TRIBUNHEALTH.COM - Jerawat atau istilah medisnya acne vulgaris merupakan suatu reaksi peradangan yang sifatnya kronis.
Kemudian mengenai kelenjar subasea.
Acne vulgaris, etiologinya disebabkan oleh bakteri.
Bakteri ini dinamakan Propionobacterium acnes.
Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Ammaliris Murastami dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health edisi 10 Juni 2021 tentang derajat keparahan acne vulgaris.
Baca juga: Mengenal Berbagai Penyebab Kegagalan Pencabutan Gigi dari Dokter Gigi
Baca juga: Dokter Jelaskan Penanganan yang Harus Dilakukan pada Penderita Asma
Faktor yang mempengaruhi munculnya jerawat memang sangat beragam.
Faktornya yakni multifaktorial.
Tidak hanya berdasarkan satu jenis faktor saja yang menyebabkan jerawat.
Penamaan acne vulgaris bukan beberapa jenis.
Namun bentuk-bentuk dari jerawat.

Dokter biasa membaginya menjadi derajat keparahan pada acne vulgaris memang terdiri dari beberapa macam.
Jerawat memang dibagi menjadi derajat ringan, sedang,dan berat.
Bentuk-bentuk dari jerawat bisa berupa komedo.
Komedo terdiri dari black head yang ada titik hitamnya.
Kemudian white head yang tidak ada titik hitamnya.
Kita juga mengenal jerawat berbentuk papula, pustula, nodul, maupun kistik (jerawat batu).
Bentuk-bentuk jerawat ini bisa ditemukan dalam satu wajah.
Nanti akan dinilai berdasarkan derajat keparahan.
Bisa jadi dalam satu wajah terdapat komedo, papula, dan pustula, namun termasuk kedalam derajat ringan.
Adapaun derajat sedang yang terdiri dari komedo beberapa biji, papula beberapa biji, pustula beberapa biji dan seterusnya hingga derajat berat.
Baca juga: Pasca Vaksin Sinovac Teruji Aman oleh WHO, Menkes: Jangan Pilih-pilih Vaksin
Baca juga: Kebiasaan atau Habit Menjadi Salah Satu Penyebab Terjadinya Gigi Kuning, Simak Ulasan Dokter
Makanan yang dapat menyebabkan jerawat berupa makanan yang manis.
Makanan dengan kadar protein yang terlalu tinggi.
Makanan-makanan dengan kadar lemak yang tinggi.
Produk-produk makanan dari susu.
Makanan-makanan tersebut dapat meningkatkan produksi jerawat.
Penjelasan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Ammaliris Murastami dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health edisi 10 Juni 2021.
(Tribunhealth.com/Dhiyanti)
Baca berita lain tentang kesehatan di sini.