Breaking News:

Mengenal Faktor Penyebab Stunting pada Anak, Dokter Sebut Bisa Dicegah Sejak Masa Kehamilan

dr. Diana Suganda menyebut faktor penyebab stunting bisa beraneka ragam, termasuk gizi tak seimbang

tribunnews.com
ilustrasi ibu hamil 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda, berbicara mengenai faktor penyebab stunting pada anak dalam program Ayo Sehat Kompas TV.

dr. Diana Suganda menyebut faktor penyebab stunting bisa beraneka ragam.

"Kalau faktor penyebab tadi banyak banget," katanya, dikutip TribunHealth.com.

"Yang pertama kurangnya asupan yang tidak seimbang dengan outputnya," paparnya.

Gizi tak seimbang yang dimaksud bukan dalam jangka pendek, melainkan akumulasi dari tahun ke tahun, bahkan sejak dalam kehamilan.

Faktor kedua adalah gangguan fungsi organ.

Baca juga: Bagaimana Cara Mendeteksi Dini Stunting? Ini Kata Ahli Gizi

Baca juga: Apa Perbedaan Stunting dengan Gizi Buruk? Begini Jawaban Ahli Gizi

ilustrasi bayi sehat
ilustrasi bayi sehat (Kompas.com)

"Misalnya tadi, ada gangguan yang menyebabkan asupan makanannya keluar lagi, semacam refluks lah."

Hal seperti ini tentunya akan mengurangi asupan yang masuk.

"Kemudian faktor apa lagi? Faktor hygiene dan segala macam, banyak sekali."

Kendati demikian, stunting pada anak bisa dicegah.

Pencegahan ini bisa dilakukan sejak dalam kandungan.

"Jadi kalau yang mau menikah, jangan asal menikah saja tapi juga dipikirkan gizinya."

"Dipikirkan dulu pada saat hamil makanannya apa, saat melahirkan makanan ibunya apa," paparnya.

Baca juga: Bagaimana Dampak Anak yang Mengalami Stunting? Berikut Penjelasan Ahli Gizi

Baca juga: Apakah Stunting Bisa Diobati, Dok?

Ilustrasi pencegahan stunting - Petugas medis memeriksa suhu tubuh balita yang akan mengikuti imunisasi di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (26/11/2020). Imunisasi rutin lengkap merupakan program vaksin dasar yang diberikan kepada bayi kurang dari 24 jam hingga anak berusia 3 tahun dengan tujuan mempertahankan tingkat kekebalan optimal sekaligus mencegah terjadinya stunting pada anak.
Ilustrasi pencegahan stunting - Petugas medis memeriksa suhu tubuh balita yang akan mengikuti imunisasi di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (26/11/2020). Imunisasi rutin lengkap merupakan program vaksin dasar yang diberikan kepada bayi kurang dari 24 jam hingga anak berusia 3 tahun dengan tujuan mempertahankan tingkat kekebalan optimal sekaligus mencegah terjadinya stunting pada anak. (Tribunnew/Jeprima)

Ketika anak lahir, gizinya juga harus benar-benar menjadi perhatian.

Jika memang sampai mengalami stunting, baru kemudian berbicara terapi.

"Terus terapi, tergantung di mana gangguannya."

"Biasanya ada bahan makanan yang dikurangi supaya tidak sering refluks, ya kan?"

"Terus kemudian apa lagi? Di semua titik pas kontrol tadi kartu gowth chart-nya kurang, itu langsung segera dikasih treatment," jelasnya.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved