TRIBUNHEALTH.COM - Paru-paru merupakan organ yang mengatur pertukaran gas oksigen dan karbondioksida di dalam tubuh.
Organ ini dianggap langsung terpapar dengan dunia luar.
Oleh karena itu, banyak sekali sistem mekanisme pertahanan tubuh untuk organ paru-paru.
Baca juga: Dokter Tegaskan Pengobatan Meningitis Tak Sama pada Tiap Pasien, Disesuaikan dengan Penyebabnya
Di antaranya:
- Bulu hidung
- Rambut di saluran napas
- Lendir
- Sistem imun adaptif dan linier
Baca juga: Penyebab Penyakit Meningitis, Dokter: Salah Satunya Tidak Melakukan Imunisasi Meningitis

Baca juga: Dokter Spesialis Paru Tekankan Pentingnya Motivasi Berhenti Merokok, Butuh Dukungan Keluarga
Dokter Edward Pandu Wiriansya, Sp.P(K) menjelaskan, bila sistem pertahanan tersebut terganggu, yaitu tidak mampu menyaring udara, maka tentu akan menimbulkan masalah pada tubuh.
Sehingga akhirnya menyebabkan suatu penyakit.
"Jadi kalau sistem pertahanan itu jebol, maka akan menjadi bahaya."
"Karena akan menimbulkan penyakit," terang Edward dilansir TribunHealth.com dari tayangan YouTube Tribun Timur, dalam program Ngobrol Sehat, 20 September 2020.
Baca juga: Benarkah Invermectin Efektif Sebagai Obat Terapi COVID-19? Begini Kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru

Ia melanjutkan, sistem pertahanan tubuh tidak mampu menyaring udara yang akan masuk pada tubuh, disebabkan berbagai faktor.
Seperti kerusakan sistem pertahanan tubuh dan partikelnya terlalu kecil untuk disaring.
Salah satu partikel yang terlalu kecil untuk disaring masuk ke dalam tubuh oleh sistem pertahanan tubuh adalah virus.
"Jadi ini (virus) bisa merusak sampai dengan paru-paru," tambah Edward.
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Reaksi Transfusi Darah? Simak Ulasan dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Baca juga: Dokter Gigi Sebut Jika Gigi Patah Masih Dalam Batasan Lapisan Pertama Gigi, Maka Masih Relatif Aman
Penjelasan dr. Edward Pandu Wiriansya, Sp.P(K) dikutip dari tayangan YouTube Tribun Timur, dalam program Ngobrol Sehat, 20 September 2020.
(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)