Breaking News:

Kemenkes Prediksi Kenaikan Puncak Kasus Covid-19 hingga Akhir Juni

Berikut ini simak informasi mengenai kenaikan kasus Covid-19 yang diprediksi hingga akhir Juni.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Budi Gunadi Sadikin - Menteri Kesehatan (Muchlis jr/Biro Pers Sekretariat Presiden). 

TRIBUNHEALTH.COM - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kenaikan kasus pasca libur panjang, mencapai puncaknya hingga akhir bulan Juni.

Hal ini diprekdisi berdasarkan pengalaman empiris di setiap libur panjang sebelumnya.

Yaitu libur panjang Natal dan Tahun Baru, libur panjang Idul Fitri, dan libur panjang lainnya.

"Jadi kemungkinan kenaikan kasus diperkirakan akan sampai puncaknya di akhir bulan Juni."

"Sehingga arahan bapak presiden, meminta untuk memastikan bahwa seluruh daerah tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan 3 M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun)," terang Budi dikutip TribunHealth.com dari situs resmi sehatnegeriu.kemkes.go.id.

Baca juga: Apakah Orang dengan Riwayat Alergi Boleh Ikut Vaksin Covid-19? Berikut Ulasan Juru Bicara Vaksin

Baca juga: Badai Sitokin pada Pasien Covid-19 Dipengaruhi Faktor Genetik, Bisa Picu Kegagalan Fungsi Organ

Baca juga: Simak Ulasan Dokter Mengenai Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19

Lebih lanjut, ia menyampaikan, dalam mengantisipasi kenaikan kasus pasca libur panjang, pemerintah berupaya menyiapkan kapasitas tempat tidur di setiap rumah sakit.

"Kami sampaikan memang kasusnya agak tinggi."

"Tetapi kita masih memiliki kapasitas sampai dengan 72 ribu tempat tidur. Masih ada cukup kapasitas yang kita miliki," sambung Budi.

Ilustrasi tenaga medis yang menangani pasien COVID-19
Ilustrasi tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 (bali.tribunnews.com)

Budi menyampaikan, saat ini kondisi rumah sakit mengalami peningkatan pasien.

Hal itu berdasarkan jumlah tempat tidur yang terpakai mengalami peningkatan.

"Keterangan tempat tidur beberapa waktu lalu sempat sampai di titik terendah sekitar 20 ribu."

"Namun sekarang sudah naik sekitar 25 ribu tempat tidur yang terisi, atau naik sekitar 20% sampai 25%," tandasnya.

Baca juga: Wamenkes Ungkap Dua Penyebab Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran

Baca juga: Kementerian Kesehatan RI: Efektivitas Vaksin Sinovac Turunkan Risiko Infeksi COVID-19

Baca juga: Efek Samping Vaksinasi COVID-19 Jenis Sinovac Bersifat Tidak Berbahaya, Begini Kata dr. Penny Lukito

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved