Breaking News:

RS Penuh, Kemenkes Siapkan Layanan Telemendicine untuk Pasien Isolasi Mandiri

Berikut ini simak informasi mengenai layanan Telemendicine bagi pasien isolasi mandiri

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Budi Gunadi Sadikin - Menteri Kesehatan (Muchlis jr/Biro Pers Sekretariat Presiden). 

TRIBUNHEALTH.COM - Pasien yang terinfeksi virus Covid-19 hingga saat ini terus mengalami peningkatan.

Sebagian pasien yang terkonfirmasi positif memiliki indikasi tidak bergejala dan bergejala ringan.

Untuk mengurangi beban pelayanan pasien di rumah sakit, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menghimbau untuk pasien tidak bergejala dan bergejala ringan melakukan isolasi mandiri di rumah maupun karantina terpusat di pusat isolasi.

Meski demikian, Budi berharap kepada para pasien tersebut untuk tetap mengakses layanan kesehatan.

Baca juga: Waspada, Dokter Ungkap Anak Memiliki Risiko Tertular Covid-19 Sama Tingginya dengan Orang Dewasa

Baca juga: Ketua Komnas KIPI: Baru Vaksin Pertama Namun Terpapar Covid-19, Tetap Harus Lanjut Vaksin Kedua

Baca juga: Benarkah Invermectin Efektif Sebagai Obat Terapi COVID-19? Begini Kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru

Dilansir TribunHealth.com dari situs resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id, Budi berujar, pihaknya akan menyiapkan layanan konsultasi kesehatan secara virtual atau telemedicine.

Layanan ini diberikan untuk membantu pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan melakukan isolasi mandiri.

"RS bisa melakukan layanan telemedicine untuk orang-orang yang isolasi mandiri. Termasuk pemberian paket obatnya."

"Sehingga orang yang terkena (positif), dia tidak bisa akses ke RS tetap bisa dilayani oleh dokter dan akan diberikan obat," terang Budi.

Ilustrasi covid-19 yang mengintai manusia
Ilustrasi covid-19 yang mengintai manusia (Pixabay.com)

Melalui layanan ini, pasien juga dapat melakukan skrining awal untuk gejala sedang atau berat.

Nantinya dokter yang akan mengidentifikasi berdasarkan hasil konsultasi, untuk selanjutnya dilakukan penanganan berdasarkan kondisi pasien.

"Dokter nanti akan cek statusnya, sehingga kita bisa arahkan kapan yang bersangkutan harus masuk rumah sakit atau tidak," imbuhnya.

Selanjutnya, dengan hadirnya layanan ini, diharapkan dapat mengurangi beban layanan RS yang terus meningkat setiap harinya.

Sebab pasien bisa melakukan konsultasi kesehatan jarak jauh tanpa perlu berkunjung ke RS.

Baca juga: Benarkah 3 Kali Suntik Vaksin Covid19 Lebih Baik daripada 2 Kali? Begini Tanggapan Ketua Komnas KIPI

Baca juga: Simak Panduan CDC untuk Jaga Kesehatan Rongga Mulut Bayi, Harus Dibersihkan meski Belum Tumbuh Gigi

Baca juga: Insomnia Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Simak Gejala dan Berbagai Dampak Buruknya

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved