Breaking News:

Tips untuk Mengatasi Trauma Anak Akibat Kekerasan, Psikolog: Imbangi dengan Kasih Sayang

Untuk mengatasi trauma pada anak yang mengalami kekerasan, psikolog menyarankan untuk mengimbangi dengan kasih sayang.

tribunnews.com
Ilustrasi kasih sayang orang tua kepada anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Untuk mengatasi trauma pada anak yang mengalami kekerasan, psikolog menyarankan untuk mengimbangi dengan kasih sayang.

Kasih sayang yang pertama yakni mengajak anak bermain.

Orang tua meluangkan waktu.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Psikolog, Adib Setiawan, S.si., M.Psi. dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk tentang mengatasi trauma pada anak.

Kemudian anak diajak bermain.

Baca juga: Profil Adib Setiawan, Psikolog Keluarga dan Pendidikan Anak di www.praktekpsikolog.com

Baca juga: Dokter Jelaskan Cara Penanganan yang Tepat untuk Menghilangkan Komedo

Baca juga: Prof. Wiku Adisasmito Jelaskan Penggunaan Masker yang Mampu Menyaring Partikel Virus Corona

Baik bermain sepeda, bermain di halaman, bermain di luar ruangan, kemudian jalan-jalan.

Kemudian anak juga mendapatkan makanan dan gizi yang cukup.

Anak saat lapar kemudian tidak diberikan makanan, anak akan mengingat sampai dewasa jika tidak diberikan makanan yang layak.

Ilustrasi interaksi ibu dan anak yang mencerminkan kasih sayang
Ilustrasi interaksi ibu dan anak yang mencerminkan kasih sayang (batam.tribunnews.com)

Sehingga psikolog menganjurkan untuk memberikan makanan yang cukup.

Selain itu perlunya memberikan pendidikan yang cukup.

Karena pendidikan yang baik akan membuat anak memiliki cara berpikir yang baik.

Cara berpikir menjadi baik dan berkembang.

Sehingga memungkinkan anak untuk mudah memaafkan kedua orang tuanya.

Namanya orang tua pasti pernah punya salah kepada anak.

Tapi dengan pendidikan yang baik, sering diajak bermain, dengan orang tua meluangkan banyak waktunya terhadap anak kemungkinan anak akan lebih mudah melupakan trauma masa lalu.

Sehingga masa lalu yang menjadi trauma bisa saja tidak menjadi trauma pada anak.

Banyak generasi sekarang memiliki anak hanya untuk coba-coba saja.

Tentunya generasi sebelumnya seperti kakek nenek memberikan peran.

Memberikan peran bagaimana membantu anaknya yang memang belum bisa memberikan hal yang layak terhadap cucunya.

Baca juga: Juru Bicara Penanganan COVID-19 Jelaskan Tahapan Vaksinasi yang Penting dan Krusial

Baca juga: Apa Saja Kandungan Makanan yang Baik Dikonsumsi oleh Ibu Hamil? Simak Penjelasan Ahli Gizi Berikut

Baca juga: Dokter Spesialis Kulit Sebut Beberapa Kandungan Produk Skincare untuk Mengatasi Kulit Berjerawat

Yang kedua mungkin dari tante atau saudara kandung dari orang tua memberikan support.

Baik support psikologis maupun support kecil dan lain sebagainya.

Ataupun adanya pertemuan-pertemuan keluarga.

Hal ini juga akan membuat anak semakin berkembang.

Penjelasan Psikolog, Adib Setiawan, S.si., M.Psi. dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 02 Juni 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved