Breaking News:

Ketua Peneliti Vaksin: Calon Vaksin Merah Putih Mampu Menetralisir Varian Corona dengan Baik

Berikut ini simak informasi mengenai penelitian vaksin merah putih yang perlu diketahui.

Kolase Tribun Manado/Handhika Dhawangi
Ilustrasi vaksin Merah putih- simak informasi mengenai penelitian vaksin merah putih yang perlu diketahui. 

TRIBUNHEALTH.COM - Update terbaru, vaksin Covid-19 Merah Putih yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga dan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

Diketahui vaksin tersebut siap diproduksi massal pada semester 1-2022.

Adapun vaksin merah putih oleh Unair ini dikembangkan melalui platform inactivated virus atau virus yang dimatikan.

Baca juga: Dampak Pasien Covid-19 ketika Menderita Malnutrisi, Ini Penjelasan R. Radyan Yaminar, S.Gz

Platform tersebut merupakan satu dari lima yang terpilih untuk dikembangkan sebagai vaksin Covid-19 di Tanah Air.

Ketua peneliti vaksin Merah Putih dari Universitas Airlangga (Unair) Fedik Abdul Rantam mengatakan, vaksin Merah Putih dengan platform inactivated virus ini mulai diuji cobakan terhadap varian Delta dengan menyiapkan 7 isolat.

Berdasarkan hasil monitoring, lanjut dia, calon vaksin Merah Putih mampu menetralisir varian corona dengan baik.

Baca juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik-V, Berikut Tingkat Efikasi dan Efek Sampingnya

Ilustrasi Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Freepik.com)

Meski demikian, dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi Indonesiabaik.id, hingga saat ini penelitian pada vaksin ini masih terus berlanjut.

Salah satunya oleh tim peneliti Universitas Airlangga bersama PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

Penelitian vaksin saat ini telah memasuki uji praklinis tahap II.

Baca juga: Viral Load Covid-19 pada Orang yang Telah Divaksin Sama dengan Orang yang Tak Divaksin, Apa Artinya?

Sementara hasil uji praklinis tahap I vaksin sebelumnya berjalan baik dengan respons imun yang sangat menjanjikan.

Dukungan BPOM

Dalam hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan sertifikat Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) kepada PT Biotis.

Dengan PT Biotis mendapatkan sertifikat CPOB ini, maka pengembangan vaksin yang dilakukan oleh peneliti Unair dinilai tinggal setahap lagi, yakni uji klinis.

ilustrasi vaksinasi
ilustrasi vaksinasi (tribunnews.com)

Sebab, saat ini proses pengembangan vaksin telah melalui tahap uji preklinis dengan uji hewan makaka.

Adapun PT Biotis merupakan perusahaan swasta farmasi pertama di Indonesia yang mengembangkan vaksin.

Baca juga: dr. Reisa Broto: Vaksin Moderna Dikhususkan untuk Tenaga Kesehatan dan Mayarakat Komorbid Tertentu

Biotis juga menjadi perusahaan farmasi kedua setelah Bio Farma yang mengembangkan vaksin di Indonesia.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved