Breaking News:

dr. Reisa Broto: Vaksin Moderna Dikhususkan untuk Tenaga Kesehatan dan Mayarakat Komorbid Tertentu

Menurut dr. Reisa Broto Asmoro tindakan vaksinasi harus berdasarkan sains dan pendapat para ahli.

Freepik.com
Ilustrasi vaksin COVID-19, dr. Reisa sebut berdasarkan penelitian, gejala pada anak, remaja, dan anak muda kebanyakan ringan 

TRIBUNHEALTH.COM - Saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia telah melakukan vaksinasi yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Jadi vaksin yang disediakan oleh pemerintah Indonesia adalah vaksin yang aman, bermutu, dan berkhasiat.

Serta disarankan oleh MUI untuk diterima oleh masyarakat.

Sedikit berbeda dengan vaksin Moderna yang hanya dikhususkan untuk suntikkan tambahan tenaga kesehatan dan masyarakat dengan komorbid tertentu.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Juru Bicara Pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 20 Agustus 2021.

Baca juga: dr. Reisa Broto Asmoro: Semua Jenis Vaksin yang Tersedia di Indonesia Aman, Bermutu, dan Berkhasiat

Hal ini atas pertimbangan untuk memastikan bahwa vaksinasi akan menjaga kesehatan seseorang dan bukan membahayakan.

Maka pertimbangan khusus diberikan pada mereka dengan penyakit bawaan khusus.

Ilustrasi vaksinasi COVID-19 remaja usia 12-17 tahun,
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 remaja usia 12-17 tahun, menurut dr. Reisa Broto Asmoro vaksin akan efektif pada remaja usia 12 hingga 17 tahun(jogja.tribunnews.com)

Pada intinya pembentukkan kekebalan bersama atau herd immunity dicapai dengan memvaksinasi masyarakat sebanyak mungkin dan secepat mungkin.

Hingga hari Kamis, 20 Agustus 2021 sekitar 86,9 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekita 56,3 juta orang yang menerima vaksin dosis pertama.

Serta 30,6 juta diantaranya sudah mendapatkan dosis kedua.

Kementerian kesehatan resmi memulai pelaksanaan vaksin COVID-19 pada anak usia 12-17 tahun.

Baca juga: Menurut dr. M. Syah Abdaly, Sp.PD Vitamin C, D, dan Zinc Memiliki Fungsi Imunomodulator

Alasan utama mengapa sebaiknya menunggu 12 tahun ialah karena data uji klinis rekomendasi ahli dari ITAGI dan persetujuan BPOM mengindikasikan bahwa vaksin akan efektif pada remaja usia 12 hingga 17 tahun.

Jadi tindakan vaksinasi harus berdasarkan sains dan pendapat para ahli.

dr. Reisa menyarakan untuk mengikuti dan menyerahkan sesuatu kepada ahlinya.

Selain itu masih berdasarkan penelitian, gejala pada anak, remaja, dan anak muda kebanyakan ringan.

Bahkan banyak yang tidak bergejala sama sekali.

Jadi diutamakan terlebih dahulu jika vaksin diberikan pada lansia, terutama dengan komorbid.

Karena mereka memiliki risiko yang tinggi sekali jika sampai terinfeksi virus corona dan bisa fatal.

Ilustrasi vaksin COVID-19,
Ilustrasi vaksin COVID-19, dr. Reisa sebut diutamakan terlebih dahulu jika vaksin diberikan pada lansia, terutama dengan komorbid (kompas.com)

dr. Reisa menyampaikan untuk masyarakat jangan khawatir.

Karena stok vaksin di Indonesia sangat cukup.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved