Breaking News:

Dokter Tak Anjurkan Ibu Memberikan Asupan Telur Puyuh Setiap Hari pada Anak, Ini Alasannya

Berikut ini simak penjelasan dokter mengenai alasan larangan ibu tidak boleh memberikan asupan telur puyuh setiap hari

Pixabay.com
Telur puyuh 

TRIBUNHEALTH.COM - Saat anak sudah menginjak usia 6 bulan, maka anak perlu mendapatkan pemberian MPASI atau makanan pendamping air susu ibu.

Pasalnya pemberian ASI saja akan kurang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sang anak.

Meski demikian, ibu perlu cermat dalam memberikan nutrisi kepada anak.

Agar anak mendapatkan kebutuhan nutrisi yang lengkap.

Baca juga: Memahami Perbedaan MPASI Tunggal dan 4 Bintang yang Diberikan pada Anak, Begini Penjelasan Dokter

Salah satu menu makanan yang sering dilibatkan dalam pemberian MPASI adalah telur puyuh.

Memasukkan telur puyuh ke dalam menu MPASI baik untuk kesehatan karena telur puyuh kaya akan kandungan zat besi.

Ilustrasi pemberian MPASI pada bayi
Ilustrasi pemberian MPASI pada bayi (jogja.tribunnews.com)

Meski demikian, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M. Kes (Ped), SpA (K). Ph.D (CTM) menganjurkan untuk tidak memberikan telur puyuh setiap hari kepada anak.

Sebab anak harus dikenalkan dengan berbagai variasi makanan.

Baca juga: Dokter Jelaskan Dampak Anak Kekurangan Gizi, dari Perut Cekung hingga Wajah Keriput

Selain itu, meski telur puyuh memiliki kandungan kalori, vitamin, dan protein. Namun telur puyuh memiliki kandungan kolesterol yang tinggi.

"Jadi memang telur puyuh ini bagus, kalori, protein dan dan vitamin ada."

"Tapi telur puyuh juga memiliki kandungan kolesterol cukup tinggi."

"Sehingga konsumsinya harus dibatasi, tidak perlu setiap hari," terang Ayodhia.

ILUSTRASI MPASI
ILUSTRASI MPASI (tribunnews.com)

Ayodhia menuturkan, akibat mengonsumsi terlalu banyak telur puyuh, berisiko anak mengalami kelebihan kolesterol.

Menurut keterangannya, sebaiknya anak tidak mengonsumsi makanan yang mengandung lebih dari 300 kolesterol.

Karena berisiko anak mengalami kolesterol yang tinggi saat usia dewasa nanti.

"Jadi boleh diberikan telur puyuh, namun harus dibatasi dengan jumlah tertentu," pesan Ayodhia.

Baca juga: Begini Pengobatan yang Bisa Dilakukan pada Penderita Resesi Gingiva, Simak Penjelasan Dokter Gigi

Baca juga: Dokter Gizi Berbagi Tips Cara Memberikan Edukasi kepada Anak yang Tidak Suka Konsumsi Buah dan Sayur

Penjelasan dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M. Kes (Ped), SpA (K). Ph.D (CTM) ini dikutip dari tayangan YouTube Tribun Health, Sabtu (10/7/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved