Breaking News:

Dr. Leana Wen Benarkan Orang yang Divaksin Tetap Bisa Tertular Covid-19, tapi Sudah Boleh Aktivitas

Menurutnya, orang yang divaksinasi bukanlah ancaman bagi kesehatan masyarakat

Tribunnews/Herudin
Tenaga kesehatan dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan vaksinasi Covid-19 di Mal Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan TNI AU bersama Pemerintah Kota Bekasi tersebut disambut antusias warga dan dilakukan untuk mempercepat herd immunity (kekebalan komunal) di Indonesia. 

TRIBUNHEALTH.COM - Vaksinasi Covid-19 telah dilakukan di seluruh dunia.

Namun tampaknya virus corona masih harus menjadi perhatian lebih.

Pasalnya angka infeksi di beberapa negara masih mengkhawatirkan, misalnya saja Amerika Serikat (AS).

Bahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan penggunaan masker di dalam ruangan bahkan untuk orang yang divaksinasi.

Terkait hal ini, CNN berbicara dengan Dr. Leana Wen, diberitakan Sabtu (28/8/2021).

Dia adalah dokter kedaruratan dan profesor tamu kebijakan dan manajemen kesehatan di Sekolah Kesehatan Masyarakat Institut Milken, Universitas George Washington.

Baca juga: Ketua Peneliti Vaksin: Calon Vaksin Merah Putih Mampu Menetralisir Varian Corona dengan Baik

Baca juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik-V, Berikut Tingkat Efikasi dan Efek Sampingnya

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rutin pada warga yang berada di tempat penampungan sementara penanganan Covid-19 di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2020).
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rutin pada warga yang berada di tempat penampungan sementara penanganan Covid-19 di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2020). (Tribunnews/Jeprima)

"Dalam hal pemrosesan di mana kita berada saat ini, saya pikir orang harus mengingat dua hal. Pertama, sebagian besar Amerika Serikat memiliki penularan Covid-19 yang substansial atau tinggi, seperti yang didefinisikan oleh CDC," katanya dikutip TribunHealth.com.

Dr. Leana Wen menganalogikan vaksin seperti jas hujan.

Jas hujan bisa melindungi orang dari gerimis.

Namun jas hujan tak akan mampu untuk menghindari badai terus menerus.

"Kita perlu memikirkan vaksin sebagai jas hujan yang sangat baik."

"Jika gerimis di luar — jika tingkat infeksi tidak terlalu tinggi — vaksin akan melindungi dengan sangat baik."

"Tetapi jika badai petir terus-menerus, maka ada kemungkinan lebih tinggi untuk basah."

Ilustrasi Vaksinasi - Petugas medis menunjukkan botol vaksin Covid-19 Pfizer di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8/2021).
Ilustrasi Vaksinasi - Petugas medis menunjukkan botol vaksin Covid-19 Pfizer di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8/2021). (Tribunnews/Jeprima)

Baca juga: Risiko Peradangan Jantung Meningkat Akibat Vaksin Ini, tapi Masih Lebih Baik dari Tertular Covid-19

Baca juga: 4 Tips NHS untuk Cegah Kanker Serviks, Vaksinasi hingga Lakukan Hubungan Seksual yang Aman

Menurutnya, orang yang divaksinasi tetap bisa tertular virus corona.

"Seseorang yang divaksinasi berisiko lebih tinggi ketika dikelilingi oleh banyak orang yang dapat terinfeksi Covid-19, dan itulah yang terjadi di seluruh AS saat ini."

Berikutnya, perlu membuat penilaian mengenai seberapa besar risiko yang dapat diambil.

Artinya, seseorang bisa mempertimbangkan aktivitas apa yang aman dilakukan setelah divaksinasi.

"Kedua, kita memasuki fase pandemi di mana hampir semua aktivitas memiliki tingkat risiko tertentu. Orang perlu memutuskan sendiri risiko apa yang mereka rasa nyaman dengan mempertimbangkan keadaan medis rumah tangga mereka dan nilai kegiatan itu bagi mereka."

"Jika semua orang di rumah Anda telah divaksinasi lengkap dan umumnya sehat, Anda mungkin bersedia mengambil lebih banyak risiko."

"Anda mungkin menyimpulkan bahwa bahkan jika infeksi terobosan terjadi, itu mungkin ringan, dan Anda baik-baik saja dengan mengambil risiko itu untuk melanjutkan aktivitas pra-pandemi Anda."

Petugas melakukan rapid test antigen terhadap warga setelah kendaraan yang mereka tumpangi dengan nomor polisi dari luar wilayah Bandung Raya keluar di Gerbang Tol Baros 1, Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/1/2021). Pelaksanaan Random Rapid Test Antigen bagi masyarakat pengguna jalan di luar wilayah Bandung Raya menyasar 50 warga yang diberhentikan kendaraannya secara acak. Dari hasil yang didapat, sebanyak 49 warga non reaktif dan 1 yang reaktif. Warga yang reaktif dirujuk untuk melakukan swab test PCR bersama 6 orang yang semobil. Dalam kegiatan tersebut dilibatkan personel Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Subgarnizun, Subdenpom, dan Kepolisian Polres Cimahi.
Petugas melakukan rapid test antigen terhadap warga setelah kendaraan yang mereka tumpangi dengan nomor polisi dari luar wilayah Bandung Raya keluar di Gerbang Tol Baros 1, Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/1/2021). Pelaksanaan Random Rapid Test Antigen bagi masyarakat pengguna jalan di luar wilayah Bandung Raya menyasar 50 warga yang diberhentikan kendaraannya secara acak. Dari hasil yang didapat, sebanyak 49 warga non reaktif dan 1 yang reaktif. Warga yang reaktif dirujuk untuk melakukan swab test PCR bersama 6 orang yang semobil. Dalam kegiatan tersebut dilibatkan personel Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Subgarnizun, Subdenpom, dan Kepolisian Polres Cimahi. (Tribun Jabar/Zelphi)

Baca juga: Apakah Dampak Pemasangan Gigi Palsu Terlalu Lama? Simak Penjelasan drg. Muhammad Ikbal, Sp.Pros

Baca juga: Pemerintah Percepat Target Vaksinasi bagi Kelompok Disabilitas hingga Oktober Tahun Ini

Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved