yang ke 21, yang harusnya pada saat pembentukan janin terpisah tetapi terjadi berlebihan.

ilustrasi ibu hamil
ilustrasi ibu hamil (freepik.com)

Baca juga: Mungkinkah Gigi Keropos Bisa Kembali Seperti Semula? Simak Ulasan Dr. drg. Munawir H Usman, SKG.,MAP

Terdapat tiga kromosom yang berlebihan sehingga disebut dengan trisomi 21.

Faktor predis posisi penyebab tersering terjadinya down syndrome yakni karena kelaninan genetik atau kromosom.

Paling besar penyebabnya ialah:

- Melahirkan pada usia diatas 35 tahun atau 40 tahun.

Pada usia ini memiliki faktor terbesar melahirkan anak-anak down syndrome.

- Mempunyai riwayat persalinan sebelumnya dengan anak down syndrome.

- Jarak kehamilan antara yang pertma dan berikutnya terlalu jauh, sehingga sang ibu terlalu berusia tua untuk mengandung.

Baca juga: Cara Mencegah Kanker Payudara Belum Diketahui, Faktor Risiko Bisa Diminimalisir dengan Cara Berikut

- Saat masa kehamilan, sang ibu kekurangan asam folat, dan bisa juga ibu yang terpapar radiasi yang terlalu besar atau faktor bahan kimia pada sejak kehamilan.

Misalnya pada ibu perokok cenderung mempunyai kromosom lebih pendek, sehingga mempunyai kecenderungan memiliki anak dengan kelainan genetik.

Anak yang lahir dengan down syndrome, biasanya pada orangtua memiliki faktor pembawa yang dinamakan carrier dan menyebabkan kelainan pada kromosom anak.

Jika ayah membawa zat kelainan atau carrier tersebut, maka angka kejadian sekitar 5% terjadi down syndrome.

Tetapi jika ibu yang membawa zat carrier, kemugkinan anak akan terkena down syndrome sekitar 10-15%.

Baca juga: Ketentuan Lepas Pasang Clear Aligner yang Harus Diketahui, Simak Ulasan drg. Farra Nadiya

Jadi ibu penentu terbesar pembawa adanya kelainan down syndrome pada anak.

Saat mengandung diharuskan rajin kontrol ke dokter, dikarenakan untuk mengetahui apa yang terjadi pada janin dalam kandungan.

Selai itu terpenuhilah faktor-faktor mikronutrien yang dibutuhkan untuk perkembangan sejak dari janin, untuk perkembangan otak ataupun sel-sel yang lainnya.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved