Breaking News:

Kementerian Kesehatan RI: Efektivitas Vaksin Sinovac Turunkan Risiko Infeksi COVID-19

Pemberian vaksinasi lengkap sebanyak dosis bisa menurunkan risiko terinfeksi COVID-19 bahkan hingga hari ke 63.

Freepik.com
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Saat ini dosis vaksin yang tersedia cukup besar dengan kedatangan dua kali dari vaksin Sinovac.

Selain itu juga kedatangan vaksin dari AstraZeneca.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi dan Tim Peneliti, Panji dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 12 Mei 2021 tentang efektivitas vaksin Sinovac.

Baca juga: Dokter Gigi Sebutkan Faktor Keturunan atau Genetik Memengaruhi Warna Gigi

Baca juga: Dokter Tegaskan selain ASI, Imunisasi Tetap Harus Diberikan untuk Melawan Penyakit Tertentu

Tentunya hal ini harus dioptimalkan agar target capaian penyuntikan per hari yakni 1 juga dosis tercapai.

Pada bulan Juli stok vaksin semakin besar jumlahnya, kemampuan ini juga akan meningkat seiring dengan ketersediaan vaksin.

Sehingga target menyelesaikan vaksinasi pada akhir tahun 2021 dan segera terselesaikan.

Penelitian atau kajian cepat efektivitas vaksin Sinovac dilakukan pada periode Januari hingga Maret 2021.

Ilustarsi vaksin Sinovac yang memiliki efek samping tidak berbahaya
Ilustarsi vaksin Sinovac yang memiliki efek samping tidak berbahaya (kompas.com)

Pemberian vaksinasi lengkap sebanyak dosis bisa menurunkan risiko terinfeksi COVID-19 bahkan hingga hari ke 63 dibandingkan dengan individu atau kelompok yang belum vaksin jauh lebih besar risiko infeksi COVID-19.

Dari hasil analisis mendapatkan hasil bahwa vaksinasi Sinovac pemberian dosis kedua pada individu yang menerima dosis penuh dapat mencegah sekitar 96% risiko perawatan karena COVID-19.

Pada individu atau kelompok yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap jauh lebih kecil jumlahnya dibandingan dengan kelompok yang belum mendapatkan vaksinasi.

Ada indikasi bahwa sebenarnya vaksinasi lengkap sangat disarankan.

Karena kita tahu jika vaksinasi pemberian dosis pertama belum cukup melindungi meskipun itu sudah cukup berbeda dengan kelompok yang belum divaksin.

Masyarakat yang sudah menerima dosis lengkap jauh lebih efektif dalam menurunkan risiko COVID-19 maupun risiko perawatan.

Vaksinasi Sinovac 2 dosis ataupun dosis lengkap bisa mencegah sebesar 98% kematian karena COVID-19.

Vaksinasi parsial atau vaksinasi yang hanya diberikan dosis satu efektivitasnya jauh lebih rendah dibandingkan pada efektivitas vaksinasi penuh sebanyak dua dosis.

Baca juga: Masturbasi atau Onani Tidak Berbahaya secara Anatomi Tubuh, namun Bisa Sebabkan Ejakulasi Dini

Baca juga: Dokter Sampaikan Pemakaian Hormon Testosteron secara Berlebihan Memicu Masalah Kehidupan Seksual

Apabila vaksinasi penuh diberikan, individu yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua akan jauh lebih kecil risiko terpapar COVID-19 juga menurunkan risiko perawatan dan kematian.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya pemberian vaksin dosis lengkap secara signifikan dapat menurunkan risiko dan mencegah CoVID-19 bergejala bahkan hingga hari ke 63.

Serta menurunkan risiko kematian hingga 98% dibandingkan pada individu yang baru menerima dosis pertama bahwa risiko terkena COVID-19 bergejala jauh lebih besar dimana vaksin Sinovac hanya efektif menurunkan sekitar 13% risiko COVID-19 bergejala pada kelompok atau individu yang baru mendapatkan dosis pertama.

Vaksinasi COVID-19 sangat efektif menurunkan risiko terkena COVID-19.

Penjelasan Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi dan Tim Peneliti, Panji dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 12 Mei 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved