Breaking News:

Jelang Sekolah Offline di Tengah Pandemi, Apakah Anak dengan Komorbid Perlu Konsultasi Dokter?

Dokter Spesialis Anak jelaskan tentang perlu atau tidaknya konsultasi dengan dokter jelang pembelajaran tatap muka terbatas

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Siswa belajar di bawah kolong rel kereta api Mangga Besar Jakarta Rabu (19/8/2020). Siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan internet gratis yang disediakan oleh sejumlah donatur. 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Anak, Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Melanie Rakhmi Mantu, menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter jelang rencana pembelajaran tatap muka terbatas.

"Sebelum memasuki pembelajaran tatap muka ini, memang ada konsultasi dulu," paparnya dalam program Ayo Sehat Kompas TV edisi Selasa (15/6/2021), dikutip TribunHealth.com.

Konsultasi penting untuk dilakukan, terutama pada anak yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

"Penyakit kronis sebelumnya, seperti penyakit jantung bawaan, ada TBC..." contohnya.

Baca juga: Psikolog Sebut Anak Rentan Jadi Korban Kekerasan Seksual karena Belum Bisa Melawan

Baca juga: Bisa Dialami Anak hingga Orang Dewasa, Dokter Tegaskan Disleksia Bukan Penyakit

Ilustrasi pembelajaran daring
Ilustrasi pembelajaran daring (SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Anak dengan riwayat penyakit tentu memiliki risiko yang lebih tinggi ketika melakukan pembelajaran tatap muka.

"Sebaiknya memang dikonsultasikan dulu dengan dokter anak," tandasnya.

Sebagai informasi, setidaknya ada 229.079 anak yang positif Covid-19.

Tak tanggung-tanggung, 620 di antaranya meninggal dunia.

Dilihat dari segi usia, kasus Covid-19 pada anak didominasi usia 6-18 tahun, dengan total mencapai 176.597 kasus.

Hal ini tentu memunculkan kekhawatiran berbagai kalangan.

Baca juga: Psikolog Menjelaskan Dampak Psikologis Masyarakat yang Tidak Terjangkit Virus Covid-19

Baca juga: Tak Hanya Paru-paru, Berbagai Organ Pasien Covid-19 Bisa Alami Gagal Fungsi Akibat Badai Sitokin

Ilustrasi pembelajaran jarak jauh --- Siswa menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di Balai Warga Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020). Kelurahan Kuningan Barat menyediakan fasilitas jaringan internet atau WiFi gratis yang dapat digunakan pelajar guna meringankan beban orang tua murid terkait kebutuhan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19.
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh --- Siswa menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di Balai Warga Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020). Kelurahan Kuningan Barat menyediakan fasilitas jaringan internet atau WiFi gratis yang dapat digunakan pelajar guna meringankan beban orang tua murid terkait kebutuhan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19. (Tribunnews/Jeprima)
Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved